Langsung ke konten utama

Postingan

Roseola Infantum

Seminggu lalu saya harusnya pergi ke Probolinggo, sudah lama saya menginginkan pergi ke sana. Alasannya.. Adalah BROMO.   Bromo, Semeru dan Rinjani adalah tiga keagungan Tuhan yang sudah lama saya impikan sejak kecil. Tiga keagungan Tuhan sebagai simbol bagaimana kita bertafakur.   Saya berhasil mendapatkan tugas ke sana. Saya sangat bahagia, saya akan mengajak serta anak dan pengasuh saya.   Tapi Tuhan berkehendak lain, 3 hari sebelum keberangkatan Hafidz tiba-tiba sakit demam tinggi, suhunya sampai mencapai 40'. Saya panik dan sedih bukan main. Saat itu hari Minggu. Semua Dsa di Rumah Sakit tidak praktek, akhirnya saya terpaksa membawanya ke dokter umum.   Dokter memberi obat penurun panas dan puyer untuk sakit Hafidz. Dokter mengira Hafidz sakit radang tenggorokan.   Malam pun datang, demam Hafidz tak kunjung turun. Hati saya semakin sedih, malam itu saya memutuskan untuk membatalkan pergi ke Probolinggo.   Senin saya masuk kerja...

Fresh from the Oven.. All about my design

Okay, saya lagi jatuh cinta setengah hidup dengan design. Baik rumah maupun interior. Saya belajar Home Designer Pro, Swet Home 3D sampai Google Sketch Up. Dan di bawah ini adalah hasilnya..        Contoh furniture pertama, menggunakan Google Sketch Up. Lemari baju kayu 2 pintu dengan 4 laci di setiap sisinya.   Tumpukan kayu  Living room. Lantai parquet, wallpaper gothic romantic, with view kitchen and dining room  Bed room dengan luas 3x3 m2 Bedroom luas 3x3m2    Berbagai design rumah 1 lantai 8x65,m2, yang terakhir 2 lantai  Design rumah 2 lantai  Design rumah 2 lantai  Dining room Sisi tangga, dengan permainan cermin besar dan lampu magenta agar terlihat lebih luas

1 tahun untuk selamanya.

Tak terasa, sebentar lagi usiamu satu tahun, nak. 20 bulan lalu, saat ibu baru menikah dengan ayahmu, pernikahan yang baru berjalan beberapa minggu, ibu mengalami kejadian yang sangat luar biasa. Kamu ada dalam perut ibu, ibu terkejut, tak menyangka Allah memberi anugerah sekejab ini. Belum habis kebahagiaan ibu akan pernikaha, lalu kehadiranmu pun melengkapinya.   Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, kamu semakin tumbuh. Dari hanya besar beberapa senti lalu menjadi berpuluh senti. Gerakmu dalam perut ibu semakin terasa, semakin aktif hingga kamu tidak banyak bergerak lagi. Menandakan bahwa sudah waktunya kamu hadir di dunia.   Lalu dokter menetapkan tanggal kelahiranmu 3 minggu lebih cepat dari perkiraan lahirmu. Dikarenakan kondisi ibu yang semakin drop karena menahan sakit pada panggul tulang belakang akibat scoliosis ibu, dan karena kamu pun tak bisa dilahirkan normal karena tali pusar yang pendek.   Pada tanggal 5 Oktober 2011, ibu menja...

Ngomong Sendiri

Siang tadi saya makan siang dengan Kamandaka, Banyak obrolan yang kami lontarkan karena sudah lama kami tidak bertukar cerita. Salah satunya adalah petualangan Kamandaka dan teman-temannya menjelajahi wilayah Majalengka dan pelosok Bandung. Kamandaka bilang dia menemukan sebuah desa bernama Sukakangen, nama jalannya juga kebanyakan memakai kata ‘kangen’. Kalau kita berpikir sepintas, kangen dimaksud adalah merindukan seseorang/sesuatu. Saya berpikir mungkin para tetua menamakan desa itu bermaksud agar para perantau yang berasal dari desa itu selalu merindukan desanya. Tapi Kamandaka tidak sependapat dengan pemikiran saya, dia bilang kalau asal mulanya karena didekat desa itu ada suatu situs sejarah berupa pemandian yang disucikan oleh tetua jaman dulu. Sebut saja tetua itu bernama kanjeng kangen, kanjeng kangen ini membuat situs pemandian seperti pemandian pada umumnya namun bedanya jika kita mandi di situ, atau sekedar mencuci muka dan menyebutkan dalam hati orang yang kita suka ...

Iseng

Kepingin punya rumah, walau kecil tapi setidaknya milik sendiri. Nggak ngontrak lagi, nggak numpang lagi. Walau KPR, walau setengah mati mencicil untuk menabung DP, walau nanti cicilan per bulannya akan mencekik uang makan harian, walau harus makan tahu tempe setiap hari, dan masih banyak 'walau' lainnya yang penting punya rumah sendiri. Malah sudah iseng bikin design bangunannya kelak, ketika akan beli rumah KPR tentu bangunannya hanya ada seadanya, butuh banyak renovasi yang bahkan biayanya lebih besar daripada harga rumahnya. Yah mau nggak mau, yang penting punya rumah, titik. Ya Allah, mudahkanlah jalan agar aku bisa memiliki rumah sendiri, agar aku mampu mencicilnya, dan murahkan harga rumah yang akan kubeli kelak, aamiin.

Satu Jam Lalu

Aku tak kuat lagi menahan air mata yang tumpah dari pelupuk mata. Ku pandang sekitar komplek rumah ku yang sepi, hanya bunyi suara gemerisik tikus yang mencari makan di selokan, dan suara kucing yang tidak punya induk semang. Satu jam lalu tak begini, satu jam lalu semuanya terasa hangat. Aku pulang ke rumah dan disambut dengan senyuman manis istriku tercinta. Juga gelak tawa anakku yang masih batita. Makanan istimewa selalu terhidang di meja makan, siap ku santap ketika sudah bersih-bersih dari pulang kerja. Satu jam lalu tak begini.. Maria, dia istriku tercinta. Sudah lima tahun aku menikahinya, walau dia seorang janda dua anak sebelum kunikahi, itu tak masalah buatku. Dari pernikahanku dengannya kami mempunyai seorang putri yang kini usianya tiga tahun. Maria seorang pekerja di perusahaan BUMN. Karirnya selalu maju pesat, tak jarang membuat iri teman-teman sekantornya, apalagi ditambah dengan wajahnya yang kelihatan seperti anak umur 20-an dan bodynya yang tak seperti ...

Bersyukurlah, kemudian pinta pada Tuhan

Siang ini ada obrolan menggelitik hati saya. Maklum, saya kan bekerja di lingkungan hanya itu-itu saja. Maksudnya ruang lingkup pergaulan hanya seputaran pegawai bea dan cukai aja. Jadinya kalo ngobrol sama teman kantor itu pasti nggak jauh dari ‘Eh, kenal si A gak? Dulu dia ditempatin di bagian X, sekarang udah pindah aja ke bagian Z, makin makmur aja dia..’, atau ‘ Si B tanahnya di mana-mana, kaya banget dia, ditambah lagi tugasnya di bagian D, makin kaya aja dia..’ dan bla bla bla. Kayaknya setiap hari kalau nggak menggosipi orang lain tuh seperti nggak afdol hidup ini bagi teman kantor saya ini. Well, saya sih sebenernya hanya senyum-senyum aja dengerinnya, maklum aja kalau saya nggak tanggepin ya gak enak dong mereka kan senior sementara saya orang baru, tapi kalau saya menyahuti saya ikut-ikutan menggosipi orang, jadi saya hanya mendengarkan dengan maksud untuk menghargai mereka saja. Kalau saya mengikuti emosi dan perasaan saya, saya akan merasa iri mendengarnya ket...