Seminggu lalu saya harusnya pergi ke Probolinggo, sudah lama saya menginginkan pergi ke sana. Alasannya.. Adalah BROMO. Bromo, Semeru dan Rinjani adalah tiga keagungan Tuhan yang sudah lama saya impikan sejak kecil. Tiga keagungan Tuhan sebagai simbol bagaimana kita bertafakur. Saya berhasil mendapatkan tugas ke sana. Saya sangat bahagia, saya akan mengajak serta anak dan pengasuh saya. Tapi Tuhan berkehendak lain, 3 hari sebelum keberangkatan Hafidz tiba-tiba sakit demam tinggi, suhunya sampai mencapai 40'. Saya panik dan sedih bukan main. Saat itu hari Minggu. Semua Dsa di Rumah Sakit tidak praktek, akhirnya saya terpaksa membawanya ke dokter umum. Dokter memberi obat penurun panas dan puyer untuk sakit Hafidz. Dokter mengira Hafidz sakit radang tenggorokan. Malam pun datang, demam Hafidz tak kunjung turun. Hati saya semakin sedih, malam itu saya memutuskan untuk membatalkan pergi ke Probolinggo. Senin saya masuk kerja...
catatan seorang pecinta kopi, teh, hujan dan travelling.