Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2008

:: Simphony in Borneo ::

Prolog Jika saja aku tidak pernah pindah kekota ini, maka semua ini tidak akan pernah terjadi. I : Jauh Siang ini matahari begitu panas menyengat kota ini. Kota Pontianak yang terletak ratusan kilometer dari Jakarta tempat tinggalku sebelumnya. Pesawat yang kutumpangi sudah landing semenjak setengah jam lalu. Namun ayahku belum tiba di airport ini untuk menjemputku. Jenuh seketika melanda pikiranku namun tiba-tiba dering suara handphone memecahkan lamunanku. “Dyandra, apa kamu sudah tiba di airport?” tanya suara ibuku dari handphone “Ya ma, semenjak setengah jam lalu. Tapi papa sampai sekarang belum kelihatan batang hidungnya untuk menjemputku. Sudah mati kebosanan aku dibuatnya.” Kataku kesal “Aku sudah berulang kali mengingatkannya untuk tidak terlambat tapi ia tetap saja mengulanginya” kata ibu ku yang ikutan kesal “Wait ma..” kataku kaget ketika papa sudah tiba-tiba ada ditempatku “Kenapa Di?” “Papa sudah tepat ada disampingku, bye ma kutelepon lagi nanti.....

Ketika hujan ..

Ibarat air yang jatuh ketanah mengalir begitu saja ke tepi yang lebih rendah, itulah perasaanku sabtu lalu ketika mengunjungi tempat kelahiranku. Mengalir perlahan dengan indah dan apa adanya. Ketika aku dan suamiku menyusuri dengan motor, perlahan menuju daerah Cempaka Putih tempat dimana aku dilahirkan dan dibesarkan. Rasanya sudah lama tidak berkunjung kesana padahal baru saja aku pindah 7 bulan lalu. Lama ku tak mengunjunginya hanya sedikit yang berubah, rumah tua tempat kelahiranku dan tempat aku tumbuh lama sudah di beli oleh Ko' Seki cina hokkian yang rumahnya tidak jauh dari rumah lamaku. Rumah itu sudah direnovasi sana sini, banyak sekali yang berubah, sudah dipasangi pagar besi tempa, di cat ulang, dan dipasangi lampu penerang di terasnya. Dulu waktu kami sekeluarga masih menempati rumah itu, sebenarnya ayahku sudah memasangi pagar buatannya sendiri. Pagar itu terbuat dari bambu yang dibelah dua dan dirangkai indah, tidak ketinggalan bambu itupun di cat agar kelih...