Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

Satu kali lagi

Dalam perjalanan di bis tengah malam menuju Jombang beberapa minggu lalu, sosok berpakaian lusuh seperti pengemis yang duduk di samping saya memberi permen tolak angin yang mungkin hanya itu yang dia punyai.   Dia tahu saya sedang tak enak badan dan sakit kepala, dan sudah pasti saya membutuhkan permen itu. Dia tahu dia sudah tak punya apa-apa, bahkan wajahnya pun menampakkan dia sangat lapar. Tapi dia rela memberi benda kecil yang mungkin harta satu-satunya itu, yang bahkan saya bisa membelinya berbungkus-bungkus jika saya bertemu pedagang yang menjajakannya.   Saya malu pada diri sendiri, saya sering menolak memberi pada pengemis padahal saya punya uang untuknya.   Dari situ saya petik pelajaran berharga, relakah kita memberi kepada orang yang membutuhkan sekali pun hanya itu satu-satunya milik kita? ..   Tuhan, pertemukan saya sekali lagi dengannya, saya ingin berterima kasih sebesar-besarnya. Saya malu sekali, saya malu pada keangkuhan saya, saya...

Move On

Dulu aku penyuka malam, senang diselimuti kegelapan, namun merasa sepi dan sedih. Membohongi hati meyakini diri bahwa malam itu indah, dan aku ubah sukaku. Aku kini penyuka siang, ditemani hangatnya pagi, cerahnya siang, dan sejuknya sore. Bahagia karena mentari selalu ada untuk kehidupan. -DZ, kontemplasi diri. First , I love the night , happy in the blanket of darkness , but i feel lonely and sad . Deceive the hearts to believe   that night was wonderful , and I change my love . N ow i like daylight , accompanied by warm morning , bright day , and the cool afternoon . Happy because the sun is always there for life . - my contemplation