Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

So What?

Kawan, ijinkan saya share tentang sedikit permasalahan yang sedang saya hadapi. Biarlah saya di cap sebagai tukang curcol, karena saya butuh pendapat kawan tentang ini. Begini permasalahannya.. Saya sebagai orang muslim bukan berarti saya tidak pernah mempelajari agama lain. Jujur saja, saya pernah meminjam injil dari sahabat saya yang belum saya pulangin sampe sekarang :P hanya karena saya butuh sebagai bahan di salah satu novel yang sedang saya buat. Novel itu menceritakan tentang komunitas rahasia di Jakarta yang mengikuti paham satanic. Komunitas itu memuja iblis-iblis yang namanya tercatat dalam buku kuno the lesser key of Solomon, buku yang mengkisahkan tentang Solomon yang mempunyai kerajaan jin dan iblis, Solomon yang menguasai raja jin dan iblis untuk menjadi pasukannya. Solomon yang hebat yang mengunci iblis dan jin agar patuh padanya. Dan dari buku itulah saya kisahkan komunitas yang menggunakan mantra-mantra dalam buku itu dan menjadikan jin dan iblis sebagai pasuk...

Where do you go?

Seperti barang tak terpakai, tersimpan di gudang yang gelap dan berdebu, terkunci rapat hingga usang. Entah sampai kapan harus menunggu, barang tak punya kaki, tak punya tangan untuk berpindah sendiri, yang tersisa hanya tinggal harapan, yang mungkin takkan kunjung datang. Seperti gurun pasir pengharap hujan, gersang, panas, penuh terik, hanya menunggu harapan kosong yang tak tahu kapan kan datang. Seperti tempat terasing di planet yang terjauh dari mentari, dingin, ber-es, sepi, senyap, tak ada kehidupan, menanti mendapatkan setitik cahaya matahari agar mencairkan bekunya es, hanya menunggu, entah kapan datang cahaya itu. Seperti rumah kosong tak berpenghuni, berdebu, kotor, usang, barang-barang rongsokan berserakan, sepi menunggu sang manusia yang akan menghuninya, entah sampai kapan.. Seperti langit tanpa awan, kosong, melompong, tak ada angin, tak ada hiasan, tak ada hujan, tak ada pelangi, tak ada badai, hanya biru datar, entah kapan terisi dengan indahnya warna p...