Ada kenangan yang terlintas ketika mata kami saling terpaut. 10 detik hanya waktu sebentar, tapi 10 tahun adalah waktu yang lama. 1 dekade kebersamaan dan 10 detik waktu yang tersisa untuk perpisahan ini. aku hanya sekali berkedip padanya, mengangguk meyakinkan bahwa kita pasti bisa, walau aku tahu itu hanya menipu hatiku. Berusaha meyakinkan pikiranku bahwa semua ini memang takdir yang harus dilalui. 10 tahun lalu, aku masih anak ABG yang masih belum mengenal apa itu cinta sejati, masih duduk di bangku kelas 2 SMU, duduk bersebelahan dengannya. Masih ingat ketika aku baru memulai hari pertama di sekolah, dia adalah anak baru di sekolah kami, baru pindah dari luar kota. Masih kuingat hangat tangannya ketika tangan kami berjabat sebagai pertanda perkenalan pertama. “Hai..” sapanya “Namaku Nadine..” tambahnya. Nadine, seperti namanya yang cantik, wajahnya pun cantik. Giginya berbaris rapi, tak mengenakan kawat gigi sepertiku. Kulit wajahnya bersih tanpa nod...