Langsung ke konten utama

True Love

Ada kenangan yang terlintas ketika mata kami saling terpaut. 10 detik hanya waktu sebentar, tapi 10 tahun adalah waktu yang lama. 1 dekade kebersamaan dan 10 detik waktu yang tersisa untuk perpisahan ini. aku hanya sekali berkedip padanya, mengangguk meyakinkan bahwa kita pasti bisa, walau aku tahu itu hanya menipu hatiku. Berusaha meyakinkan pikiranku bahwa semua ini memang takdir yang harus dilalui.

10 tahun lalu, aku masih anak ABG yang masih belum mengenal apa itu cinta sejati, masih duduk di bangku kelas 2 SMU, duduk bersebelahan dengannya.

Masih ingat ketika aku baru memulai hari pertama di sekolah, dia adalah anak baru di sekolah kami, baru pindah dari luar kota. Masih kuingat hangat tangannya ketika tangan kami berjabat sebagai pertanda perkenalan pertama.

“Hai..” sapanya

“Namaku Nadine..” tambahnya.

Nadine, seperti namanya yang cantik, wajahnya pun cantik. Giginya berbaris rapi, tak mengenakan kawat gigi sepertiku. Kulit wajahnya bersih tanpa noda jerawat seperti anak puber kebanyakan. Jantungku berdegup ketika dia harus mengisi bangku kosong di sebelahku.

Kami akhirnya resmi menjadi teman semeja. Hari demi hari kami lalui bersama menjadi sahabat karib. Kami sempat membuat gank binal. Yups, nama itu sengaja kami namai karena kami memang murid murid nakal yang suka membolos untuk merokok di warung belakang sekolah.

Nadine memang supel, banyak laki-laki yang menyukainya. Kenakalan masa SMU kami berlanjut hingga ke bangku kuliah, laki-laki demi laki-laki terus bergantian menjadi pacarnya, dari SMU hingga kuliah dia sukses menjadi bintang.

Entahlah dimana cinta itu dimulai pada saat apa, mungkin sejak jabat tangan pertama kali di SMU, atau saat-saat kebersamaan yang akrab dimulai. Yang jelas aku tak mampu berpisah dengannya. Walau aku tahu dia mencintai laki-laki lain, kemudian pacaran dengannya, lalu putus dan menangis bersamaku, terus berulang kejadian itu hingga saat dia memutuskan untuk berhenti berpetualang cinta dan ingin menikah dengan pacar terakhirnya.
Mendengar hal itu, aku marah padanya, karena dia memutuskan hidup dengan lelaki yang dicintainya itu. Aku marah besar, marah padanya dan diriku. Aku menarik tubuhnya, menciumi lehernya, agar dia ingat akan kehangatan cintaku yang tak pernah pudar. Sempat dia menolak, berontak melepas pelukan dan ciumanku, tapi aku menahan tangannya, tak ingin melepaskannya begitu saja.

“Gue nggak bisa..” katanya

“Nadine, lo selalu bilang cinta gue..” aku memohon, agar dia mau meninggalkan lelaki yang melamarnya itu.

“Please, ngertiin gue..” dia terisak

Air matanya keluar membasahi pipinya yang merah. Aku membelai pipi basah itu, mengusapnya dengan punggung lenganku.

“Nadine, gue cinta elo..”

“Gue tahu..” jawabnya.

Aku mencium bibirnya, dan dia pun membalasnya. Aku tahu aku harus menerima kenyataan pahit ini, nyatanya bahwa dia memang bukan untukku, Tuhan yang tak adil memberi semua derita ini padaku. Aku mengamuk dalam hati, memaki akan takdir kejam yang dibebankan Tuhan untukku.

Aku melepaskan ciumanku, melangkah meninggalkan Nadine yang berdiri di tengah pendopo dalam taman.

“Mau kemana? Ini hujan..” tanya nya

Aku berlari meninggalkannya, mengendarai motorku dengan kecepatan tinggi di bawah derasnya hujan, meninggalkan dirinya sendirian di taman sepi itu. Aku tak bisa lagi hidup di dunia ini, patah hati terlalu sakit ku terima, terlalu pedih ku rasakan.

Aku teriak di rimba hujan, memaki dan terus memaki pada Tuhan.

Aku menghilang beberapa waktu, tak menerima panggilan teleponnya, tak membalas SMSnya. Hingga aku membaca surat undangan pernikahan yang datang ke rumahku. Tertera nama Nadine dan Arga, lelaki yang merebut Nadine dari pelukanku.

Dan kini, waktu itu tiba.  Aku menghadiri akad nikah Nadine. Dia duduk tak jauh dari ku, aku dan dirinya berhadapan di selangi oleh ayahnya dan penghulu. Dia sangat cantik, mengenakan kebaya khas Jawa sesuai dengan suku Ayahnya. Rambutnya yang coklat tampak disanggul ditutupi dengan untaian melati yang makin mempercantiknya. Ah Nadine, aku takkan bisa melupakan kecantikan wajahmu, jantung ku berdegup kencang. Aku semakin berat melepasnya. Tapi perang pikiran terus berdebat dalam otakku.

Aku menatap wajahnya selama 10 detik. Aku tahu aku takkan sanggup melepasnya, cintaku padanya sudah mendarah daging selama 10 tahun terakhir ini. Aku tak bisa merelakannya dengan lelaki itu. Tapi sahabat kami, Desta menggenggam tanganku, berbisik ringan di telingaku.

“Relakan dia, Tasya..”



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korea oh Korea

Hi all ^^. Berhubung gue lagi suka banget sama yang berbau Korea gue mau copast beberapa hal yang lagi gue sukai. ^^ Lagu yang lagi gue suka. Lagu lama siih, tapi gue masih suka aja, lagu ini adalah original soundtrack dari film lama korea yang judulnya Full House. Dengan bintang kesukaan gue, yakni RAIN! ^^. Synopsis A story about love and heartbreak, sadness and self-preservation.A naive, cheerful albeit, somewhat of a recluse writer, Han Ji Eun (Song Hye Gyo) is swindled out of everything she owns. Not by strangers, but her best friends! Stranded in another country, she is determined to get home with the help of an actor, Lee Young Jae (Bi), only to find that all which is precious to her has been sold. In an attempt to get her possessions back, she has entered in a contract marriage with Young Jae. It is quite simple, until feelings start to develop. Everyone around them test the “love” Young Jae and Ji Eun have for one another, including Young Jae’s grandmother.In spite of it all, ...

Kutukan Maut Berantai

Dapat kutukan maut dari si RIU , yah mau gimana lagi.. Belum diselesaikan kutukannya eh dapat lagi kutukan dari YUDI dan TEBEH . Arh, sial -______-". Karena isi kutukannya harus membuka kartu 11 FACT ABOUT ME, okay here we go... 1. Gue sangat membenci KECOA. I hate you paparoach! Gue harap lo punah kayak dinosaurus. 2.Gue tipe orang yang berpikir nggak ada duit = dunia datar. Yah walau ada pepatah uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang bro. *Astajim, matre amat gue -______-" 3.Walau gue nggak begitu suka buku Twilight Saga, tapi sumpah gue suka banget sama si Edward Cullen, gue suka cowok romantis, ganteng, baik hati, tidak sombong, keren dan terutama RICH. *masih matre juga gue -____-" 4. Walau gue suka banget horror, uka-uka, adrenaline pumping, tapi gue penakut abis sama hal-hal ghaib. Gue mudah parnoan kalau ngeliat yang sekelebat nggak jelas. 5. Gue takut air yang banyak. Misalnya kolam renang, laut, danau,, sungai. Gue hanya berani di pinggir-...

PERGI

Kemana perginya? Ada tanya dalam lara Hati hampa menanyakan penghuninya Kosong Biarlah berpura pura  Bahwa bahagia ada Kosong Pakai dulu topengnya agar mereka tak tahu bahwa itu hanya omong kosong Dan tersenyumlah bahwa semua akan aman saja Mungkin tak sama Bahwa hati ini miliknya, dan hatimu milikku..