Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2014

SADAR

Aku melirik jam dinding, rasa kantuk masih menyelimuti mataku. Huuft, baru jam 22.00. Tapi jam segini sudah terbangun. Rasanya harus memulai lagi rutinitas sepi. Entah mengapa beberapa waktu ini hidupku berubah, aku tak ingat mengapa aku yang tak pernah tidur lebih dari jam 09 malam kini menjadi berubah menjadi seperti orang yang mengalami insomnia. Sekarang aku selalu terbangun pukul 22.00. Dan mataku terjaga hingga pukul 04.00 pagi. Lalu, aku tertidur kembali hingga malam harinya dan terbangun lagi pukul 22.00. Karena perubahan waktu itu, aku jadi tak lagi menjadi orang normal. Setiap hari seperti itu, tak lagi menjalani rutinitasku seperti sebelumnya. Kuliah dan menghabiskan jatah bulanan ayah di rumah yang diwariskannya untukku di kota Bandung ini. Rumah tampak sepi, bi Inah sudah pergi pastinya. Dia selalu pergi sebelum aku terbangun, dia menyiapkan segelas susu, kue dan bunga sedap malam yang kusukai. Aku bangkit dari tempat tidurku, menjejakkan kaki dan melangkah ke dapur,...

PELUK - Dee Lestari

Ada keanehan yang menyembul keluar dan kini menguasai pikiranku, yang membuat aku berjarak dengan diriku sendiri dan memunculkan satu tanya: mengapa kulakukan ini? Keanehan lain menyusul, yakni jawaban muncul dengan sendirinya tanpa proses berpikir: memang ini jalannya. Itukah yang dinamakan firasat? Menahun sudah aku tahu, hari ini akan tiba. Tapi bagaimana bisa pernah kujelaskan? Aku menyayangimu seperti kusayangi diriku sendiri. Bagaimana bisa kita ingin pisah dengan diri sendiri? Barangkali itulah mengapa kematian ada, aku menduga. Mengapa kita mengenal konsep berpisah dan bersua. Terkadang kita memang harus berpisah dengan diri kita sendiri; dengan proyeksi. Diri yang telah menjelma menjadi manusia yang kita cinta. Sedari tadi kamu seperti orang kesakitan, merangkul erat badanmu sendiri dengan mulut terkatup rapat dan rahang mengencang. Aku ingin bilang, aku paham kenapa kamu sakit. Namun tak sepatah katapun keluar. Aku ingin bilang, aku sakit melihat kamu sakit. ...