Beberapa hari ini saya terkena dilema berat, di kantor saya terpanggil untuk melaksanakan tugas belajar semi militer yang disebut dengan samapta. Sudah jadi kewajiban sebagai pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mengikuti samapta ini. Samapta adalah sejenis pelatihan militer yang hampir seluruhnya menguji fisik dan mental. Pada samapta, peserta akan diajarkan dari cara memegang senjata hingga menembakkannya, juga diajarkan baris berbaris layaknya militer. Selain itu samapta juga akan melatih fisik dengan push up, sit up, lari, nyebur dalam got, dll. Sudah menjadi persyaratan samapta adalah peserta diisolasikan dalam barak/mess selama lima minggu dan tidak boleh terhubung dengan dunia luar termasuk keluarga kita. Peserta tidak boleh menerima telepon apalagi bisa menelepon selama pelatihan samapta. Ini mengakibatkan sungguh beratnya pelatihan apalagi yang sudah berkeluarga seperti saya. Saya pribadi kalau boleh memilih saya tidak mau menjalani samapta, tapi apa b...
catatan seorang pecinta kopi, teh, hujan dan travelling.