Mendaki gunung mengarungi laut (emangnya lagu ninja hatori, hehehe...) Mengarungi kota yang luas, yang dirimbuni oleh gedung gedung bertingkat dan jalan yang tak berujung, Dadang alias kutangmen kecapean. Setiba disuatu sudut kota yang agak kumuh dekat salah satu stasiun, Dadang melepas lelah. Dihirupnya kutang si Leila, anak tetangga yang sudah lama dia taksir untuk penyemangat petualangannya dikota besar. Ibu ibu pemilik warung tempat Dadang melepas lelah pun merasa terharu melihat Dadang yang kurus kering dan tampak kelaparan itu. Dadangpun diberi makan, namun Dadang menolak nasi pemberian ibu itu. Berikut percakapan Dadang dan ibu itu. Ibu pemilik warung(IBW) : nak, kamu laper ya? Nih ada makanan seadanya. (sambil menyodorkan piring berisi nasi dan lauk ikan asin dan sambel, kaya nasi kucing gitu) Dadang: Gak, makasi bu.. IBW: Loh kamu sepertinya lapar? Dadang: Gak ah bu, makasih..Saya hanya perlu kutang segar (kata Dadang malu2) IBW: HEH? (kaget, untungnya ga kena serangan ...
catatan seorang pecinta kopi, teh, hujan dan travelling.