Langsung ke konten utama

Sabar yaaaaa...

Week end lalu hari yang sangat melelahkan buat saya. Dari pagi saya sudah kerumah si dia untuk ikut acara keluarganya di daerah Tangerang bersama orang tuanya. Dari sana saya kerumah tante saya yang sedang sakit didaerah Karawaci, dan malam nya ke RS daerah Tg Priok untuk menjenguk temannya, maksud saya sahabatnya yang sedang koma. Saya tidak mengerti, saya melihatnya menangis ketika mendengar kabar tentang sahabatnya sore itu. Saya tidak mengerti, mengapa dia menangis? pernah dia menangis ketika menceritakan tentang sahabatnya itu. Sungguh saya tidak mengerti. Sampai sebegitu berartinya kah sahabatnya itu baginya? Saya paham betul bagaimana menghadapi situasi ketika orang yang disayang berada dalam musibah. Saya sangat paham. Bertahun2 ayah saya masuk keluar RS, sempat sakit parah, sembuh, sakit, sembuh dan akhirnya pergi untuk selamanya. Dan abang saya sakit, koma, sadar, dan pergi juga untuk selamanya. Saya mengerti mungkin bagi sebagian orang yang mengenal saya, saya ini orangnya sombong,angkuh dan kuat. Tapi memang jujur saja. Ketika ayah saya sakit di RS. Saya tidak menangis. Malah saya sibuk wara wiri mengurus administrasi dan membeli obat. Dan ketika abang saya masuk RS pun saya yang sibuk mengurus administrasi dan jaga malam. Ketika saya mendapati ayah saya sudah tidak ada dikamar orang tua saya dirumah. Saat itu saya tidak menangis. Ntah kenapa saya juga bingung. Pada saat itu semuanya menangis, bahkan tetangga saya pun ikut menangis. Tapi saya cuma bisa diam. Tidak bicara apa2. Saya menahan kesedihan, amarah, dan kekecewaan saya. Saat itu saya seperti merasa Allah tidak adil kepada saya. Sebelum saya kehilangan ayah saya, saya kehilangan seseorang yang amat sangat saya cintai. Dia kekasih saya, yang pergi karena OD. Sejak saat itu, saya sangat membenci user.
Setelah kehilangan kekasih, ayah, dan abang saya, saya sangat paham betul bagaimana yang namanya kehilangan. Maka ketika si dia menangis, saya paham perasaan dia. Hanya saja yang saya tidak mengerti, dia menangisi seseorang yang bukan pacarnya,dan bukan keluarganya. Dan tiba2 saya isenk bertanya, kalau kamu kehilangan saya, apa kamu akan menangisi saya juga? Dia bilang ntah lah. Baguslah kalau kamu tidak menangisi saya. Karena yang saya inginkan adalah ketika saya pergi, saya tidak mau membuat orang bersedih. Tak boleh ada yang menangisi saya. Karena saya paham betul bagaimana rasanya kehilangan, makanya saya tidak mau orang yang saya sayang mengalami perasaan yang sudah saya alami itu. Dan dia terheran, kenapa saya bicara seperti itu. Kesannya saya seperti cemburu dan tidak suka kalau dia kawatir terhadap orang lain. Saya bilang ini bukan cemburu, kalau saya cemburu saya akan melarang kamu untuk menjenguknya setiap hari bahkan sampai mengorbankan pekerjaan mu. Tapi saya hanya ingin meninggalkan pesan, bila suatu saat nanti saya yang pergi duluan daripada kamu, tolong jangan tangisi saya. Karena saya tidak mau kamu merasakan apa yang sudah saya alami sebelumnya. Saya paham dengan perasaan yang teramat sesak didada itu. Itu maksud saya. Dan itupun berlaku untuk siapa saja yang menyayangi saya. Karena yang saya inginkan., bila sudah waktunya saya. Saya ingin pergi dengan tenang.
--
Dan dia terdiam. Saya tahu, dia tidak suka jika saya berbicara tentang itu. Tapi nyawa bisa diambil kapan saja. Sebelum saya terlupa, jadi saya bicara duluan sebelum semuanya cuma bisa jadi tanda tanya. Maaf kan saya ya sayang..bukan untuk mebuat mu tambah bersedih, hanya saja ingin melatih mu agar lebih kuat menghadapi sesuatu. Manusia tidak ada yang pernah bisa bilang dirinya siap menghadapi apapun didunia ini. Karena semuanya datang tanpa pemberitahuan, tanpa tanda dan tanpa peringatan. Kamu sudah seharusnya mempersiapkan hati sejak dini untuk jauh lebih kuat, tawakal dan berserah diri kepada ALLAH..


keep strong, percayalah..apapun yang terjadi pada sahabatmu, itu adalah yang terbaik buat dia.. Karena ALLAH akan selalu memberi yang terbaik untuk umat NYA...remember that honey..

I love u so much..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...