Langsung ke konten utama

Ngomong Sendiri


Siang tadi saya makan siang dengan Kamandaka, Banyak obrolan yang kami lontarkan karena sudah lama kami tidak bertukar cerita. Salah satunya adalah petualangan Kamandaka dan teman-temannya menjelajahi wilayah Majalengka dan pelosok Bandung.

Kamandaka bilang dia menemukan sebuah desa bernama Sukakangen, nama jalannya juga kebanyakan memakai kata ‘kangen’. Kalau kita berpikir sepintas, kangen dimaksud adalah merindukan seseorang/sesuatu. Saya berpikir mungkin para tetua menamakan desa itu bermaksud agar para perantau yang berasal dari desa itu selalu merindukan desanya. Tapi Kamandaka tidak sependapat dengan pemikiran saya, dia bilang kalau asal mulanya karena didekat desa itu ada suatu situs sejarah berupa pemandian yang disucikan oleh tetua jaman dulu. Sebut saja tetua itu bernama kanjeng kangen, kanjeng kangen ini membuat situs pemandian seperti pemandian pada umumnya namun bedanya jika kita mandi di situ, atau sekedar mencuci muka dan menyebutkan dalam hati orang yang kita suka maka orang itu akan selalu merindukan kita. Jadilah nama desa itu desa Sukakangen, karena situs bersejarah itu.

Kalau dari kacamata Kamandaka sang dukun gaul itu, tentu saja itu berkaitan dengan ilmu pelet/pengasihan. Sepintas sih saya tertarik kepingin membasuh muka lalu memikirkan uang, siapa tahu uang jadi kangen dengan saya lalu menempel/datang terus ke saya.. Hehehe :P

Lalu ketika Kamandaka selesai menceritakan petualangannya saya merasa sedih, karena saya tidak ada lagi dalam ceritanya, pikir saya ‘Kamandaka enak, dia bebas pergi kemana saja dia mau, kemana saja dia suka, bebas melakukan apa saja sesukanya.’ Entah setan mana yang merasuki otak saya hingga saya berpikiran seperti itu, seakan saya tidak bersyukur dengan apa yang saya punyai sekarang, sebuah keluarga kecil bahagia.

Lalu saya bilang sama Kamandaka ‘Kang, kemarin aku ke Cirebon kenapa Akang nggak ikutan sama aku dan Didi untuk sama-sama berpetualang?’

Kamandaka gugup, saya tahu sebenarnya dia ingin, hanya saja sekarang dia tahu saya sudah bukan yang dulu. Saya dulu bisa ‘gila’, bisa serampangan, sementara saya yang sekarang, hidup serius dalam keseharian sudah pasti nggak akan seasik dulu lagi untuk diajak berpetualang. Dan apalagi saya mengajak suami, sudah pasti akan kaku.

Hidup serius? Memangnya dulu nggak serius?

Hidup serius maksud saya adalah bekerja, menjadi istri, ibu dan mengatur rumah tangga sebaik mungkin, tak ada kesenangan sendiri yang saya jalani. Bukan berarti saya tidak bahagia saat ini, hanya saja saya bahagia dengan cara yang berbeda dengan yang dulu, saya bahagia tidak dengan berpetualang lagi bersama Kamandaka.

Hidup serius saya sekarang ditambah lagi dengan obsesi saya membangun rumah tinggal untuk keluarga saya, dan mengejar penerbit untuk menerbitkan tulisan saya.

Hey, tunggu dulu..

‘Itulah yang saya maksud’, kata saya dalam hati. Obsesi itulah yang menghancurkan saya.

Saya sering berkata saya ingin menjadi penulis, saya ingin membangun rumah hasil design saya. Tapi saya tidak berkeinginan dengan hati saya, itu semua adalah dari pemikiran saya. Makanya itulah membuat tulisan saya ‘mati’, bahkan saya berhenti menulis untuk beberapa waktu yang lama, dan bahkan rumah design saya seperti tak bernyawa.

Obsesi ini ternyata menghancurkan saya tanpa saya sadari. Kenapa saya tidak menjalaninya dengan hati? Kenapa saya tidak menggapainya dengan perlahan?

Ah, ya sudahlah.. Kalau sudah sadar begini saya harus kembali ke 0 lagi. Setidaknya saya kembali ke titik di mana saya menyukai menulis, titik di mana tidak ada aturan yang berkeliling di otak saya yang mengatur jalan tulisan agar seperti yang penerbit mau. Dan saya ingin kembali menjalani hobi saya mendesign rumah simple mungil tapi multi fungsi..

‘Semangat’, jangan pergi lagi yah.. Please stay tune..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korea oh Korea

Hi all ^^. Berhubung gue lagi suka banget sama yang berbau Korea gue mau copast beberapa hal yang lagi gue sukai. ^^ Lagu yang lagi gue suka. Lagu lama siih, tapi gue masih suka aja, lagu ini adalah original soundtrack dari film lama korea yang judulnya Full House. Dengan bintang kesukaan gue, yakni RAIN! ^^. Synopsis A story about love and heartbreak, sadness and self-preservation.A naive, cheerful albeit, somewhat of a recluse writer, Han Ji Eun (Song Hye Gyo) is swindled out of everything she owns. Not by strangers, but her best friends! Stranded in another country, she is determined to get home with the help of an actor, Lee Young Jae (Bi), only to find that all which is precious to her has been sold. In an attempt to get her possessions back, she has entered in a contract marriage with Young Jae. It is quite simple, until feelings start to develop. Everyone around them test the “love” Young Jae and Ji Eun have for one another, including Young Jae’s grandmother.In spite of it all, ...

Kutukan Maut Berantai

Dapat kutukan maut dari si RIU , yah mau gimana lagi.. Belum diselesaikan kutukannya eh dapat lagi kutukan dari YUDI dan TEBEH . Arh, sial -______-". Karena isi kutukannya harus membuka kartu 11 FACT ABOUT ME, okay here we go... 1. Gue sangat membenci KECOA. I hate you paparoach! Gue harap lo punah kayak dinosaurus. 2.Gue tipe orang yang berpikir nggak ada duit = dunia datar. Yah walau ada pepatah uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang bro. *Astajim, matre amat gue -______-" 3.Walau gue nggak begitu suka buku Twilight Saga, tapi sumpah gue suka banget sama si Edward Cullen, gue suka cowok romantis, ganteng, baik hati, tidak sombong, keren dan terutama RICH. *masih matre juga gue -____-" 4. Walau gue suka banget horror, uka-uka, adrenaline pumping, tapi gue penakut abis sama hal-hal ghaib. Gue mudah parnoan kalau ngeliat yang sekelebat nggak jelas. 5. Gue takut air yang banyak. Misalnya kolam renang, laut, danau,, sungai. Gue hanya berani di pinggir-...

PERGI

Kemana perginya? Ada tanya dalam lara Hati hampa menanyakan penghuninya Kosong Biarlah berpura pura  Bahwa bahagia ada Kosong Pakai dulu topengnya agar mereka tak tahu bahwa itu hanya omong kosong Dan tersenyumlah bahwa semua akan aman saja Mungkin tak sama Bahwa hati ini miliknya, dan hatimu milikku..