Langsung ke konten utama

1 tahun untuk selamanya.

Tak terasa, sebentar lagi usiamu satu tahun, nak. 20 bulan lalu, saat ibu baru menikah dengan ayahmu, pernikahan yang baru berjalan beberapa minggu, ibu mengalami kejadian yang sangat luar biasa. Kamu ada dalam perut ibu, ibu terkejut, tak menyangka Allah memberi anugerah sekejab ini. Belum habis kebahagiaan ibu akan pernikaha, lalu kehadiranmu pun melengkapinya.
 
Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, kamu semakin tumbuh. Dari hanya besar beberapa senti lalu menjadi berpuluh senti. Gerakmu dalam perut ibu semakin terasa, semakin aktif hingga kamu tidak banyak bergerak lagi. Menandakan bahwa sudah waktunya kamu hadir di dunia.
 
Lalu dokter menetapkan tanggal kelahiranmu 3 minggu lebih cepat dari perkiraan lahirmu. Dikarenakan kondisi ibu yang semakin drop karena menahan sakit pada panggul tulang belakang akibat scoliosis ibu, dan karena kamu pun tak bisa dilahirkan normal karena tali pusar yang pendek.
 
Pada tanggal 5 Oktober 2011, ibu menjalani operasi Sectio Cesar. Operasi ini dilakukan pukul 07.00. Dan kamu dilahirkan pukul 07.31 pagi.
 
Air mata ibu dan ayah berlinang saat menatapmu untuk pertama kalinya setelah kami bersabar menunggumu selama 9 bulan.
 
Tangismu membahana, lalu ayah mengumandangkan adzan di telingamu. Pertanda bahwa kamu dilahirkan dari orang tua muslim dan kelak kamu akan menjadi muslim yang taat, yang selalu menjalani perintah Allah dan akhlakmu sebaik Rasulullah.
 
Empat hari setelah kamu lahir, ibu mengalami goncangan batin, tepatnya adalah baby blues. Ibu juga tak mengira akan mengalami itu. Tapi ibu berusaha melawannya. Lalu ketika usiamu mencapai 1 minggu, ketika saatnya kamu diimunisasi untuk pertama kalinya dokter anak memvonismu kuning. Bilurubinmu tinggi mencapai 19 hingga kamu harus di blue ray. Karena harus di blue ray selama 5 hari, dan kamu menginap di rumah sakit, ibu menderita. Ibu tak bisa tidur tanpamu, dan baby blues ibu pun hilang.
 
Setelah 5 hari kamu di blue ray akhirnya kamu pulang, ibu sangat bahagia bisa bersama mu lagi.
 
Hari pun ibu lalui bersamamu, ibu selalu ingin berada di sampingmu, selalu ada ketika kamu membuka mata di pagi hari.
 
Perkembangan demi perkembangan kamu lalui, dari menegakkan kepala, tengkurap, berguling-guling, bicara ngoceh, hingga belajar titah dan tumbuh gigi kamu alami.
 
Ibu ingin selalu ada di dekatmu ketika kamu mengalami perkembangan hidup. Layaknya manusia lain, ketika kamu belajar jalan nanti, pasti akan jatuh, pasti akan terluka dan menangis, tapi kamu jangan menyerah nak, teruslah berjalan, teruslah berlari hingga kamu bisa lompat setinggi cita-citamu nanti.
 
Kelak nanti kamu masuk sekolah, pada hari pertama ibu akan mendampingimu, kelak kamu belajar naik sepeda ibu pasti akan mengajarimu, kelak kamu akan tanggal gigi dan tumbuh gigi permanen, ibu akan ada di sampingmu.
 
Saat kamu lulus sekolah nanti, menjalani perkuliahan, atau bahkan kamu akan bekerja juga, saat ada orang-orang yang berusaha menjatuhkanmu, jangan menyerah nak, ingat saat kamu belajar jalan sewaktu kecil, kamu jatuh lalu kemudian kamu bangkit dan mencoba berjalan lagi. Saat kamu kehilangan orang yang kamu kasihi, jangan larut bersedih nak, ingat saat gigimu tanggal dan tumbuh gigi permanen, sakitnya hanya sementara, kemudian kamu akan melanjutkan hidup.
 
Surat ini ibu tulis untuk kamu, kelak kamu bisa membacanya, kelak kamu bisa memahaminya dengan batin yang bahagia.
 
Berdoalah selalu nak, berakhlaklah seperti Rasulullah, jadikan ibu dan ayah menjadi orang tua paling bahagia nomer satu di dunia karena mengasuh anak yang berakhlak seperti Rasulullah.

 


 
 
 
 
Jakarta, September 2012
 
Ibu
 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...