Langsung ke konten utama

Postingan

SADAR

Aku melirik jam dinding, rasa kantuk masih menyelimuti mataku. Huuft, baru jam 22.00. Tapi jam segini sudah terbangun. Rasanya harus memulai lagi rutinitas sepi. Entah mengapa beberapa waktu ini hidupku berubah, aku tak ingat mengapa aku yang tak pernah tidur lebih dari jam 09 malam kini menjadi berubah menjadi seperti orang yang mengalami insomnia. Sekarang aku selalu terbangun pukul 22.00. Dan mataku terjaga hingga pukul 04.00 pagi. Lalu, aku tertidur kembali hingga malam harinya dan terbangun lagi pukul 22.00. Karena perubahan waktu itu, aku jadi tak lagi menjadi orang normal. Setiap hari seperti itu, tak lagi menjalani rutinitasku seperti sebelumnya. Kuliah dan menghabiskan jatah bulanan ayah di rumah yang diwariskannya untukku di kota Bandung ini. Rumah tampak sepi, bi Inah sudah pergi pastinya. Dia selalu pergi sebelum aku terbangun, dia menyiapkan segelas susu, kue dan bunga sedap malam yang kusukai. Aku bangkit dari tempat tidurku, menjejakkan kaki dan melangkah ke dapur,...

PELUK - Dee Lestari

Ada keanehan yang menyembul keluar dan kini menguasai pikiranku, yang membuat aku berjarak dengan diriku sendiri dan memunculkan satu tanya: mengapa kulakukan ini? Keanehan lain menyusul, yakni jawaban muncul dengan sendirinya tanpa proses berpikir: memang ini jalannya. Itukah yang dinamakan firasat? Menahun sudah aku tahu, hari ini akan tiba. Tapi bagaimana bisa pernah kujelaskan? Aku menyayangimu seperti kusayangi diriku sendiri. Bagaimana bisa kita ingin pisah dengan diri sendiri? Barangkali itulah mengapa kematian ada, aku menduga. Mengapa kita mengenal konsep berpisah dan bersua. Terkadang kita memang harus berpisah dengan diri kita sendiri; dengan proyeksi. Diri yang telah menjelma menjadi manusia yang kita cinta. Sedari tadi kamu seperti orang kesakitan, merangkul erat badanmu sendiri dengan mulut terkatup rapat dan rahang mengencang. Aku ingin bilang, aku paham kenapa kamu sakit. Namun tak sepatah katapun keluar. Aku ingin bilang, aku sakit melihat kamu sakit. ...

My New Design - Design rumah untuk tipe tanah hook 100m2 (8x12,5m)

Berhubung abis beli tanah ukuran 8x12,5 m (100m2) saya langsung gatel buka program design dan membuat rumah tapi hasilnya ini bukan rendering dari programnya, karena pas saya mau render, kompi tiba-tiba lemot... huuuft.... lamaaa banget saya nungguin render hampir 1 jam nggak kelar-kelar.. akhirnya cuma bisa printscreen dan hasil render seadanya aja.. Ini juga designnya unifurnished karena saya baru pindah kantor, belum download furniturenya.. Huuuft.... Nanti kalau ada waktu render yang bagus dan download furniture keren, saya akan melengkapinya... Kalau ada mau minta design-in silahkan kontak saya yaa... tenang sajaaa, saya bukan arsitek, jadi ga akan pake harga arsitek. hahahahhaa...    Rumah 1 lantai, hasil render ala kadarnya.  Rumah 2 lantai, hasil render ala kadarnya.

I NEED HOLIDAY!!!!!

Alhamdulillah setelah menjual tanah karena sakit dan butuh keperluan banyak, akhirnya sisa dari itu semua saya belikan tanah lagi walau nun jauh di sana alias di daerah Babelan Bekasi tempat jin buang anak, tempat para kunti diriin kerajaan, dan tempat para pembunuh buang mayat.. Hiii... Sebenernya sih nggak seserem itu, saya cuma lebay aja, wekekekeke... Gegara beli tanah ukuran 8 x 12,5m (luas 100m2) itulah jiwa design saya bangkit lagi, rasanya di kepala sudah mulai kepingin nyentuh program design andalan saya dan menenggelamkan diri berjam jam lamanya depan kompi. Tapi apa boleh buat, jangan untuk mendesign, untuk sekedar main game monopoli marble ajaa nggak ada waktu. Kerjaan lagi menggila, melindas waktu saya dengan keji, membuat pantat saya panas karena harus berlama-lama duduk di kursi ini, membuat tangan saya kram karena mengetik terus, hingga akhirnya saya memutuskan semua itu dan sekarang mau posting blog setelah sekian lama off. Huuft... Saya mau curhat apaan ya... ...

Selingkuh?

Beberapa bulan ini saya begitu banyak menerima curhatan dari teman-teman perempuan saya. Kebanyakan curhatannya seputar masalah rumah tangganya dengan suaminya. Memang tak bisa dipungkiri, masalah rumah tangga tak akan ada habisnya dan jika sudah selesai satu akan muncul masalah lain. Yah, namanya juga hidup, kalau tidak mau ada masalah ya tak usah hidup, begitu celotehan yang saya dengar dari mulut orang yang apatis terhadap kehidupan. Jadi ceritanya begini, ini bukan untuk membuka aib orang, saya hanya ingin sedikit share dan tentunya menggunakan nama samaran. Sebut saja teman perempuan itu namanya Ani, dia ini tipekal yang pendiam di luar, namun buas di dalam. Maksudnya, dia tipe alim yang orang lihat pasti akan bilang dia adalah perempuan yang baik-baik saja. Tak punya kehidupan liar di luar seperti menghabiskan waktu muda dengan dugem, senang-senang, gonta ganti pacar dll. Dan memang benar, teman saya si Ani ini memang kehidupan masa single nya baik-baik saja, dia nggak p...

Save Your Marriage

Setiap rumah tangga tak pernah luput dari prahara, setiap masalah silih berganti datang menerpa seperti badai yang menghantam. Seperti dalam rumah tangga saya, tak ada yang sempurna dalam kehidupan ini. Saat kita masih pacaran, segalanya serba indah. Apa yang ada di dirinya tak ada cela sedikit pun, semua serba sempurna seperti pangeran dari negeri impian. Begitu pun dengannya, dia pasti menganggap kita adalah seperti putri dari khayangan. Walau kita gendut, jelek, jerawatan, dan bawel, dia takkan melihat itu. Karena saat itu adalah masa di mana segalanya dibutakan oleh cinta. Ketika menikah, saat-saat penyesuaian pun dimulai. Hal yang tadinya kita abaikan dan kita anggap biasa saja, kemudian menjadi hal yang tak bisa kita terima. Sedikit saja cela dari nya kita kan protes. Lalu kita menuntut agar dia berubah seperti yang kita inginkan, sesuai ego kita. Tapi dia atau kita, hanya manusia biasa. Yang mana sudah mempunyai sifat, karakter dan prilaku masing-masing, kalau sudah...

Filosofi Monopoli

Hi friends, mungkin ini terakhir kalinya saya ngeblog mungkin juga nggak. Saya nggak tahu hidup ke depan seperti apa. Beberapa hari lalu, saya mendapatkan kabar yang amat menyedihkan, habibana guru mulia yang telah membimbing saya dengan berbagai tausyiahnya selama ini telah kembali ke pangkuan Allah, tak lain adalah Habib Munzir Al Musawa, beliau adalah pimpinan Majelis Rasulullah. Doa mengiringi kepergiannya, Al Fatihah. Hidup memang misteri, kita nggak tau apa yang akan terjadi sedetik, semenit atau beberapa jam kemudian. Selalu ada kejutan entah menyenangkan atau menyedihkan. Beberapa bulan lalu, saya berpikir, saya mungkin akan selamanya menjadi PNS di Kantor Pusat ini. Saya mungkin akan menjalani rutinitas yang membosankan, atau menyenangkan jika ada uang untuk jalan-jalan, karena saya nggak mungkin seharian di kantor tanpa pekerjaan yang tak ada untuk saya. Yups, sudah 10 bulan ini saya nyaris tak mengerjakan apa-apa di kantor. Semenjak pindah ke bagian baru, saya tak men...