Tak sempat ku mengucap maaf padamu Tak sempat ku mencurahkan sayang Tak sempat ku utarakan segenap rasa di hati Karena lidah ini terlalu sombong untuk mengucap Karena raga ini terlalu angkuh untuk memeluk Untuk mengatakan rasa yang hanya sampai dihati Hidup seperti labirin Mencari jalan keluar dan terjebak dalam gemelut luka dan duka tersamar suka dan tawa Keruh akan kemunafikan sisi dunia Jiwa mu sudah menemukan jalan keluar dari dunia ini Sudah bebas dan berjalan menuju ketenangan abadi disana Meninggalkan duka dan berjuta kenangan Yang tak sempat ku rewind dan kupelajari Tak sempat Terlalu angkuh raga ini Tak sempat Hingga kini ku tundukkan kepala Meneteskan air mata Tertunduk malu didepan nisan mu Meraih tanah yang masih merah Basah akan tangisan langit yang mengiringi perjalananmu Tak sempat ku mengucap Satu kata bernama sayang Tak sempat karena tertahan di bibir yang sombong Seribu penyesalan Sejuta amarah akan takdir Tuhan Mengatasi emosi Terkurung dalam kelut hidup Hingga tiba ...
catatan seorang pecinta kopi, teh, hujan dan travelling.