Langsung ke konten utama

Not just MONEY ..

Beberapa hari lalu saya mencoba mencari pekerjaan tambahan, karena begitu banyak kebutuhan yang mendesak saya mencari uang tambahan. Sebenarnya saya tidak menyukai bekerja double selain bisa membuat saya makin lelah, juga bisa membuat saya terbatas waktu bersama kekasih saya. Tapi akhirnya saya memberanikan diri untuk melamar ke http://www.karir.com/, dan kemudian teman saya menawarkan beberapa pekerjaan freelance.


Lalu saya menelepon salah satu diantaranya. Terdengar suara dari seberang telepon menjawab panggilan saya.


"Halo, bisa dibantu.." kata suara pria yang menjawab.


"Maaf, apakah ini nomer telepon yang membutuhkan tenaga kerja Public Relation?" tanya saya.


"Iya benar, ini dengan R. Maaf, ini dengan siapa?" tanya nya.


"Ini dengan Debby. Saya hendak melamar menjadi Public Relation. Apakah masih ada lowongan?"


"Masih ada. Anda punya Facebook? Biar saya lihat wajah anda dulu.."


Saya terdiam, apakah harus melihat Facebook dulu?


Beruntung saya punya dua account Facebook yang sebelumnya memang saya persiapkan untuk keperluan di luar dunia saya sehari-hari.


Lalu saya memberinya account yang tidak ada teman-teman di account satunya kecuali teman dekat saya.


Setelah itu dia menutup telepon.


Lalu beberapa jam kemudian dia memberi kabar bahwa saya di tunggu untuk bertemu pada week end di suatu Mall di pusat Jakarta.


Saya mengiyakan dan saya merasa harus bersiap untuk interview.


Lalu ketika hari itu tiba, pada beberapa jam sebelum pertemuan laki-laki itu SMS saya, mengatakan saya harus bernampilan menarik, memakai hak tinggi dan berpakaian seksi.


Saya terkejut.


Saya membalas SMS nya, dan bertanya apakah kalau berjilbab itu tidak masalah?


Dan dia menelepon saya dengan marah,


"Kenapa kamu tidak mengatakan bahwa kamu memakai jilbab?"


Saya bertanya kembali,


"Apakah harus?"


"Tentu saja, ini kan untuk entertainment, masa pakai jilbab?"


"Oh.. Kalau begitu saya mengundurkan diri saja. Saya pikir seorang Public Relation yang diperlukan hanya berpenampilan menarik, lugas, pandai berbicara dan pintar. Tidak harus berpakaian seksi kan?"


"Ya memang harus seperti itu, banyak kok yang memakai jilbab lalu mereka mau melepas jilbab nya.."


Saya berjengit. Mengernyitkan kening.


"Oke Pak terima kasih, saya tetap mengundurkan diri."


Klick.


Dia menutup teleponnya.


Sesaat saya merasakan jengkel, apakah image seorang Public Relation harus berpakaian seksi?


Saya sebagai orang yang pernah kuliah di Interstudi, dimana tempat para Public Relation handal bersekolah tidak pernah diajarkan harus berpakaian seksi. Atau mungkin saya yang tidak pernah mengikuti pelajaran dengan benar...


Lalu saya bercerita kepada kekasih saya, sesaat saya mencoba memancingnya dengan perkataan saya bersedia membuka jilbab saya untuk uang.


Lalu dia marah, dan mengatakan "hanya untuk uang kamu mengorbankan keyakinan?"


Saya tersenyum dan menjawab,


"Tentu tidak, sayang. Saya juga tidak mau..."


Lalu saya kembali teringat perkataan laki-laki itu. Hati saya pilu, melihat realita yang ada. Jika benar yang dikatakannya, mengapa mereka mau membuka jilbab mereka demi uang?


Mungkin, dunia makin gila. Dan saya harus membuka mata lebar-lebar, bahwa jaman sekarang tidak diperlukan lagi otak pintar, intelektual, dan berwawasan luas. Yang diperlukan adalah body seksi!



*Kesimpulan terakhir adalah bukan kesimpulan saya pribadi, tapi kesimpulan kebanyakan wanita yang sudah putus asa mencari pekerjaan hingga banyak yang mengorbankan keyakinan dengan membuka jilbab mereka..*


Sebenarnya, jika kita yakin bahwa Tuhan itu ada, tentu kita akan yakin bahwa Tuhan akan selalu mengatur rejeki untuk kita.
Lalu saya teringat kata-kata kakak saya,
Jika kita tidak pernah merasa susah, kita tidak akan bisa menikmati hidup enak. Karena semua itu adalah balancing, tanpa warna kita akan seperti kertas putih yang polos. Itulah hidup, kadang susah kadang senang tak perlu risau asal kita tidak melanggar batas dan keyakinan..

Komentar

  1. Ak ingin menyoroti beberapa kalimat dalam artikel di atas.

    "Lalu saya bercerita kepada kekasih saya, sesaat saya mencoba memancingnya dengan perkataan saya bersedia membuka jilbab saya untuk uang.
    Lalu dia marah, dan mengatakan "hanya untuk uang kamu mengorbankan keyakinan?"
    Saya tersenyum dan menjawab,
    "Tentu tidak, sayang. Saya juga tidak mau...""

    Mengorbankan keyakinan? Ak merasakan suatu ironi disini. Coba km&kekasih km pikir kembali&introspeksi diri. Apakah kalian sudah melaksanakan keyakinan mengenai hal itu dengan benar&tidak hanya sekedar berbicara mengatasnamakan keyakinan?
    Km pasti tahu maksudku.
    Jilbab tidak hanya menutup aurat saja tapi harus selalu diikuti dengan jilbab hati, pikiran, tutur kata,&perbuatan. Meski sebagai manusia kita tidaklah sempurna, tetapi hendaknya kita selalu berusaha untuk menjadi manusia yg tidak munafik.

    Kritik&saran ini kusampaikan, karena sebagai sesama kita harus saling mengingatkan, tetapi bukan menghakimi, dsb.

    BalasHapus
  2. Makasih sebelumnya, hanya saja mungkin baginya membuka jilbab sama saja membuka gerbang adanya kemungkinan mengorbankan keyakinan. Karena aku juga tidak mau buka jilbab hanya untuk uang..

    Sebelum memakai jilbab di kepala, memang seharusnya sudah memakaikan jilbab di hati. Tapi rupanya aku salah langkah. Mengjilbabkan kepala dulu, baru hati. Dan itu juga sedang dalam usaha.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korea oh Korea

Hi all ^^. Berhubung gue lagi suka banget sama yang berbau Korea gue mau copast beberapa hal yang lagi gue sukai. ^^ Lagu yang lagi gue suka. Lagu lama siih, tapi gue masih suka aja, lagu ini adalah original soundtrack dari film lama korea yang judulnya Full House. Dengan bintang kesukaan gue, yakni RAIN! ^^. Synopsis A story about love and heartbreak, sadness and self-preservation.A naive, cheerful albeit, somewhat of a recluse writer, Han Ji Eun (Song Hye Gyo) is swindled out of everything she owns. Not by strangers, but her best friends! Stranded in another country, she is determined to get home with the help of an actor, Lee Young Jae (Bi), only to find that all which is precious to her has been sold. In an attempt to get her possessions back, she has entered in a contract marriage with Young Jae. It is quite simple, until feelings start to develop. Everyone around them test the “love” Young Jae and Ji Eun have for one another, including Young Jae’s grandmother.In spite of it all, ...

Kutukan Maut Berantai

Dapat kutukan maut dari si RIU , yah mau gimana lagi.. Belum diselesaikan kutukannya eh dapat lagi kutukan dari YUDI dan TEBEH . Arh, sial -______-". Karena isi kutukannya harus membuka kartu 11 FACT ABOUT ME, okay here we go... 1. Gue sangat membenci KECOA. I hate you paparoach! Gue harap lo punah kayak dinosaurus. 2.Gue tipe orang yang berpikir nggak ada duit = dunia datar. Yah walau ada pepatah uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang bro. *Astajim, matre amat gue -______-" 3.Walau gue nggak begitu suka buku Twilight Saga, tapi sumpah gue suka banget sama si Edward Cullen, gue suka cowok romantis, ganteng, baik hati, tidak sombong, keren dan terutama RICH. *masih matre juga gue -____-" 4. Walau gue suka banget horror, uka-uka, adrenaline pumping, tapi gue penakut abis sama hal-hal ghaib. Gue mudah parnoan kalau ngeliat yang sekelebat nggak jelas. 5. Gue takut air yang banyak. Misalnya kolam renang, laut, danau,, sungai. Gue hanya berani di pinggir-...

PERGI

Kemana perginya? Ada tanya dalam lara Hati hampa menanyakan penghuninya Kosong Biarlah berpura pura  Bahwa bahagia ada Kosong Pakai dulu topengnya agar mereka tak tahu bahwa itu hanya omong kosong Dan tersenyumlah bahwa semua akan aman saja Mungkin tak sama Bahwa hati ini miliknya, dan hatimu milikku..