Bogor, beberapa bulan lalu. Kamandaka, cowok ajaib berbadan dan bersuara besar kali ini mengajak gue ke daerah yang nggak jauh-jauh amat dari Jakarta. Tepatnya di wilayah Bogor. Saat itu Kamandaka lagi ada keperluan mencari bahan untuk keperluan prakteknya. Gue yang nggak tau apa-apa, plus nggak ngerti apa-apa pula main ikut dan membolos kerja, huehehehehhe.. Perjalanan naik motor ke Bogor sih nggak lama-lama amat, cuma motor Kamandaka yang nggak bisa dibawa ngebut membuat perjalanan terasa lama dan pantat gue jadi pegelnya minta ampun. Akhirnya setelah berpusing-pusing (baca :berputar-putar dalam bahasa Malaysia) kami sampai juga di tempat tujuan. Nama daerahnya gue lupa apa, karena pake bahasa Sunda-sunda gitu. Tapi yang jelas jauh dari kotanya. Karena sepi dan kampung banget tempatnya. Hujan pun turun pada siang itu. Membuat gue dan Kamandaka terpaksa berteduh sementara waktu di rumah kenalan Kamandaka. Dengan disuguhi ikan asin, sayur asam, nasi hangat dan sambal setan yang pe...
catatan seorang pecinta kopi, teh, hujan dan travelling.