Langsung ke konten utama

Pertengkaran


Setitik air membasahi pelupuk mataku secara tiba-tiba. Argh, ternyata itu adalah tetes air hujan yang turun membasahi bumi, lagi. Begitu sering hujan belakangan ini. Hingga aku dan dia harus mencari tempat berteduh sementara waktu.

Dia,kekasihku, calon suamiku. Harusnya kami segera bergegas menuju Kemang saat ini, tapi lagi-lagi hujan menghentikan perjalanan kami. Di tengah teduhan di halte bus pinggir jalan, aku menatap wajahnya. Dengan cemas, dia menunggu hujan berhenti. Ingatanku melayang pada malam sebelumnya. Saat pertengkaran terbesar kami, pertengkaran terbesar selama kami menjalin hubungan kasih ini.

"Harusnya kamu mengerti.." pintaku.

"Apalagi yang harus dimengerti? Setiap kita membicarakan hal ini, kita pasti bertengkar. Dan kamu selalu bilang kita tidak cocok, dan kita tidak bisa menikah. Kenapa?" bentakmu.

"Aku hanya tak mampu selaras denganmu. Pemikiran kita terlalu berbeda, dan prinsip-prinsip kita bertolak belakang.." aku menjelaskan dengan gamang.

Lalu kamu terdiam. Kamu menelan ludah beberapa kali, pertanda kamu menahan amarah.

"Aku nggak habis pikir, kamu selalu bilang kita beda. Kalau kita beda, lalu kenapa? Apa itu alasan kita nggak bisa bersatu?" tanyamu.

"Karena aku terlalu lelah dengan begitu banyak perbedaan. Aku lelah dengan perdebatan.." kataku.

"Karena kamu selalu menganggap ini perdebatan. Andai kamu open mind, dan menganggap ini semua adalah sebagai penambah wawasan kita nggak akan bertengkar." jelasmu.

Aku terdiam. 'Karena aku?' batinku bergumam. 'Berarti salahku lagi kan?' tanya batinku lagi.

"Berarti, semua ini salahku lagi kan?" aku menghela napas.

"Aku nggak nyalahin kamu.." katamu.

"Kalau nggak nyalahin, lalu tadi itu namanya apa?" aku kelepasan amarah.

"Aku benar-benar tak tahan jika merasa tersudutkan. Kamu nggak paham atas perasaanku. Aku bukan tidak menyukai atas semua wawasan yang kamu share ke aku, hanya saja aku ingin kamu tepat dalam menyampaikannya. Tepat secara bahasa, nada dan waktu." aku benar-benar meledak.

"Aku butuh waktu. Aku mau sendiri.." kamu berkata tiba-tiba.

Aku terdiam. 'Apa maksudmu? Kamu mau pergi? Kamu mau meninggalkan ini tanpa penyelesaian?', batinku protes.

"Ya sudahlah.." aku pasrah.


Lalu keesokkannya kita bertemu, saat ini. Saat kita hendak menuju Kemang untuk menghadiri suatu acara. Kamu bersikap dingin. Sedingin malam saat hujan turun.

"Kenapa melamun, sayang?" tanyamu mengejutkan di tengah derasnya hujan.

"Nggak apa-apa.. Hanya teringat semalam." aku menjawab dengan tenang.

Lalu, kamu tiba-tiba menggenggam jemariku. Kamu membisik lirih. Membisikkan kata-kata yang menjawab semua gundah dan menghilangkan semua resah. Yang menjelaskan begitu banyak tanya, dan yang menenangkan badai di hatiku.

"Aku mencintai kamu."


--

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korea oh Korea

Hi all ^^. Berhubung gue lagi suka banget sama yang berbau Korea gue mau copast beberapa hal yang lagi gue sukai. ^^ Lagu yang lagi gue suka. Lagu lama siih, tapi gue masih suka aja, lagu ini adalah original soundtrack dari film lama korea yang judulnya Full House. Dengan bintang kesukaan gue, yakni RAIN! ^^. Synopsis A story about love and heartbreak, sadness and self-preservation.A naive, cheerful albeit, somewhat of a recluse writer, Han Ji Eun (Song Hye Gyo) is swindled out of everything she owns. Not by strangers, but her best friends! Stranded in another country, she is determined to get home with the help of an actor, Lee Young Jae (Bi), only to find that all which is precious to her has been sold. In an attempt to get her possessions back, she has entered in a contract marriage with Young Jae. It is quite simple, until feelings start to develop. Everyone around them test the “love” Young Jae and Ji Eun have for one another, including Young Jae’s grandmother.In spite of it all, ...

Kutukan Maut Berantai

Dapat kutukan maut dari si RIU , yah mau gimana lagi.. Belum diselesaikan kutukannya eh dapat lagi kutukan dari YUDI dan TEBEH . Arh, sial -______-". Karena isi kutukannya harus membuka kartu 11 FACT ABOUT ME, okay here we go... 1. Gue sangat membenci KECOA. I hate you paparoach! Gue harap lo punah kayak dinosaurus. 2.Gue tipe orang yang berpikir nggak ada duit = dunia datar. Yah walau ada pepatah uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang bro. *Astajim, matre amat gue -______-" 3.Walau gue nggak begitu suka buku Twilight Saga, tapi sumpah gue suka banget sama si Edward Cullen, gue suka cowok romantis, ganteng, baik hati, tidak sombong, keren dan terutama RICH. *masih matre juga gue -____-" 4. Walau gue suka banget horror, uka-uka, adrenaline pumping, tapi gue penakut abis sama hal-hal ghaib. Gue mudah parnoan kalau ngeliat yang sekelebat nggak jelas. 5. Gue takut air yang banyak. Misalnya kolam renang, laut, danau,, sungai. Gue hanya berani di pinggir-...

PERGI

Kemana perginya? Ada tanya dalam lara Hati hampa menanyakan penghuninya Kosong Biarlah berpura pura  Bahwa bahagia ada Kosong Pakai dulu topengnya agar mereka tak tahu bahwa itu hanya omong kosong Dan tersenyumlah bahwa semua akan aman saja Mungkin tak sama Bahwa hati ini miliknya, dan hatimu milikku..