Langsung ke konten utama

Postingan

Kartini's Day

Hari ini hari Kartini. Sebenarnya apa sih yang di rayakan pada Hari Kartini itu? pertama-tama, sekilas dari R.A Kartini Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo. Kartini banyak menciptakan buku dan surat, salah satu karyanya yang terkenal adalah Habis Gelap Terbitla...

Siklus

Mungkin, inilah yang di sebut siklus hidup manusia. Seperti roda yang berputar, kadang di atas, kadang dibawah. Kadang senang, kadang sedih. Semuanya berganti tanpa kita mengetahui datangnya kapan. Seperti juga hidupku, yang seperti roda berputar tanpa aku mengetahui kecepatan perputarannya. Sampai-sampai, aku harus berhenti bermimpi dan meyakini diri bahwa ini semua adalah kenyataan yang harus aku terima. Rasanya pedih, perih. Sakit. Ketika kita harus mengalami kejatuhan. Ketika kita harus berjalan di atas penderitaan yang tak tahu ujungnya. Begitu dalam hingga perasaan mendadak sentimentil, semuanya menjadi serba sensitif dan tak terkendali. Aku tidak tahu harus berjalan ke arah mana. Rasanya semua sudah aku perjuangkan, sudah aku usahakan. Namun kegagalan tetaplah kegagalan. Tak bisa berubah menjadi suatu kemenangan. Mungkin bila Allah menghendaki suatu saat nanti, kegagalan itu akan pergi. Dan berganti dengan keberhasilan. Mungkin.. Aku hanya bisa berdiam diri saat ini, menanti sua...

The Heart of Borneo

Saya sedih melihat hutan yang semakin gundul di tanah Borneo. Indonesia, Malaysia dan Brunei Darusallam, tiga negara yang ada dalam satu pulau bernama Borneo ini sepertinya tidak serius dalam memberantas pembalakan liar di hutan jantung dunia ini. Saya sedih melihat banyak hewan-hewan yang di jual belikan secara ilegal, sedih melihat flora yang sudah banyak punah. Sedih... Sedih...

Isengan tentang Carlos dan Sahara

Salamat hasundau je mina mama Pahari biti bakas tabela Ije melai kota kea melai desa Kabar bahalap handak inyarita Dendang Syair gubahan dari Pak Bajik Rubuh Simpei yang diterjemahkan menjadi selamat bertemu ibu, bapa, tua muda, baik yang ada di kota maupun di desa. Ini ada berita baik yang mau disampaikan yang kuputar dari walkman, mengiringi langkahku menuju rumah betang tempat ku dilahirkan. Nympha yang tua masih saja menatap nanar kearah kuburan kakek yang terletak tidak jauh dari rumah betang. “Carlos !” Seru Demirra dari kejauhan “Apa?” kataku marah. “Kenape kau nie? Marah terus tak jelas ape artinya…” Demirra menggandeng tanganku. “Carlos, tolong dengarkan dulu. Aku hendak bicara..” Demirra memohon. “Apalagi? Aku tak mau mendengar lagi. Aku mampir sebentar hendak mengambil sisa barang-barang..” kataku membentaknya sembari melepas gandengannya. “Kenapa dia selalu gusar?” kata Demirra bertanya pada Nypmpha yang selalu menatap kosong. Setelah membereskan barang-barangku, aku seg...

What the mean of April Mop ???

1 April 2008. "Deb, lo bakal di pindahiiin..ke Atapupu, suratnya udah di tanda tangan sama manager HRD.." kata teman saya yang bertugas di HR Development menelepon di pagi hari. "WHAAAT?" saya shock mendengarnya. Kok bisa saya dipindahin ke tempat yang jauh begitu. Akhirnya hari itu saya lalui dengan harap harap cemas. Setiap setengah jam saya membuka website kantor saya berharap siapa tahu ada surat keputusan yang sudah di upload dan bisa meredakan keresahan saya, saya berharap mudah-mudahan saya tidak di mutasi ke tempat yang jauh itu. Hari itu, hari yang sangat buruk bagi saya. Saya jadi tidak konsentrasi dalam bekerja, hasilnya semua pekerjaan terlambat. Makan pun tak berselera. Bahkan seperti ilfil dengan hidup karena sibuk memikirkan apa yang akan saya lakukan di Atapupu nanti. Sore harinya, teman saya menelepon lagi. "Deb, lagi apa lo?" tanya nya riang "Lagi bete. Kan kata lo gw bakal di pindahin ke Atapupu.." saya menjawab lesu "HAH?...

Pak Pejabat, (katanya) wakil rakyat kami..

Siang ini matahari semakin membakar aspal jalanan, memacu peluh dan lelah di tubuh lelaki kurus setengah baya di terminal Senen. Hasan nama pria itu. Hasan adalah ayah dari tiga orang anak dan suami dari istri yang telah lama meninggal setelah melahirkan anak ketiganya. Hasan hidup di Jakarta belasan tahun lamanya bersama anak dan istrinya. Datang ke kota metropolitan ini untuk mengadu nasib dan mencari sesuap nasi demi keluarga dan dirinya. Dengan iming-iming orang-orang dikampungnya yang telah mendahuluinya hijrah ke Jakarta, Hasan berhasrat ingin ikut sukses seperti para seniornya yang telah mengais rejeki dan sukses di Ibukota Indonesia ini. “Pak Hasan..pak..tunggu..” teriak wanita muda dari belakang mikrolet yang hendak di supiri Pak Hasan “Iya neng..maaf saya hampir gak dengar suara neng..” kata Pak Hasan kaget dan segera membukakan pintu untuk wanita muda itu. “Sendirian neng?” Tanya Pak Hasan ketika menstarter mobil mikroletnya “Iya nih pak..temen ku lagi gak bisa masuk. Biasa...

SAVE OUR EARTH 2009

Setiap orang bisa membuat perubahan !. Jangan tunggu orang lain memulai, lakukan apa yang bisa Anda lakukan sekarang juga! Serentak di seluruh dunia, 35 negara, 26 kota besar, 370 kota dan lebih dari 10 juta orang akan bergerak dalam satu keselarasan. Apa itu? Malam itu, mereka semua memadamkan lampunya selama 1 jam, pada jam 20.30 - 21.30 malam waktu setempat. Aksi ini menjadi sebuah kegiatan global yang dikenal dengan nama Earth Hour. Earth Hour dimulai pada tahun 2007 dengan sebuah pertanyaan sederhana, bagaimana caranya menginspirasi orang untuk mengambil sebuah langkah nyata dalam masalah perubahan iklim? Jawabannya, mintalah penduduk Sidney untuk memadamkan lampunya selama satu jam. Hasilnya? Tanggal 31 Maret 2007, 2,2 juta penduduk dan 2100 pebisnis di Sydney turut ambil bagian dalam aksi tersebut. Lampu dipadamkan selama satu jam - yang disebut sebagai Earth Hour. Jika reduksi efek rumah kaca yang dicapai Sydney selama Earth Hour bisa bertahan selama satu tahun, maka itu akan s...