Langsung ke konten utama

Pak Pejabat, (katanya) wakil rakyat kami..

Siang ini matahari semakin membakar aspal jalanan, memacu peluh dan lelah di tubuh lelaki kurus setengah baya di terminal Senen. Hasan nama pria itu. Hasan adalah ayah dari tiga orang anak dan suami dari istri yang telah lama meninggal setelah melahirkan anak ketiganya.

Hasan hidup di Jakarta belasan tahun lamanya bersama anak dan istrinya. Datang ke kota metropolitan ini untuk mengadu nasib dan mencari sesuap nasi demi keluarga dan dirinya. Dengan iming-iming orang-orang dikampungnya yang telah mendahuluinya hijrah ke Jakarta, Hasan berhasrat ingin ikut sukses seperti para seniornya yang telah mengais rejeki dan sukses di Ibukota Indonesia ini.

“Pak Hasan..pak..tunggu..” teriak wanita muda dari belakang mikrolet yang hendak di supiri Pak Hasan

“Iya neng..maaf saya hampir gak dengar suara neng..” kata Pak Hasan kaget dan segera membukakan pintu untuk wanita muda itu.

“Sendirian neng?” Tanya Pak Hasan ketika menstarter mobil mikroletnya

“Iya nih pak..temen ku lagi gak bisa masuk. Biasa ya pak..kampus..” jawab wanita itu enteng

“Siap neng..” jawab Pak Hasan sembari melaju kendaraannya.

---

“Rin..tumben lo datang duluan?” Tanya ku pada teman sekelas ku Rini.

“Iya neh, si Bertha tadi gw telpon dia gak kuliah hari ini.. By the way, tadi gw naik mikroletnya Pak Hasan Nay..” jawabnya.

“Hah? Masa? Terus lo nanya-nanya gak tentang anak ketiganya itu?” Tanya ku penasaran

“Gak. Gw gak enak Nay. Ntar kalo pulang kuliah lo tanya aja sendiri, biasanya jam duaan Pak Hasan istirahat dipangkalan..” jawab Rini enteng.

“Gila lo, mana enak gw nanya langsung. Walau kita tau kabar ini dari anak pertamanya si Rendra bukan berarti kita gak konfirmasi lagi..” jawabku

“Ya udah daripada penasaran kita nanya aja bareng-bareng, gimana?” tanya Rini

“Hmmm…ok dech kalo gitu..” jawabku sembari berpikir

---

“Pak Hasan, boleh nih kita gabung?” tanya Rini sok akrab

“Eh neng Rini..boleh dong..silahkan, neng Nayla juga silahkan..” jawab Pak Hasan ramah

Lama kami bersenda gurau dengan Pak Hasan. Lelaki perawakan jawa itu memang sangat ramah dan lucu. Banyak sekali humor-humor yang dia utarakan dan membuat orang yang mendengar ikut tertawa dibuatnya.

“Pak Hasan..sebenarnya kami ingin menanyakan sesuatu..” tanya ku ragu

“Nanya apa neng?” tanya Pak Hasan

“Tapi Pak Hasan jangan marah yaa..?” tanya Rini meyakinkan

“Marah? Walaah sih neng nih ada-ada aja..marah kok tanpa sebab..” kata Pak Hasan sembari mengisap rokok

“Begini Pak Hasan..kami mau konfirmasi sama Bapak. Apa benar Dina anak ketiga bapak sedang sakit parah saat ini? Tanya Rini agak takut

“Ooh..iyah..dari mana kalian tahu?” jawab Pak Hasan sembari menghela napas

“Dari Rendra Pak” jawabku

“Begini neng. Bukan saya menutup-nutupi. Tapi saya malu dan tidak mau merepotkan neng semua. Sudah sering sekali neng membantu keluarga saya. Kami hanya lah orang kecil neng,yang tidak mampu berbuat apa-apa..” jawab Pak Hasan lemas

“Apa maksud bapak? Kami gak ngerti” tanya ku

“Dina tiga hari lalu menyebrang jalan di perempatan pangkalan sebelah terminal. Tiba-tiba ada mobil mewah yang ngebut dijalan itu. Dan Dina pun tertabrak oleh mobil itu. Seketika keadaan lalu lintas pun menjadi macet. Masyarakat pun mengelilingi Dina yang pingsan. Sepintas saya berpikir orang yang mengendarai mobil itu akan bertanggung jawab dengan kecelakaan tersebut. Tapi ternyata tidak. Orang itu malah marah-marah kepada Dina dan pergi begitu saja. Belakangan saya tahu dari warga kalau mobil itu milik pejabat yang yang tinggal tidak jauh dari daerah pangkalan..”

“Hah? Gila banget tuh orang..” kata Rini ketus

“Lalu sekarang gimana keadaan Dina pak?”tanya ku penasaran

“Kakinya patah dan masih dirawat dirumah sakit. Kata dokter Dina mengalami gegar otak. Yang saya bingungkan adalah biaya rumah sakit yang semakin hari semakin membengkak..” jawab Pak Hasan lesu.

--

“Dasar pejabat sialan..” Rini ngedumel sepanjang jalan

“Udahlah Rin, lo ngeluh juga gak ada gunanya… Tuh pejabatjuga udah kabur gak tau kemana..Kan gak mungkin kita melacak untuk mencari tahu siapa pejabat yang telah menabrak Dina..” kataku

“Tapi Nay..Gw gak tahan aja sama perilaku pejabat kita yang makin seenaknya aja..”

Tak lama Rini berkata, tiba-tiba ada suara ribut-ribut dari kantor pos diseberang jalan. Massa berteriak, saling berebut tempat, berdesak-desakan hingga ada ibu-ibu pingsan tapi dicueki oleh masyarakat yang sibuk mengambil dana BLT.

“Wah gila..kita kesana yuk..Kasihan tuh ibu-ibu, pingsan gak ada yang nolongin..” kataku sembari berlari kearah kantor pos

“Woooooy !!! SADAR WOOOY !!! Nih ada yang pingsan !!!!” teriak Rini pada masyarakat yang sedang sibuk berebut BLT.

Seketika masyarakat terdiam, menatap kami semua. Untung saja ada orang yang bergerak cepat menolong ibu-ibu yang pingsan.

“Inilah potret Indonesia Nay.. “ kata Rini seperti speechless.

“Yah…” aku hanya mendesah lesu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korea oh Korea

Hi all ^^. Berhubung gue lagi suka banget sama yang berbau Korea gue mau copast beberapa hal yang lagi gue sukai. ^^ Lagu yang lagi gue suka. Lagu lama siih, tapi gue masih suka aja, lagu ini adalah original soundtrack dari film lama korea yang judulnya Full House. Dengan bintang kesukaan gue, yakni RAIN! ^^. Synopsis A story about love and heartbreak, sadness and self-preservation.A naive, cheerful albeit, somewhat of a recluse writer, Han Ji Eun (Song Hye Gyo) is swindled out of everything she owns. Not by strangers, but her best friends! Stranded in another country, she is determined to get home with the help of an actor, Lee Young Jae (Bi), only to find that all which is precious to her has been sold. In an attempt to get her possessions back, she has entered in a contract marriage with Young Jae. It is quite simple, until feelings start to develop. Everyone around them test the “love” Young Jae and Ji Eun have for one another, including Young Jae’s grandmother.In spite of it all, ...

Kutukan Maut Berantai

Dapat kutukan maut dari si RIU , yah mau gimana lagi.. Belum diselesaikan kutukannya eh dapat lagi kutukan dari YUDI dan TEBEH . Arh, sial -______-". Karena isi kutukannya harus membuka kartu 11 FACT ABOUT ME, okay here we go... 1. Gue sangat membenci KECOA. I hate you paparoach! Gue harap lo punah kayak dinosaurus. 2.Gue tipe orang yang berpikir nggak ada duit = dunia datar. Yah walau ada pepatah uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang bro. *Astajim, matre amat gue -______-" 3.Walau gue nggak begitu suka buku Twilight Saga, tapi sumpah gue suka banget sama si Edward Cullen, gue suka cowok romantis, ganteng, baik hati, tidak sombong, keren dan terutama RICH. *masih matre juga gue -____-" 4. Walau gue suka banget horror, uka-uka, adrenaline pumping, tapi gue penakut abis sama hal-hal ghaib. Gue mudah parnoan kalau ngeliat yang sekelebat nggak jelas. 5. Gue takut air yang banyak. Misalnya kolam renang, laut, danau,, sungai. Gue hanya berani di pinggir-...

PERGI

Kemana perginya? Ada tanya dalam lara Hati hampa menanyakan penghuninya Kosong Biarlah berpura pura  Bahwa bahagia ada Kosong Pakai dulu topengnya agar mereka tak tahu bahwa itu hanya omong kosong Dan tersenyumlah bahwa semua akan aman saja Mungkin tak sama Bahwa hati ini miliknya, dan hatimu milikku..