Langsung ke konten utama

What the mean of April Mop ???

1 April 2008.

"Deb, lo bakal di pindahiiin..ke Atapupu, suratnya udah di tanda tangan sama manager HRD.." kata teman saya yang bertugas di HR Development menelepon di pagi hari.

"WHAAAT?" saya shock mendengarnya. Kok bisa saya dipindahin ke tempat yang jauh begitu.

Akhirnya hari itu saya lalui dengan harap harap cemas. Setiap setengah jam saya membuka website kantor saya berharap siapa tahu ada surat keputusan yang sudah di upload dan bisa meredakan keresahan saya, saya berharap mudah-mudahan saya tidak di mutasi ke tempat yang jauh itu. Hari itu, hari yang sangat buruk bagi saya. Saya jadi tidak konsentrasi dalam bekerja, hasilnya semua pekerjaan terlambat. Makan pun tak berselera. Bahkan seperti ilfil dengan hidup karena sibuk memikirkan apa yang akan saya lakukan di Atapupu nanti.

Sore harinya, teman saya menelepon lagi.

"Deb, lagi apa lo?" tanya nya riang

"Lagi bete. Kan kata lo gw bakal di pindahin ke Atapupu.." saya menjawab lesu

"HAH? Oh ya...Deb, sekarang tanggal berapa ya ??" katanya seperti menahan tawa

"Tanggal 1 april, kenapa emang? Emangnya suratnya per tanggal berapa?" kata saya galak

"DEEEEB... ini kan APRIIIIIL MOOOP !!!" katanya dengan tertawa yang meledak-ledak

"HAAH? Gila kali lo ya ??, masa yang kaya begini di jadiin bahan APRIL MOP.." aaya kesal dan segera membanting telepon.

Bagaimana bisa teman saya membuat joke yang sangat keterlaluan itu. Memangnya apa untungnya sih APRIL MOP itu. Kok tega-teganya mengerjai orang dan membuat orang jadi khawatir setengah mati untuk hal yang menurut saya sangat tidak penting itu. Kalau ingin bercanda kan tidak mesti di tanggal 1 April, memangnya hari lain tidak bisa. Dan kalau ingin bercanda, kan bisa memilih apa yang sekiranya bisa dijadikan bahan joke. Karena tidak semua bisa di jadikan joke.



*) Note ini dibuat untuk menghindari temen2 yang suka ngerjain gw...aseli gak pentiiiing...*kabuuuuuur...

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...