Langsung ke konten utama

Pacar 5 Langkah

Pacar Lima Langkah


Pacarku memang dekat
Limalangkah dari rumah
Tak perlu kirim surat
Sms juga gak usah

Kalo rindu bertemu
Tinggal ngomong depan pintu
tangan tinggal melambai
sambil bilang helo sayang

Duh aduh memang asyik
punya pacar tetangga
biaya apel pun irit
gak usah buang duit

tak ada malam mingguan
malam apapun sama
tiap hari berduaan
merenda cinta yg mesra

tidak usah ditelepon
kalo kamu langsung jalan
gak pake sms-an
lima langkah langsung nyampai

Pacarku memang dekat
Limalangkah dari rumah
Tak perlu kirim surat
Sms juga gak usah

---


Dulu, waktu rumah gue masih di Cempaka Putih Jakarta Pusat, gue banyak tetangga yang seumuran sama gue saat itu. Gue emang besar di Cempaka Putih, dari lahir sampai tahun 2007 gue tinggal di sana. Waktu kecil, karena tetangga seumuran banyak yang cowok, gue jadi sering main sama mereka. Ada salah satu tetangga gue yang rumahnya persis depan rumah gue, yang jaraknya cuma lima langkah. Anak tetangga gue itu bernama yah sebut saja Andre yang setiap pulang sekolah gue suka main ke rumahnya yang gede banget, isi rumahnya itu lumayan lengkap kayak rumah-rumah orang kaya di sinetron. Salah satu isi rumah tersebut yang paling gue suka adalah benda yang terletak di samping TV ruang keluarga, yaitu super nintendo. Jaman gue umur segitu, super nintendo adalah barang ajaib yang harganya selangit.

Gue pernah minta sama bokap untuk beliin super nintendo lantaran gue iri liat Andre punya itu. Karena keadaan ekonomi keluarga gue yang standar banget, bokap langsung ngomelin gue, akhirnya gue minta ke nyokap, eh malah makin diomelin. Nyokap malah beliin gue boneka candy -sejenis boneka aspal nya Barbie- yang gue nggak suka. Saat kecil, gue emang lebih suka mainan cowok. Entah itu game, mobil-mobilan, layangan, main burung -eh maksudnya mainan burung dara yang dilepas di jalan lalu kita tepuk tangan yang gue nggak ngerti entah maksudnya apa-, juga suka main gundu dan galasin -ini gue nggak ngerti deh sejenis permainan apa, yang jelas kita kayak main benteng-bentengan gitu-.

Akhirnya karena gue nggak dibeliin super nintendo setiap hari habis pulang sekolah gue nongkrongin rumah Andre, dan berharap dikasih gantian mainin game itu, yah walau sering gue hanya melongo ngeliat Andre main dan gue dicuekin. Andre punya kakak yang nggak beda jauh umurnya sama dia, saat itu gue kelas 6 SD si kakak Andre yang bernama Andri itu kelas 2 SMP. Berbeda sama Andre, Andri orangnya nggak pelit kayak adiknya. Saat Andri pulang les sore hari, Andri suka bilang ke adiknya untuk minjemin gue main super nintendo. Akhirnya kita jadi tanding super fighter berdua. 

Karena keseringan dibaikin gitu, dan mungkin juga karena gue keseringan baca komik-komik Jepang semacam Candy candy, topeng kaca, atau serial cantik lainnya, gue jadi berhayal kalau si Andri itu adalah sosok pangeran tampan yang menolong si upik abu. Gue jadi kecentilan depan dia, sering nyari-nyari perhatian misalnya kuncirin rambut gue yang panjanglah, minta minum siruplah, minta kue lah (ini nyari perhatian atau manfaatin bertamu di rumah orang yah -___-"). Sempat saat besar gue berpikir mungkinkah Andri cinta pertama gue? Atau cinta monyet gue? 

Keadaan seperti itu berlangsung hingga gue kelas 2 SMP. Saat pubertas gue nggak mau cari perhatian lagi depan dia, yang ada gue malu, lagian juga dia udah SMU. Suaranya berubah, tubuhnya makin jangkung, makin ganteng, makin keren, dan makin banyak cewek yang nyariin dia ke rumah saat itu yang gue hanya bisa mengintip dari jendela kamar nyokap gue di lantai dua yang kebetulan menghadap jalan dan langsung kelihatan depan rumah si Andri. Hingga pada suatu hari, Andri dikabarkan masuk rumah sakit, katanya sih dia tiba-tiba pingsan di sekolah. Dan dengar kabar dari nyokap gue, Andri kena penyakit Leukimia. Saat itu gue nggak tau penyakit apa itu. Saat Andri pulang dari rumah sakit, dia biasa aja. Nggak ada yang berubah dari dia. Masih tetap baik sama gue, terkadang ngajak ngeband bareng -rumah gue punya studio band saat itu, jadi si Andri gantian sering main ke rumah gue untuk ngeband bareng gue dan kakak gue-, masih juga senyum manis buat gue, dan sikap ke-kakak-annya masih ketara banget untuk gue, dan kenangan demi kenangan pun terukir indah.

Hari berganti bulan, gue yang sedang pubertas merasa semakin suka sama dia, semakin ingin pacaran sama dia, bahkan gue suka ngayal dicium dia. Hingga akhirnya dia masuk rumah sakit lagi, dan untuk beberapa waktu dia nggak pulang dari rumah sakit. Dan suatu ketika gue pulang sekolah, gue melihat bendera kuning depan rumahnya. Gue yang polos dan nggak ngerti apa-apa cuma bisa berharap, Andri nggak kenapa-napa. Tapi Tuhan berkata beda. Tuhan mengambil Andri. Dia membuat jarak lima langkah jadi tak terhingga jauhnya, kini Andri di surga. Walau jaraknya kini beda, gue merasa Andri tetap dekat sama gue, tetap di hati gue.

Ah, jadi kepingin nyanyi Aishiteru.

Komentar

  1. Wah, kasian bener pacar lima langkahmu.

    BalasHapus
  2. Tragis buat kita yang hidup. Tapi di alam sana, dia pasti senyum ngeliat postingan Debby ini. Jangan-jangan dia malah ngejawab, "Deb, gue udah bahagia di sini! Berbahagialah buat gue. Gue juga berharap loe bahagia di dunia, dan bahagia juga nanti di sini setelah jadi tetangga gue lagi.." :)

    BalasHapus
  3. wew, ternyata tema bung riu bisa nyadarin cerita engkau
    hua assiikkk

    BalasHapus
  4. gw spicles .... pertamanya ketawa geje bayangin lo main burung2an sama kecentilan deb, trus bayangin lo mupeng [engen nyium Andri .. dan filally endingnya :)

    salah satu kenangan lo yg paling indah :)

    BalasHapus
  5. Mbak Nina : Yups, dia tersenyum di sana..

    ErvinaLutfi : Lah, emang maunya fiksi? :P

    Irul : Thanks, makanya awalnya gue bilang berat kan.. Karena harus mengingat lagi kenangan saat remaja dulu.

    Tebeh : Hehehhee, kita semua punya kenangan indah kan :)

    KUra2Putih : Kok hiks? :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...