Langsung ke konten utama

Because.. (mozaik 2)

Aku menatap layar monitor komputer di ruang kerjaku. Beberapa tab aku buka. Facebook, twitter, kaskus, dan yang terutama aku tatap lama-lama adalah satu halaman web yang memuat satu halaman penuh tentangmu.

Kamu, seseorang dari masa lalu yang muncul kembali ke kehidupanku. Yang bahkan aku tak mengingatnya sama sekali sedikitpun kepingan cerita kita dulu.

Aku hanya mendengar beberapa kisah lama tentang kita darimu, dan tentu saja beberapa kisah cinta tentangmu dan mantan-mantan kekasihmu.

Tak seharusnya aku melihat halaman web ini, karena perasaan yang ada sekarang bukan hanya penasaran lagi, tapi perasaan aneh yang sulit aku ungkapkan.

Perasaan yang sepertinya aku ingin mencabik-cabik wajahmu lalu mencampakkan terang-terangan, perasaan benci campur sayang yang menimbulkan efek tak jelas di hati. Membuatku mual, pusing dan ingin berlari jauh darimu.

Akhirnya aku memutuskan untuk men-shut down komputer, melangkah pulang ke rumah untuk menemuimu. Belum beberapa langkah aku keluar kantor, kamu sudah duduk manis di atas motor untuk menjemputku.

Kamu melemparkan senyuman termanis, sementara aku hanya membalas seadanya.

Di perjalanan kamu bertanya tentang sikapku yang dingin.

"Kamu kenapa?"

Aku terdiam. Enggan menjawab.

"Capek.." Jawabku sekenanya.

"Yakin? Nggak biasanya.."

Aku juga merasa tidak seperti biasanya. Selain lelah karena volume pekerjaan yang menggila, hatiku juga lelah karena isi web yang kulihat sebelumnya.

Aku memutuskan mengatakannya padamu.

"Aku tadi melihat foto-fotomu di salah satu web.."

"Foto apa?" Tanyamu bingung.

"Fotomu dan mantan kekasihmu.."

Kamu terdiam, mungkin karena heran.

"Nevermind.." Aku menyudahi pembicaraan tak penting ini.

Kamu menghentikan laju motor, kamu berbalik badan dan menatapku.

"Ada apa sih sebenarnya?"

"Nggak ada apa-apa.." Aku tak mau menjelaskan, namun wajahku sulit berkompromi dengan kalimatku. Kutatap wajahku dari spion, tampak berkerut cemberut.

"Kamu nggak bisa bohong.."

Aku menatapmu kesal, aku juga heran kenapa aku harus menatap seperti itu.

"Kamu bawel amat sih! Aku kan udah bilang aku nggak kenapa-napa.."

Aku membentakmu. Sangat kencang.

Aku juga tak tahu mengapa aku bisa seperti itu.

Aku lost control, hilang akal sehat. Napasku menderu, darahku mengalir deras, tanganku mengepal hingga akhirnya napasku terengah-engah.

Kamu menggenggam jemariku.

Aku merasa mulai tak waras. Perasaan mulai tak wajar, aneh.

Genggamanmu mulai menenangkan jiwaku, tatapanmu yang syahdu mulai meredamkan emosiku yang menggelora, senyummu yang hangat mulai mencairkan pikiranku yang dingin.

Akhirnya baru aku sadari, ternyata..







Aku cemburu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...