Ada keanehan saat mataku bertemu dengan matanya. Satu titik berkilau menetes dari sudut matanya. Air mata. Laki-laki ini kukenal adalah seorang yang kuat, tangguh dan pantang menangis. Tak pernah setetes air mata yang ku lihat setelah sepuluh tahun bersaman dengannya. Tak ada sedikit pun. Pernah saat aku menangis saat menonton film romantis, saat membaca novel sedih, saat anjing kesayanganku mati, saat kami memutuskan pindah rumah, jauh dari tanah kelahiran kami berdua. Saat-saat itu aku menangis, tapi dia tidak. Aku sempat berpikir, bahwa dia memang dilahirkan untuk tak memproduksi air mata, semacam kelainan dari lahir. Aku pernah bertanya padanya, apakah seumur hidupnya pernah menangis? Saat dia merasa sakit atau sedih, pernahkah dia menangis? Dia menjawab tidak. Dia bilang bahkan ibunya pernah bercerita, bahwa saat dia masih bayi, dia menangis sangat jarang, dan dia memang orang yang pendiam. Aku langsung menilai, bahwa laki-laki ini adalah manusia super seperti Sup...
catatan seorang pecinta kopi, teh, hujan dan travelling.