Langsung ke konten utama

Postingan

Divorce

Ada keanehan saat mataku bertemu dengan matanya. Satu titik berkilau menetes dari sudut matanya. Air mata. Laki-laki ini kukenal adalah seorang yang kuat, tangguh dan pantang menangis. Tak pernah setetes air mata yang ku lihat setelah sepuluh tahun bersaman dengannya. Tak ada sedikit pun. Pernah saat aku menangis saat menonton film romantis, saat membaca novel sedih, saat anjing kesayanganku mati, saat kami memutuskan pindah rumah, jauh dari tanah kelahiran kami berdua. Saat-saat itu aku menangis, tapi dia tidak. Aku sempat berpikir, bahwa dia memang dilahirkan untuk tak memproduksi air mata, semacam kelainan dari lahir. Aku pernah bertanya padanya, apakah seumur hidupnya pernah menangis? Saat dia merasa sakit atau sedih, pernahkah dia menangis? Dia menjawab tidak. Dia bilang bahkan ibunya pernah bercerita, bahwa saat dia masih bayi, dia menangis sangat jarang, dan dia memang orang yang pendiam. Aku langsung menilai, bahwa laki-laki ini adalah manusia super seperti Sup...

Circle of Life

Kemarin sore, saya berbicara banyak kepada suami. Suami saya orangnya cerdas (bukan memuji nih, emang kenyataan hehehehhe), setiap saya share dengannya dia selalu banyak informasi yang disampaikan pada saya. Darinya saya banyak mendapatkan ilmu pengetahuan yang jarang suami istri perbincangkan. Kemarin itu kami ngobrol soal pertanyaan saya, adakah mahluk seperti manusia pada jaman sebelum Adam? Pertanyaan ini memang agak berat, dan sepertinya jarang suami istri obrolkan. Tapi saya yang suka bertanya dan rasa ingin tahu yang besar membuat saya dan suami saya sering belajar hal-hal yang bahkan di kehidupan sehari-hari aja nggak ada guna. Ya iyalah, di kantor kan kita nggak akan ditanyain tentang ilmu yang berat seperti itu. Menyangkut pertanyaan itu, suami saya menjawab panjang lebar, tentang Surat Al Baqarah ayat 30 yang isinya:  وَ إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّيْ جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيْفَةً قَالُوْا أَتَجْعَلُ فِيْهَا مَن يُفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّ...

Sayyid dan Syarifah

Mataku masih menatap tajam pagar besi yang menghalangi tubuhku dan rumah besar itu. Sore ini hujan turun tanpa permisi, tiba-tiba saja awan gelap menyerbu dan menumpahkan segala kesahnya. Mataku masih terpaku, hatiku pun begitu. Rangga, dia adalah sosok yang kutunggu dibalik jeruji pagar tinggi ini. Tanganku mengenggam dinginnya besi, keangkuhan akan tahta terpatri erat di tanda masuk pintu rumah yang terlihat di balik pagar. “RANGGA!!” teriak ku percuma, karena aku tahu dia takkan mendengar suaraku. Ingatanku masih sangat jelas peristiwa satu jam lalu, saat itu hujan belum turun mengamuk seperti saat ini. Aku masih di terima di rumah ini, masih disambut baik oleh ibunya. Bu Hanafi, panggilannya melekat karena menikah dengan sosok terpandang di kota Pekan Baru ini. Pak Hanafi adalah anggota DPRD, dan satu lagi yang membuatnya makin menjadi sosok terhormat, Pak Hanafi adalah seorang Sayyid, Sayyid menurut dunia Islam adalah gelar untuk laki-laki yang mempunyai garis ket...