Salam rindu dari penghayal kecil untuk alam semesta.. Sembilan belas Februari dua ribu tiga belas, pagi ini saya menyusuri jalanan yang macet, basah karena terguyur hujan semalaman. Ini adalah ritual setiap pagi yang saya lalui, bangun pagi, mandi, shalat, nge teh, bersiap untuk bekerja, mencium anak dan suami lalu naik ojek menuju tempat di mana mobil jemputan kantor menunggu. Ribuan bahkan jutaan orang melakukan ritual setiap paginya, ada yang mirip dengan saya atau bahkan mereka baru mau menuai mimpi karena begadang semalaman. Seperti biasa, saya adalah penyuka hujan, selalu. Saat hujan angan saya melambung jauh, berpetualang ke negeri yang tak dikenal, bahkan sering terbesit ide-ide cerita yang ingin saya rangkai dalam kata. Itulah penulis, sering kali membuai orang dengan kata. Saya pernah menasihati seseorang yang jatuh cinta pada saya, bukan saya tak menyukainya, hanya saja saya tak mampu membalas cintanya. Saya bilang padanya, jangan terbuai dengan tulisan saya, saya adal...
catatan seorang pecinta kopi, teh, hujan dan travelling.