Langsung ke konten utama

Imlek Imlek

Hai haai...

Pertama-taman, selamat tahun baru Imlek.. Gong Xi.. Gong Xi... Tahun ular nih.. Saya sendiri sih sebenarnya nggak ngerayain Imlek, karena saya bukan orang Cina. Tapi saya suka kemeriahan Imlek. Saya suka kembang api, saya suka barongsai, suka lampion-lampion yang mewarnai hingga sudut pecinan, suka angpao.. *ngarep ada yang ngasih.. Hihihihii...



Malam Imlek kemarin yang jatuh pada tanggal 9 Februari 2013, saya bersama suami tercintaah Irfan Murdianto alias Didi the Gross (harus disebut nama band kebanggannya) pergi bersama komunitas yang baru. Nama komunitas itu adalah Komunitas Jelajah Budaya pimpinan Kartum Setiawan. Komunitas Jelajah Budaya yang disingkat menjadi KJB itu berbasis di Museum Bank Mandiri Kota. Saya ikut tour Pecinan Glodok dengan start dari Museum Bank Mandiri, lalu kami dengan berjalan kaki beramai-ramai berbekal aqua botol dan roti buaya khas Betawi kami menuju Pintu Kecil. Tahukah kamu dulu di Batavia itu ada tembok besar seperti benteng yang membatasi kota Batavia yang mana orang pribumi tidak boleh masuk. Kamu tahu nggak siapa yang meruntuhkan tembok besar itu? Ayo tebaak.. Ayoo.. (Pasti langsung pada googling niih.. Hihihihi...)..

Setelah dari Pintu Kecil, kami menuju Pasar Pagi Lama, di sana banyak ruko-ruko khas Cina pada tempo dulu. Pssstt... Konsep ruko atau rumah toko itu sudah ada dari jaman dulu loh, lantai 1 dijadikan toko, lantai 2 dijadikan rumah.. 

Dari Pasar Pagi Lama, kami menuju Rumah Pasar Gelap, Toko Obat Lay An Tong, Toko Tiga, Gedung Tiong Hoa Hwee Koan, Rumah Keluarga Souw Beng Kong, Klenteng Arya Marga, Klenteng Tang Seng Ong, Klenteng Toa Se Bio, Klenteng Kim Tek Le dan Gereja Maria de Fatima.

Banyak kan tour nya??

Saya walau warga Jakarta (Ih ngaku-ngaku, KTP nya kan udah Bekasi ikut suami.. Hihihihi...) Tapi saya nggak tau di Jakarta begitu banyak warisan sejarah yang sebenarnya bisa kita kunjungi dan menjadi tempat edukasi bagi adik, anak atau diri kita sendiri. 

Next time, saya ingin mengeksplorasi Jakarta dan pelosoknya yang belum saya ketahui.. Hmm.. Kemana yaa... Kepinginnya sih uka-uka bareng bersama tim Petualang Uka-Uka ke museum Bank Mandiri dan Museum Fatahillah. Masih jadi PR niiih...

Semangat tahun baru..


Deb, foto-fotonya mana??

 Kelenteng Bakti Dharma




Eh iya... Nyusul yaaa.. ;)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...