Langsung ke konten utama

Postingan

ISLAM KTP

"Saya bukan seorang muslim sejati. Saya hanyalah seorang yang kebetulan dilahirkan sebagai muslim sebagai agama turunan dari kedua orang tua saya, jadi jangan libatkan saya dengan aktivitas muslim yang tidak berkenan di hati saya, atau di pemikiran saya!" Kata-kata itu mengejutkan saya di pagi hari ini, ketika ada teman saya yang sering ngobrol di YM menuliskan itu di YM saya. Bukan.. Bukan saya yang mengajak dia untuk melakukan aktivitas muslim, dia hanya mengcopast kata-katanya saat ada seseorang yang mengajaknya melakukan aktivitas muslim. Sebenarnya aktivitas muslim yang dia maksud adalah seperti sholat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, zakat, dsb. Lalu teman saya melanjutkan kalimatnya, "Jadi gue diancam masuk neraka, seret rejeki dan nggak tenang kalo nggak sholat dan nggak puasa, Deb! Dia pakai copast ayat-ayat Al Quran dan Hadist, pake ngomong kafir-kafir segala.." katanya pada saya. "Lalu gue diajak ikut pengajian dan majelis-majelis gitu...

the Immortal

PROLOG Jakarta , Indonesia . Ibukota negara Indonesia yang terletak di pulau Jawa, pulau terpadat di Indonesia. Jakarta, kota tempat mengadu nasib berjuta manusia. Dongengnya menyebar ke seluruh penjuru Indonesia, membisikkan janji-janji kemakmuran dan kesejahteraan bagi siapa saja yang tinggal di sana. Dalam malam, tampak tergesa-gesa salah satu penghuni Jakarta, bersembunyi dalam gelapnya lorong yang basah, mengendap dalam diam. Langkahnya resah menunggu, beberapa kali sosok itu melirik arloji yang terpasang di tangan kirinya, rokok yang dihisapnya pun hanya tersisa puntungnya saja. Dengan gusar, dia membuang puntung rokok itu. ‘Harus segera dituntaskan’ , bisiknya pada diri sendiri. Malam semakin dingin dan larut, angin jahat yang membuat siapa pun takut mulai berhembus mengitari sosok itu. Pusat kota, tak jauh dari tempat berdirinya, tampak angkuh dan sombong menantang siapa saja untuk menaklukkannya. Pusat kota yang pongah, mema...

Jangan Deb, itu HARAM !!

Sudah kesekian kalinya saya mengalami hal ini, tapi saya tidak lelah untuk tetap bertahan. Punggung saya sakit lagi, dan saya tetap akan menjalani terapi, tanpa operasi. Semua karena biaya yang begitu tinggi untuk menjalani operasi, dan saya tidak menyanggupinya. Beberapa minggu lalu saya pergi ke dokter dan menjalani berbagai pemeriksaan punggung, vonis dokter masih tetap sama, skoliosis. Semangat saya tidak padam untuk tetap menjalani berbagai pengobatan. Tentu saja saya mencari yang sesuai dengan anggaran saya, lalu salah satu teman saya yang juga skoliosis menyarankan agar saya ikut yoga pilates. Suatu senam yang ringan yang bisa memperingan sakit di punggung saya. Tapi tiba-tiba, teman saya yang tergabung dalam salah satu majelis agama mengatakan bahwa yoga itu haram dalam Islam. Tentu saja saya terkejut, mengapa harus diharamkan? Itu kan olah raga. Jika memang memakai mantra seperti yang ada di India tentu saja saya tidak akan menyebutkan mantranya, saya hanya akan melakukan gera...

Proud to be Indonesian Women

Some time ago I saw photo of painting that exist in Elphira Cohen (my sisters) facebook photo album. the title of painting is “women” who was made by SUDARSO, the famous painter from indonesia. I was amazed to look at it, how can this great painter to paint a beautiful and reflects the Indonesian woman who was so tough with a million colors of life. Painting with an amazing heart smile. My mind immediately drifted away, thinking of some great Indonesian women I know, I think Risa Amriksari, author, publisher, voice and inspired many indonesian women who now works at the IOM, I remembered Elphira Cohen, a painter and a great career woman who always proud to be Indonesian women, and especially I remember my mother who has educated me to be good person. Now, I am reminded of other great women. From elementary school, I often hear the great stories of the Indonesian women. Examples are RA Kartini. How much I admire her. She is a national hero of Indonesia. Born in Jepara in 1879 RA Kartini...

TERLAMBAT

Tak sempat ku mengucap maaf padamu Tak sempat ku mencurahkan sayang Tak sempat ku utarakan segenap rasa di hati Karena lidah ini terlalu sombong untuk mengucap Karena raga ini terlalu angkuh untuk memeluk Untuk mengatakan rasa yang hanya sampai dihati Hidup seperti labirin Mencari jalan keluar dan terjebak dalam gemelut luka dan duka tersamar suka dan tawa Keruh akan kemunafikan sisi dunia Jiwa mu sudah menemukan jalan keluar dari dunia ini Sudah bebas dan berjalan menuju ketenangan abadi disana Meninggalkan duka dan berjuta kenangan Yang tak sempat ku rewind dan kupelajari Tak sempat Terlalu angkuh raga ini Tak sempat Hingga kini ku tundukkan kepala Meneteskan air mata Tertunduk malu didepan nisan mu Meraih tanah yang masih merah Basah akan tangisan langit yang mengiringi perjalananmu Tak sempat ku mengucap Satu kata bernama sayang Tak sempat karena tertahan di bibir yang sombong Seribu penyesalan Sejuta amarah akan takdir Tuhan Mengatasi emosi Terkurung dalam kelut hidup Hingga tiba ...

BFF

Suatu hari pulang kerja datang si A yang membawa seperangkat gadget yang dia pamerkan kepada saya. "Lihat Deb, keren nggak I Pad gue ini?" katanya Saya berdecak kagum, bagaimana tidak.. Benda yang dia bawakan adalah I Pad, benda yang sudah lama saya inginkan, yang barangnya saja belum masuk ke Indonesia namun dia sudah memamerkannya pada saya. Sore itu cafe tampak lengang, ketika saya bertemu dengannya, pegawai cafe langsung melihat kami. Mungkin para pegawai itu terkagum-kagum melihat I pad itu atau mungkin kagum melihat sosok cowok keren dan ganteng yang duduk bersama saya. "Dapat dari mana? Kan belum dijual di Indonesia?" tanya saya agak curiga dia membeli barang selundupan. "Di Singapore dong, Deb. Masa hari gini belanja nya masih di Mangga Dua.." katanya dengan gelak tawa sembari mengutak atik I Pad nya. Saya berpindah tempat duduk mendekati posisinya, saya memandang kagum I Pad itu. Dia seperti membawa Note Book mini yang multi fungsi de...

Idealism

Today I feel sad, but because so long I sent my manuscript to a publisher the manuscript of the novel but continued to decline. Just because my script does not match the market demand that many ask for writing such a dramatic love story drama on television. I don't like it, I write because my soul calls, I am writing to express my wild imagination and I wrote to spill the entire contents of my feelings and thoughts. and it can not be set. What it all goes there, without restriction and without regulation. I just gave up, I think the publishers must comply with a request, but then I thought why do I have to follow them? I have the soul itself. I like the painter who paints on my soul, on the basis of my inspiration. not based on rules from other people. So I'll keep writing as my soul, I don't care if my manuscript was rejected several times, I'm sure there will be publishers who accept it someday. I am sure of it. My status on facebook today: I am an idealist in writing...