''Aku Saladin, bukan mereka.
Pergilah ke negeri-negeri Kristen ....'' Yerusalem, 1187. Di luar gerbang
kota suci itu, Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi (Saladin) berdiri tegap berhadapan
dengan Balian of Ibelin, panglima Tentara Salib. Di pinggang kanan kedua perwira
itu terhunus pedang tajam. Keduanya bersiaga untuk saling bunuh.
Ratusan ribu tentara Islam
berbaris di belakang Saladin. Dari balik gerbang, warga Kristen menanti dengan
cemas pertemuan itu. Sebagian Yerusalem sudah hancur. Mayat-mayat bergelimpangan
di mana-mana. Di belakang Balian, ribuan Tentara Salib bersiap menyerang.
''Ketika Tentara Salib merebut Yerusalem seratus tahun lalu, seluruh Muslim
dibantai,'' Balian mulai pembicaraan.
Saladin tersenyum. Matanya
menatap tajam lawan bicaranya. ''Aku Saladin, bukan mereka. Pergilah ke
negeri-negeri Kristen, bawa pasukan dan rakyatmu yang memang ingin pergi. Tak
ada pembunuhan,'' kata Saladin.
''Jika begitu, aku serahkan
Yerusalem kepada Anda,'' balas Balian. Saladin menyalami Balian. Keduanya
kembali ke pasukan masing-masing. Warga Kristen dan Tentara Salib menyambut
suka cita hasil perundingan dua pemimpin besar itu. Mereka pun memuji-muji
dengan meneriakkan nama Balian dan Saladin. Yerusalem pun dikuasai kaum Muslim
yang disebut juga Saracen. Tak lama setelah itu, rombongan pengungsian
beriring-iringan meninggalkan Yerusalem, termasuk adik raja Baldwin, Sibyll.
Kingdom of Heaven
---
Sorga, atau juga surga (bahasa
Sanskerta svarga, स्वर्ग, "kayangan")
adalah suatu tempat di alam akhirat yang dipercaya oleh para penganut beberapa agama
sebagai tempat berkumpulnya roh-roh manusia yang semasa hidup di dunia berbuat
kebajikan sesuai ajaran agamanya.
Dalam bahasa Jawa
kata tersebut diserap menjadi swarga. Sorga dalam bahasa Arab
disebut jannah, sedangkan dalam bahasa
Hokkian digunakan istilah thian (天).
Surga dalam
Islam
Qur'an banyak bercerita tentang sebuah kehidupan setelah mati
di sorga untuk orang yang selalu berbuat baik. Sorga itu sendiri sering di
jelaskan dalam Al-Qur'an surat Ar-Ra'du 13:35:
|
“
|
Perumpamaan sorga yang dijanjikan kepada orang-orang
yang takwa ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya
tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan
bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang
kafir ialah neraka. (Ar-Ra'du 13:35)
|
”
|
Setiap muslim percaya bahwa semua manusia dilahirkan
suci. Dalam Islam pula, jika ada seorang bocah yang mati, maka secara otomatis
akan pergi ke sorga, tanpa memedulikan agama kedua orang tuanya. Sorga
tertinggi tingkatnya adalah Firdaus (فردوس) - Pardis (پردیس), dimana para nabi dan rasul, syuhada dan orang-orang
saleh.
Tingkatan dan nama-nama syurga ialah:
- Jannatul Firdaus yaitu sorga yang terbuat dari emas merah.
- Jannatul 'Adn yaitu sorga yang terbuat dari intan putih.
- Jannatun Na'iim yaitu sorga yang terbuat dari perak putih.
- Jannatul Khuldi yaitu sorga yang terbuat dari marjan yang berwarna merah dan kuning.
- Jannatul Ma'wa yaitu sorga yang terbuat dari zabarjud hijau.
- Darus Salaam yaitu sorga yang terbuat dari yaqut merah.
- Darul Jalal yaitu sorga yang terbuat dari mutiara putih.
- Darul Qarar yaitu sorga yang terbuat dari emas merah.
Surga dalam
Kristen
Sorga atau Kerajaan Sorga adalah kehidupan kekal yang
dijanjikan Yesus
kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Istilah "sorga" dipakai
oleh penulis Alkitab
menunjuk pada tempat yang kudus di mana Allah saat ini berada. Kehidupan kekal, ciptaan yang sempurna,
tempat dimana Allah menghendaki untuk tinggal secara permanen dengan umat-Nya (Wahyu 21:3).
Tidak akan ada lagi pemisahan antara Allah dan manusia. Orang-orang beriman
sendiri akan hidup dengan kemuliaan, dibangkitkan dengan tubuh yang baru; tidak
akan ada penyakit, tidak ada kematian dan tidak ada air mata.
Dalam catatan
Alkitab
- Diciptakan oleh Allah. (Kejadian 1:1; Wahyu 10:6)
- Kekal dan abadi. (Mazmur 89:30; 2 Korintus 5:1)
- Tidak terukur. (Yeremia 31:37)
- Tinggi. (Mazmur 103:11; Yesaya 57:15)
- Kudus. (Ulangan 26:15; Mazmur 20:7; Yesaya 57:15)
- Tempat kediaman Allah. (1 Raja-raja 8:30; Matius 6:9)
- Takhta Allah. (Yesaya 66:1; Kisah 7:49)
- Malaikat-Malaikat diam di dalam sorga. (Matius 18:10; 24:36)
- Nama orang-orang kudus terdaftar di dalam sorga. (Lukas 10:20; Ibrani 12:23)
- Orang-orang kudus mendapat upah di dalam sorga. (Matius 5:12; 1 Petrus 1:4)
- Pertobatan menyebabkan sukacita di dalam sorga. (Lukas 15:7)
- Kumpulkan harta benda di dalam sorga. (Matius 6:20; Lukas 12:33)
- Daging dan darah tidak mendapat bagian di dalam sorga. (1 Korintus 15:20)
- Kebahagiaan di sorga dijelaskan. (Wahyu 7:16-17)
- Dinamai:
- Firdaus. (2 Korintus 12:2,4)
- Kerajaan Kristus dan Allah. (Efesus 5:5)
- Perhentian. (Ibrani 4:9)
- Rumah Bapa. (Yohanes 14:2)
- Sebuah lumbung. (Matius 3:12)
- Tanah air sorgawi. (Ibrani 11:16)
- Orang jahat tidak mendapat bagian dalam sorga. (Galatia 5:21; Efesus 5:5; Wahyu 22:15)
Surga dalam
Yahudi
Tujuan akhir kehidupan menurut agama Yahudi
adalah pembaharuan pemerintahan Yahweh (Tuhan Yahudi) atas kerajaan duniawi
dengan seorang Mesias duniawi (utusan Tuhan yang akan datang ke bumi) sebagai
kepala kerajaan. Di dalam kerajaan duniawi yang dipimpin oleh Mesias itu, orang
Yahudi dan orang kafir (non-Yahudi) akan memelihara Torah (kitab suci agama
Yahudi).
Barang siapa didunia memelihara Torah akan masuk surga, ke Taman Eden. Barang siapa di sini tidak memelihara Torah, ia menuju tempat hukuman yang disebut Gehinom (neraka).
Barang siapa didunia memelihara Torah akan masuk surga, ke Taman Eden. Barang siapa di sini tidak memelihara Torah, ia menuju tempat hukuman yang disebut Gehinom (neraka).
Surga dalam Hindu
Dalam agama Hindu setelah mati, jiwa
kita mencapai moksa atau lahir kembali
kedunia. Bila kita lahir kembali, maka dalam kelahiran itu kita menerima
akibat- akibat dari perbuatan kita dari kehidupan yang terdahulu. Akibat baik
atau akibat buruk.
Disini dikenal istilah kelahiran surga
dan kelahiran neraka. Kelahiran surga artinya dalam hidup ini kita menjadi
orang yang beruntung dan berbahagia. Kelahiran neraka artinya dalam hidup ini
kita akan menderita dan banyak mendapat kesulitan. Penderitaan itu sangat
banyak jenisnya. Misalnya karena : sakit yang tidak dapat disembuhkan,
penghianatan, kebencian, dendam, iri hati, sakit hati, dan kemarahan yang tak
terkendali adalah bentuk neraka didunia ini.
Berbeda dengan agama Abrahamik, Hindu
tidak mengenal surga dan neraka sebagai tempat yang abadi, melainkan moksa.
Moksa
(Sanskerta: mokṣa) adalah sebuah konsep agama Hindu dan Buddha. Artinya
ialah kelepasan atau kebebasan dari ikatan duniawi dan lepas juga dari putaran reinkarnasi
atau Punarbawa kehidupan.
Moksa adalah keadaan dimana Atma telah
bersatu atau bersenyawa dengan Tuhan dan tak terbatas oleh apapun juga. Moksha
merupakan tujuan terakhir, pada alam moksa tidak ada lagi suka dan duka yang
ada hanyalah kebahagian abadi.
Surga adalah keadaan Atma mengalami
kesenangan sementara. Dalam surga masih digambarkan adanya kesenangan yang
diikuti oleh kedukaan, digambarkan adanya bidadari cantik, kursi yang mewah dan
istana yang mewah. Jiwa yang mencapai sorga akan bisa mencapai neraka dan
selanjutnya lahir kembali ke dunia. Sedangkan Neraka adalah tempat yang
menjijikkan, tempat untuk menghukum orang-orang yang berdosa. Menurut Kitab
Agni Purana ada dua puluh delapan perputaran yang terdiri dari berbagai jenis
Neraka. Seorang yang berdosa mungkin saja dan melalui lebih dari satu jenis
Neraka.
Surga dalam
Buddha
Konsep Buddhis tentang surga dan neraka
sepenuhnya berbeda dengan agama lain . Umat Buddha tidak menerima bahwa tempat
ini abadi . Surga dan neraka ada di kehidupan ini. Surga dan neraka dalam
Buddha tidaklah kekal, yang kekal adalah Nibbana. Tujuan akhir umat Buddha
bukan di surga atau neraka, melainkan Nibbana.
Nirwana, dari bahasa
Sanskerta: Nirvāṇajir -- Pali: Nibbāna -- bahasa
Tionghoa: Nie4 Pan2 (涅槃)), secara harafiah:
"kepunahan" atau "pemadaman", adalah kulminasi pencarian
umat Buddha terhadap kebebasan.
Dalam pengertian yang lebih dalam, Nibbana
adalah kebahagiaan tertinggi, suatu keadaan kebahagiaan abadi yang luar biasa.
Kebahagiaan Nibbana tidak dapat dialami dengan memanjakan indera, melainkan
dengan menenangkannya.
Nibbana bukanlah suatu tempat. Nibbana
bukanlah suatu ketiadaan atau kepunahan. Nibbana bukanlah suatu surga. Tidak
ada kata yang cocok untuk menjelaskan Nibbana ini. Nibbana dapat direalisasi
dengan cara melenyapkan keserakahan (lobha), kebencian (dosa) dan kebodohan bathin
(moha).
Sumber:
Wikipedia
gambar : google image
--
Mohon maaf bila ada kesalahan, mohon dikoreksi. Terima kasih.






20161017 junda
BalasHapusmulberry outlet
nike roshe run
polo ralph lauren
michael kors handbags
instyler ionic styler
cheap nba jerseys
ray ban sunglasses
louis vuitton handbags
fitflops shoes
michael kors outlet