Logikamu tak mampu mengukur,
Apalagi menjelaskannya
Tahanlah diri, karena tak sanggup kau cerna
Jangan abaikan beban ini
Keseimbanganmu cacat adanya
Apalagi sampai jadi alasan
Bagi pengemis untuk mengeluh
Kata-kata dan segala ilmu pengetahuanmu,
sungguhkah berguna pada saatnya nanti?
Pengetahuan berjalan tertatih
Dengan kaki yang patah
Tapi kematian datang menyeruduk
Tak kenal ampun
Shawni
– Iblis Menggugat Tuhan
Iblis. Siapakah dia?
Satu kata terucap, mengundang
sejuta tanya. Darimana asalnya? Siapakah dia? Apakah perannya dalam kehidupan?
Sampai keningmu mengernyit mendengar namanya.
Long time ago, saat mahluk
sombong berjenis manusia belum tercipta, ada mahluk ciptaan Sang Penguasa, Sang
Khalik pemilik seluruh alam semesta dan isinya. Mahluk itu bernama Iblis
(sebenarnya banyak nama, namun saya ingin mengglobalkan menjadi Iblis).
Iblis yang hebat, Iblis yang
kuat. Dia diciptakan dari api, sepanjang hidupnya terus memuja Sang Maha
Pencipta, Iblis begitu mengagumi Sang Pencipta, tak pernah dia luput memuja
Nya.
Suatu hari Sang Pencipta
bersabda, sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi.
Seraya para malaikat berseru, Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di
bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya, dan menumpahkan darah,
padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?
Sang Pencipta berkata kepada
malaikat, sesungguhnya Aku mengetahui apa
yang tidak kalian ketahui. Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan
mengetahui apa yang kalian tampakkan dan
apa yang kalian sembunyikan. Aku tidak menghadirkan kalian untuk menyaksikan
penciptaan langit dan bumi, dan tidak pula penciptaan diri kalian sendiri. Apa
hak kalian mempertanyakan keputusan Ku? Aku akan menciptakan seorang manusia
dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka
apabila aku menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya roh
ciptaanKu, maka tunduklah kalian kepadanya dengan bersujud.
Setelah manusia diciptakan
dari tanah, manusia itu diberi nama Adam. Seluruh malaikat bersujud
dihadapannya, kecuali Iblis.
Sang Pencipta bertanya pada
Iblis, wahai Iblis, mengapa kau tidak
tunduk seperti yang Kusuruh? Apa yang menahanmu dari mengagumi apa yang
Kuciptakan dari keagunganKu? Lancangnya kau dan sombong dihadapanKu.
Iblis berkata, Wahai Sang Pencipta, lihatlah apa yang telah
Engkau tinggikan daripadaku. Aku lebih baik darinya, Engkau ciptakan aku dari
api, bagaimana mungkin Engkau menyuruhku tunduk kepada mahluk yang terbuat dari
tanah?
Lalu Sang Pencipta menjawab,
kau tak berhak untuk bersikap kurang ajar di sini, terkutuklah kau.
Iblis berkata, jika Engkau tunda pengadilanMu sampai hari
kiamat, akan kubuat seluruh umat manusia tunduk dan patut sepenuhnya.
Dan Sang Pencipta berkata, baik, Kuberi kau kelonggaran. Sesungguhnya
engkau termasuk kamu yang diberi tangguh hingga hari kiamat.
Iblis berkata, wahai junjunganku, karena Engkau telah
membuatku tergelincir, maka dengan seizinMu akan kusesatkan pula mereka, akan
kutipu mereka dengan kesenangan duniawi, aku senantiasa berada di sisi jalan
kebenaran milik Mu. Akan kudatangi mereka dari depan, belakang, sisi kiri dan
kanan. Sungguh pada saatnya nanti tak akan banyak Engkau dapatkan mereka
sebagai orang-orang yang bersyukur.
Dan Sang Pencipta berkata, Aku terima hal ini, dan segala ucapanKu
adalah benar. Kecuali mereka yang tersesat dan mengikutimu, sesungguhnya kau
tiada memiliki daya apa pun terhadap mahluk-mahluk Ku. Tuhanmu telah
menempatkan diri sebagai pelindung mereka. Sekarang, pergi! Kau kuusir dari
sini! Dan bagi mereka yang mengikutimu, sungguh akan Kupenuhi neraka dengan
kalian semua.
Setelah Iblis bernegosiasi
dengan Sang Pencipta meminta penundaan waktu untuk menyesatkan manusia, Iblis
pergi dari langit. Sesuai sumpahnya, Iblis berhasil menyesatkan manusia pertama
dan kedua. Mereka memakan buah terlarang yang menyebabkan mereka keluar dari
surga dan turun ke bumi.
--
Definisi
Iblis (bahasa Arab: إبليس, iblīs) adalah nama diri untuk sesosok
makhluk ciptaan Allah dari api murni
tanpa asap, yang merupakan musuh umat manusia, terutama menurut ajaran
agama Kristen dan Islam.
Dalam agama Islam, nama "iblis" merupakan julukan yang diberikan
kepada nenek moyang jin,Menurut agama Islam, nama aslinya Azazil. Menurut
ajaran Islam dijelaskan bahwa Allah menciptakan tiga jenis makhluk berakal budi
yaitu malaikat yang diciptakan dari cahaya
(nuur), jin dari api (naar), dan manusia dari tanah (turaab).
Menurut agama Kristen, Iblis adalah malaikat yang memberontak kepada Allah,
sehingga dibuang dari sorga dan kemudian menghasut manusia untuk berdosa. Di
dalam Alkitab Ibrani atau Alkitab bahasa Indonesia bagian Perjanjian Lama kata
"Iblis" hanya dipakai di 3 kitab, yaitu Kitab 1 Tawarikh, Kitab Ayub,
dan Kitab Zakharia, yang merupakan terjemahan kata bahasa Ibrani: שטן (syatan
atau "Setan"), yang berarti musuh. Di bagian Perjanjian Baru, Iblis disebutkan berusaha
membawa manusia jauh dari Allah, malahan mencobai Yesus Kristus meskipun gagal
dan diusir pergi oleh Yesus. Karenanya Iblis disebut sebagai musuh atau lawan
bagi orang-orang Kristen. Kata Iblis dalam bagian Perjanjian Baru ini diterjemahkan
dari bahasa Yunani: διάβολος (diabolos,
artinya "pemfitnah', "penghasut") yang dalam bahasa
Inggris disebut devil.
Etimologi
Dalam bahasa Arab nama Iblis berasal dari kata balasa بَÙ„َسَ, yang artinya menyesal. Maka nama Iblis diartikan "Yang akan terus menyesal di dunia dan di akhirat". Iblis dahulunya beribadah kepada Allah, berwajah tampan dan berpenampilan baik. Namun setelah Allah menciptakan Adam sebagai khalifah, maka iblis mengingkarinya. sejak saat itu Iblis menjadi musuh utama yang sebenar-benarnya bagi anak cucu Adam (semua umat manusia). Wajahnya menjadi buruk rupa dan menjadi mahluk yang pertama kali berbohong di alam semesta ini.
Dalam bahasa Arab nama Iblis berasal dari kata balasa بَÙ„َسَ, yang artinya menyesal. Maka nama Iblis diartikan "Yang akan terus menyesal di dunia dan di akhirat". Iblis dahulunya beribadah kepada Allah, berwajah tampan dan berpenampilan baik. Namun setelah Allah menciptakan Adam sebagai khalifah, maka iblis mengingkarinya. sejak saat itu Iblis menjadi musuh utama yang sebenar-benarnya bagi anak cucu Adam (semua umat manusia). Wajahnya menjadi buruk rupa dan menjadi mahluk yang pertama kali berbohong di alam semesta ini.
Demonology
Menurut kristen, studi yang meneliti tentang iblis
dan sifat-sifatnya adalah Demonologi. Hal ini dipelajari karena Iblis dikenal
dengan berbagai macam nama dan jenisnya. Iblis beranakpinak dengan cara
membuahi dirinya sendiri/hemaprodit sehingga banyak melahirkan sekutu yang
mendukungnya untuk menyesatkan umat manusia.
Macam-macam Iblis:
Dalam manuskrip lesser key of Solomon, iblis mempunyai
72 golongan. Sementara dalam demonologi (kristen) iblis mempunyai 7 golongan
yang mewakili 7 dosa besar manusia. Sementara dalam Islam, terdapat 9 golongan
iblis.
7 Iblis
mewakili 7 dosa besar manusia :
1. Lucifer
(Pride/Kebanggaan)
2. Mammon
(Greed/Keserakahan)
3. Asmodeous
(Lust/Nafsu)
4. Leviathan
(Envy/iri hati)
5. Beelzebub
(Gluttony/rakus)
6. Satan/Amon
(Wrath/Kemarahan)
7. Belphegor
(Sloth/Kemalasan)
*Lain kali saya akan menjabarkan 7 iblis yang
mewakili 7 dosa ini
72 golongan
Iblis dalam lesser key of Solomon:
*Lain kali saya akan menjabarkan 72 iblis dalam
lesser key of Solomon ini.
9 golongan
Iblis dalam Islam:
1.
Iblis Zailatun (زَÙŠْÙ„َØ© ٌ )
Iblis ini
bertugas untuk menjerumuskan para pedagang di pasar agar berdusta, mau mengurangi
timbangan, membuat onar diantara para pedagang, dan melakukan bujuk rayu kepada
para pedagang agar melakukan penyimpangan dan kecurangan dalam aqad jual beli,
dengan diiming-imingi agar cepat kaya.
Ajakan Iblis
diatas itu jelas bertentangan dengan syari'ah, merusak ekonomi umat, menanamkan
mental binatang yang segala cara dalam meraih kesuksesan, serta menumbuhkan
jiwa egoistisme dan materialisme yang membabi-buta. Kalau ini sudah ditanamkan
oleh Iblis, maka dengan sendirinya orang itu akan senang-berenang dalam lumpur
kemaksiatan dan kedurhakaan.
Karena itu,
ada ancaman berat bagi siapa saja yang mengikuti ajakan Iblis Zailatun untuk
melakukan kecurangan dalam jual beli.
Ada
keterangan yang bersumber dari Abu Dzar ra., ia berkata: Rasulullah saw pemah
bersabda:
Ø«َلاَØ«َØ©ُلاَÙŠَÙ†ْظُرُاللهُ اِÙ„َÙŠْÙ‡ِِِÙ…ْ ÙŠَÙˆْÙ…َ الْÙ‚ِÙŠَامَØ©ِÙˆَلاَ ÙŠُزكِّÙŠْÙ‡ِÙ…ْ ÙˆَÙ„َÙ‡ُÙ…ْ عَذَابٌ Ø£َÙ„ِÙŠْÙ…
Ada
tiga orang dimana Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat (tidak
memberikan rahmat), tidak membersihkan dosa mereka, dan mereka (juga) akan
mendapat siksaan yang amat pedih. Abu Dzar ra berkata : "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam
mengatakan (hal tersebut) sampai tiga kali "Aku berkata: Mereka akan
menyesal dan merugi, siapa mereka itu Ya Rasulullah?. Lalu beliau bersabda: a).
Orang yang menurunkan kainnya (hingga menutupi kedua mata kakinya) b). Orang
yang suka mengungkit-ungkit pemberiannya. c). Dan orang yang menjual barang
dagangannya dengan sumpah palsu. (HR. Muslim)
Larangan
untuk melakukan kecurangan dalam jual beli juga disebutkan dalam Al-Qur'an
"Kecelakaan besarlah bagi orang-orang
yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain,
mereka mengurangi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain,
mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya
mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar (Yaitu) hari (ketika)
manusia berdiri menghadap Tuhan." (QS. Al-Muthaffifiin :1-6)
Itulah
diantara ancaman siksa bagi orang yang mengikuti Iblis Zailatun, yang melakukan
kecurangan dalam berdagang.
Cara
Iblis Zailatun menjerumuskan para pedagang adalah dengan menakut-nakuti
kebangkrutan jika berbuat jujur dalam berdagang, dan mengiming-imingi akan
cepat kaya, cepat berhasil dan sukses jika mau berbuat curang dalam berdagang.
jika orang yang berdagang itu lemah imannya, ambisius dan materialistis tentu
ia akan mudah terjebak dalam bujuk rayu Iblis Zailatun. Akhimya ia akan menjadi
pengikut setia Iblius Zailatun.
2.
Iblis Wawatsin
Iblis
Wawatsin dalah Iblis yang bertugas menggoda dan menjerumuskan orang yang
beriman agar selalu menggerutu, tidak sabar dan tidak ikhlas setiap kali
menerima musibah, atau cobaan dari Allah Ta'ala.
"Sesungguhnya wanita-wanita yang
merintih (lantaran menerima musibah) ini akan dijadikan kelak di hari kiamat
dua barisan dalam neraka jahannam, satu barisan berada disebelah kanan penduduk
neraka dan satu barisan lagi berada disebelah kiri, akhirnya mereka
menggonggong kepada penduduk ahli neraka, sebagaimana layaknya anjing-anjing
yang menggonggong." (HR. Ath-Thabrani).
Padahal
orang yang meratapi musibah dengan menggerutu sampai merobek-robek pakaiannya
adalah dosa. Tmdakan seperti ini merupakan cermin dari ketidak-ikhlasan atas
takdir Allah, sepertinya ia menyalahkan Allah, yang menghilangkan kesenangan
dirinya, padahal semua apa yang ada di alam ini telah ditentukan oleh Allah
masanya atau kehancurannya. Oleh karena itu, syari'ah memerintahkan untuk
bersabar dan ikhlas setiap kali menerima cobaan dan musibah dari Allah Ta'ala,
sebab setiap musibah itu ada hikmah yang terkandung didalamnya. Allah
mengancam akan menyiksa terhadap orang yang tidak bersabar dalam menerima
musibah. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam
dalam hadits yang lain disebutkan, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah bersabda:
"Tidak termasuk umat kami yang sempurna
orang yang menampari pipinya sendiri (ketika menerima musibah), merobek-robek
leher bajunya sendiri dan meratapi mayat, sebagaimana kebiasaan orang-orang
jahiliyah". (HR. Bukhari dan Muslim)
Demikianlah
diantara ancaman siksa bagi orang yang mengikuti Iblis Wawatsin. Sehingga ia
selalu mengerutu setiap kali menerima musibah. Iblis ini dalam menjerumuskan
orang yang beriman ke dalam jurang kemaksiatan dan kekufuran adalah dengan
menanamkan rasa ketidak-puasan terhadap takdir Allah, mempengaruhi jiwanya agar
memberontak ketika menerima musibah, membakar emosinya dan menghilangkan sifat
sabarnya.
Jika
seseorang sudah tidak mampu mengendalikan emosinya, maka Iblis dengan mudah
menjerumuskan dinnya ke dalam perbuatan munkar. Hanya keimanan dan ketakwaan
yang kuat serta kesabaran yang tinggi yang dapat menangkalnya dari gangguan
dan bujuk rayu Iblis Wawatsin.
3.
Iblis Akwan
lblis ini
bertugas menyesatkan dan mempengaruhi para remaja dan pimpinan umat supaya
selalu berbuat dzalim, menjauhi hal-hal yang ma'ruf, menanamkan kesenangan
berbuat munkar dan maksiat.
Cara yang
digunakan oleh Iblis Akwan dalam menjerumuskan remaja yang beriman ke dalam
lembah kemaksiatan adalah bermacam-macam. Perbuatan yang jelas munkarnya itu
dikemas dengan baik sehingga tidak terkesan sebagai perbuatan maksiat, hal ini
dilakukan-oleh Iblis Akwan untuk menarik simpati dari remaja beriman agar mau
melakukannya. Termasuk memperhalus istilah-istilah yang berbau maksiat dan
munkar, ini dilakukan untuk menghilangkan kesan maksiat, dengan demikian
remaja akan mudah dibujuk dan dirayu untuk dijebloskan ke dalam dunia sesat
yang jauh dari tuntunan agama.
Hal
ini telah dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya:
"... tetapi setan (Iblis) menjadikan
umat-umat itu memandang baik perbutan meeka (yang buruk), maka setan menjadi
pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka adzab yang sangat pedih.
(QS. An-Nahl 16:63)
Dalam
menyesatkan para pemimpm umat, Iblis Akwan selalu mendorong para pemimpin itu
untuk berbuat dzalim, merampas hak rakyat, bertindak sewenang-wenang, korupsi,
manipulasi, serta Iblis Akwan juga menanamkan rasa ketakutan dihati para
pemimpin akan kemiskinan jika mereka tidak mau berbuat dzalim, curang dalam
bertindak, mumpung masih berkuasa agar kekuasaannya itu digunakan sebaik
mungkin untuk berbuat munkar dan maksiat, baik teihadap rakyatnya maupun
terhadap Allah. Kalau ini sudah berhasil, maka Iblis Akwan akan lebih mudah
lagi menenggelamkan mereka kedalam lumpur kemaksiatan, akhimya jadilah mereka
pemimpin yang durhaka.
Untuk
para pemimpin yang berbuat dzalim seperti diatas itu, Allah mengancam akan
menyiksanya dengan siksaan yang amat pedih. Sebagaimana disebutkan dalam
FirmanNya:
"Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang
yang berbuat dzalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak.
Mereka itu mendapat adzab yang pedih". (QS. Asy-Syuura 42:42)
Itulah
diantara ancaman siksa bagi siapa yang berbuat dzalim di muka bumi ini dan
mengikuti jejak Iblis Akwan.
4.
Iblis Hafaf
Iblis ini
bertugas menyesatkan dan menjerumuskan kaum muslimin ke lembah nista yang
berlumur dosa dengan cara melakukan tipu daya dan bujukan agar kaum muslimin
melanggengkan minum khamer. Sebab jika seseorang sudah minum khamer dan mabuk,
maka segala bentuk kemungkaran yang lain dengan mudah ia laksanakan. Seperti
berzina, membunuh, berbuat aniaya, mencuri dan segala kemungkaran yang lain.
Karena tingkah laku orang yang sedang mabuk itu tidak dapat dikendalikan oleh
otaknya, jiwanya dan perasaannya sudah dikuasai oleh Iblis. Untuk itu, ia mudah
dibimbing oleh Iblis guna dijebloskan ke dalam kemaksiatan dan kekufuran.
Banyak sekali orang yang tadinya tidak berani membunuh, merampok dan berzina,
akan tetapi setelah ia menenggak khamer dan mabuk, maka segala bentuk kemaksiatan
di atas itu dapat dilakukannya dengan mudah, sepertinya tidak ada beban
baginya.
Agar
tidak mudah tertipu oleh bujuk rayu Iblis Hafaf, Allah telah memperingatkan
kaum muslimin agar tidak meminum khamer, karena khamer adalah identik dengan
setan. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:
"Hai orang-orang yang beriman,
sesungguhnya (meminum) khamer, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi
nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka
jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan."
(QS. Al-Maidah 5:90)
Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi wa Sallam
pernah bersabda:
"Jauhilah khamer, sesungguhnya khamer
itu adalah sumber segala kejahatan (kemaksiatan).
Didalam
hadits lain yang bersumber dari Anas ra, dikatakan sebagai berikut:
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam
melaknati sepuluh orang karena khamer, yaitu
1. Orang yang memeras bahan khamer.
2. Orang yang minta diperaskan bahan khamer untuk
diminumkan kepada orang lain.
3. Orang yang minum khamer
4. Orang yang membawa khamer
5. Orang yang dituju untuk dibawakan khamer kepadanya.
6. Orang yang menuangkan khamer ke gelas atau lainnya.
7. Orang yang menjual khamer.
8. Orang yang memakan harta hasil penjualan khamer.
9. Orang yang membeli khamer.
10. Orang yang dibelikan khamer.
(HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Demikianlah ancaman bags orang yang mengikuti Iblis
Hafaf, yang mau menenggak khamer dan benda yang memabukkan lainnya.
5.
Iblis Wamurah
Iblis
Wamurah ini bertugas menjerumuskan para penyanyi agar mendendangkan lagu yang
penuh maksiat, mengajak berbuat munkar, serta lagu-lagu yang bersyair kebebasan
tanpa etika. Juga menjerumuskan para penyanyi agar berpenampilan seronok, yang
dapat mengundang luapan nafsu dan maksiat. Dengan demikian orang akan mudah
digiring untuk dijebloskan dalam dunia munkar dan maksiat. Nyanyian dan
biduanitanya itu termasuk salah satu alat Iblis yang paling ampuh untuk
menjerumuskan orang ke dalam jurang kesesatan yang penuh dengan lumuran dosa.
Banyak sudah orang yang melakukan kemaksiatan karena terpengaruh oleh syair
lagu-lagu maksiat, atau dikarenakan mencontoh tingkah laku artis yang
diidolakan yang senang berbuat munkar, bergaul bebas dan akhlaknya yang buruk.
Oleh
karena itu, untuk menangkal bujuk rayu dan propaganda yang menyesatkan yang
ditiupkan oleh Iblis Wamurah adalah dengan menanamkan aqidah yang kuat dan
akhlak yang mulia. Sebab dengan berpegang teguh pada kedua faktor diatas Insya
Allah diri akan selamat dari godaan Iblis yang jahat ini.
6.
Iblis Laqwas
Iblis Laqwas
adalah Iblis yang bertugas mempengaruhi manusia agar tetap kafir, tetap musyrik
dan tetap menyembah berhala atau sesembahan lainnya selain Allah. Sudah banyak
orang yang disesatkan oleh Iblis Laqwas, terkadang ia mengganti bentuknya
seperti seorang syekh lalu memberikan pelajaran atau tuntunan yang mengarah
kepada kemusyrikan dan pemurtadan dengan berbagai dalih serta promosi yang
mengikat, sehingga banyak orang yang lemah imannya keluar dari jalur Islam
karena mengikuti saran Iblis Laqwas, hanya demi mendapatkan sesuap nasi, jabatan,
kedudukan, pekerjaan, fasilitas, bahkan ada yang rela melepaskan keimanannya
demi sang kekasih.
Orang
yang menyembah selain Allah, berarti dirinya menjadikan Iblis sebagai pelindungnya,
yang harus diikuti tingkah lakunya. Mereka tidak sadar kalau dirinya telah disesatkan
oleh Iblis untuk dijerumuskan ke dalam jurang kekufuran. Sebagaimana disebutkan
oleh Allah dalam firman-Nya:
'Sesungguhnya mereka menjadikan seran-setan
pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat
petunjuk.' (QS. Al-A'raf 7:30)
Di
dalam ayat yang lain Allah Ta'ala telah memperingatkan kepada umat manusia agar
tidak mudah ditipu oleh setan maupun Iblis, sebab makhluk jahat ini dalam
menyesatkan dan mengkufurkan manusia menggunakan bujuk rayu dan tipu muslihat
yang sangat memikat, maka tidak heran bila banyak orang yang lemah imannya
menjadi korban tipu muslihatnya.
Mengenai
hal ini Allah Ta'ala berfirman:
"Hai anak Adam, janganlah sekali-kali
kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua
ibu-bapakmu dari surga. (QS. Al-A'raf 7:27)
Meskipun
ada peringatan ayat diatas, masih banyak saja orang yang mengikuti Iblis Laqwas
melakukan kekufuran dan kemusyrikan. Mereka mengira bahwa apa yang mereka
perbuat itu merupakan jalan yang benar dan dapat memberi petunjuk kepada
mereka, padahal jalan yang mereka tempuh itu sesat dan dapat mendatangkan siksa
Allah. Itulah gambaran orang yang telah dijerumuskan oleh Iblis Laqwas kedalam
kesesatan.
7.
Iblis A'war
Iblis ini
bertugas untuk mempengaruhi dan menggoda laki-laki dan wanita untuk melakukan
perbuatan zina, atau melakukan perbuatan maksiat lainnya.
Iblis
A'war menggunakan "Pandangan Mata" sebagai cara yang paling ampuh
untuk membakar nafsu kaum lelaki dan wanita untuk berbuat maksiat.
Mujahid
berkata : Ketika wanita itu menghadap, maka Iblis duduk di kepalanya untuk
menghiasi Wajah wanita tersebut agar tampak menarik bagi orang yang melihatnya,
dan jika wanita itu berpaling ke belakang, maka Iblis duduk di pantatnya untuk
menghiasi pantat tersebut agar tampak menarik bagi orang yang melihatnya.
Apa
yang dikatakan oleh Mujahid diatas itu memang benar, sebab umumnya lelaki bila
melihat wanita ketika berhadapan, maka yang pertama kali diperhatikan adalah
wajahnya, sedangkan ketika melihat wanita yang berjalan didepannya, maka yang
pertama kali diperhatikan adalah pantatnya, karena itu memang tempatnya Iblis.
Nabi
Yahya as pernah ditanya: "Apa yang menjadi penyebab perzinaan?". Nabi
Yahya as menjawab: "Yang menjadi penyebabnya adalah memandang wanita, lalu
timbul dalam hati keinginan untuk berzina dengannya. Zina mata itu termasuk
dosa kecil, dan hal ini dapat mendekatkan pada perbuatan dosa besar, yaitu
zina farji. Oleh karena itu, barangsiapa yang tidak mampu menundukkan
pandangannya, maka niscaya ia tidak akan mampu menjaga farjinya". Demikian
jawaban Nabi Yahya as terhadap penanya tadi.
Nabi
Isa as pernah berkata: 'Takutlah kamu memandang (wanita), karena sesungguhnya
memandang itu dapat menumbuhkan syahwat didalam hati, dan ini sudah cukup
mendatangkan fitnah".
Berkatalah
Sa'ad bin Jubair ra: "Sesungguhnya fitnah yang menimpa Nabi Daud as
adalah dari memandang (wanita)".
Dan
masih banyak orang laki-laki maupun wanita yang berbuat zina yang diawali dari
kebiasaan memandang lawan jenisnya yang bukan muhrimnya. Karena memandang
merupakan panah Iblis yang sangat ampuh untuk menjerumuskan laki-laki dan
wanita ke dalam perbuatan nista yang penuh dengan dosa. Sekarang tidak sedikit
orang yang menjadi budak Iblis A'war karena ingin melampiaskan nafsunya.
Semoga kita dijauhkan oleh Allah dari godaan lblis ini.
Iblis
ini tugasnya mengencingi orang supaya malas bangun untuk beribadah. Jika orang
sudah malas bangun malam untuk beribadah berarti dirinya mementingkan tidurnya,
tidak memikirkan tentang kehidupannya nanti di akhirat, tidak mau bermunajat
kepada Allah berarti ada hal yang lebih penting selain bermunajat, apakah itu
tidur atau kegiatan-kegiatan lain yang berbau duniawiyah. Kalau hal ini sudah
menjadi kebiasaan seorang hamba, maka akan mempermudah Iblis menjauhkan dia
dari kegiatan agama, lama kelamaan dirinya akan bisa meninggalkan aktivitas
ibadah. Kalau sudah begini, Iblis tinggal menggiring dia untuk dijerumuskan ke
dalam jurang kemaksiatan dan kekufuran.
8.
Iblis Al-Wasnan
Banyak orang
terjerumus menjadi ahli maksiat, bahkan dirinya sampai rela menanggalkan
aqidahnya yang disebabkan oleh malas beribadah.
Malas beribadah
itu menunjukkan lemah keimanannya, bahkan keimanannya bisa sebagai lipstik
belaka, sebagai pemanis bibir saja, buktinya ia mengaku beriman tetapi tidak
mau beribadah, bahkan perintah agama ia tentang, larangannya ia terjang.
Orang-orang seperti inilah yang setia menjadi pengikut Iblis Al-Wasnan, yang
malas beribadah tetapi senang bermaksiat. Al-Qur'an telah memperingatkan kaum
muslimin agar tidak mengikuti langkah-langkah Iblis, sebab Iblis itu
menyesatkan, menyauhkan orang agar tidak beribadah kepada Allah Sebagaimana
disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al-An'am 142:
"Dan janganlah kamu mmglkuti
langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.
(QS. Al An'am 6:142)"
Dengan
demikian, bila ada orang malas beribadah, senang berbuat munkar, maka dia
telah menjadi teman Iblis.
9.
Iblis Dasim
Iblis yang
satu ini bertugas untuk mempengaruhi, menggoda dan mendorong suami istri untuk
melakukan penyelewengan. Dengan terjadinya penyelewengan, maka sudah barang
tentu rumah tangganya akan menjadi berantakan, tidak harmonis, jauh dari
kebahagiaan yang pada akhimya nanti akan terjadi perceraian. Inilah yang
diinginkan oleh Iblis Dasim.
Dengan
terjadinya perceraian, maka orang akan mudah untuk digiring berbuat munkar dan
maksiat, meskipun tidak sedikit orang yang tidak menikah juga tenggelam dalam
dunia maksiat. Setidak-tidaknya orang yang sudah bercerai itu dapat
dimanfaatkan oleh Iblis untuk dijerumuskan dalam perbuatan nista, seperti zina
dan perbuatan munkar lainnya, karena ia sudah tidak mempunyai tempat untuk
menyalurkan kebutuhan biologisnya secara halal. Karena diantara tujuan
pernikahan adalah untuk menundukkan pandangan mata, menyalurkan kebutuhan
biologis secara halal, untuk memperoleh keturunan, disamping menjalankan Sunnah
Rasulullah saw. Dan masih banyak lagi bahaya atau madlarat yang disebabkan
tidak menikah, dan keadaan inilah yang dimanfaatkan oleh Iblis Dasim untuk
menjerumuskan kaum muslimin ke lembah nista yang penuh dengan dosa.
Oleh
karena itu, Iblis sangat membenci terhadap keluarga yang rukun, damai dan
sejahtera. Sebab kondisi keluarga seperti ini akan mendapat limpahan rahmat dan
berkah dari Allah Ta'ala.
Itulah
nama-nama Iblis yang dikatakan oleh Umar bin Khathab yang bertugas menyesatkan
manusia untuk dijerumuskan ke dalam kefasikan, kemaksiatan, kemusyrikan dan
kekufuran, yang nanti menjadi temannya di dalam neraka. Semoga Allah
menjauhkan dan menyelamatkan kita dari segala tipu daya Iblis ini.
-
Sumber:
Wikipedia
Google

20161017 junda
BalasHapusmulberry outlet
nike roshe run
polo ralph lauren
michael kors handbags
instyler ionic styler
cheap nba jerseys
ray ban sunglasses
louis vuitton handbags
fitflops shoes
michael kors outlet
cheap basketball shoes
BalasHapusmichael kors handbags clearance
canada goose jackets
salomon shoes
cheap ray ban sunglasses
dallas cowboys jersey
toms shoes
ecco shoes
toms outlet
michael kors handbags