Langsung ke konten utama

IMHO

Good morning all.. 

Pagi ini saya membaca salah satu thread di Kaskus, isinya mengenai sharing tentang akidah Islam. Tapi dari apa yang saya baca sebenarnya sudah bukan sharing lagi melainkan perdebatan halus. Dari setiap komentar yang saya baca, rata-rata isinya tentang mempertahankan pendapat masing-masing. Merasa sudah sangat memahami Islam dan seluk beluknya lalu melemparkan pendapat. Ketika ada komentar yang tak menyetujui pendapatnya, langsung orang itu mempertahankan dengan segala cara. Kalau saya nilai yah seperti obsesi tak mau dikalahkan.

Aneh memang, dalam Islam yang saya cintai ini, begitu banyak pemeluknya yang berpikiran beraneka ragam. Begitu banyak pendapat yang akhirnya menyebabkan perbedaan, perdebatan dan akhirnya perkelahian dengan kekerasan. Saya tidak menutup mata, karena memang sudah banyak terjadi kok di Indonesia. Dan saya juga tidak munafik, karena dia orang Islam bukan berarti dia benar dalam berpendapat, yah walau pun dia membawa-bawa atau mengutip berbagai ayat dan hadist. Tapi semua itu kan tergantung pemahaman masing-masing. Jika dia kembali kepada dasar dari agama itu sendiri, bahwa Islam adalah agama yang cinta damai, tak pernah memaksa seseorang untuk memeluknya, menyebarkan dengan kelembutan dan kasih sayang. Ya tentu saja tanpa kekerasan. Yah tapi saya tidak menyalahkan orang yang berbeda pemahaman, ya wajar saja dong gurunya saja beda-beda yah pastinya cara belajar, materi dan cara berpikirnya juga beda-beda.

Saya pribadi bukan orang yang taat sekali pada agama saya, saya sering melalaikan kewajiban dan melakukan larangan-larangan Nya, tapi saya berusaha tidak mau menambahkan kesalahan dalam daftar dosa saya dengan merasa sok pintar tahu ini itu lalu tampil suci menyalahkan orang-orang yang katanya mereka nilai masih memahami setengah-setengah.

Saya lebih baik menghindari perdebatan, jika seseorang meminta saya mengikuti kegiatan agamanya yang belum tentu membuat saya nyaman, sekali pun itu majelis taklim yang saya suka tapi kalau saya merasa kurang nyaman ya saya dengan tegas menolak. Karena saya tidak mau datang ke suatu acara agama karena merasa tidak enak dengan orang yang mengajak atau karena terpaksa. Saya ingin mengikuti kegiatan agama karena merasa ingin dari dalam hati saya dan karena saya merasakan kenyamanan, makanya saya bilang di atas saya bukan orang yang taat sekali pada agama, karena yang wajib saja saya menjalankannya terkadang karena ingin sesuatu (meminta dalam doa) bukan karena bersyukur pada Nya. *Dalam ajaran yang diterapkan pada saya sejak kecil, bahwa dalam menjalankan ibadah bukan karena menginginkan sesuatu/meminta sesuatu pada Allah, sebaiknya dilakukan karena ingin berterima kasih sebagai wujud syukur yang dalam* (Mungkin yang baca ini merasa akan adanya perbedaan dalam pemahaman menjalankan ibadah).

Nah baru saya bilang tadi di awal, pemahaman dalam menjalankan ibadah saja sudah beda kan... Tapi ya saya lebih baik diam saja.. Kalau pun ada orang yang memancing pembicaraan yang berbau perdebatan, saya lebih baik ngacir gan.. *Kaskus banget deh ah...*

Jadi ya mau aliran apa pun yah silahkan saja, saya sih tetap begini saja, yang saya pahami yah biarlah begini saja yang penting saya tidak keluar konteks pemahaman yang mendasar.. :)


Have a nice day all ^^


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...