Langsung ke konten utama

Waktu perjalanan kemarin


Hi, lama sudah aku tidak posting disini. Rasanya seperti menyimpan seribu pemikiran dalam benak yang hendak ditumpahkan kedalam media blog ini.

Waktu perjalanan kemarin, yang sebenarnya dalam misi tugas kantor aku menyempatkan diri singgah didaerah yang penuh dengan misteri. Ketika aku menjajaki kaki di Borneo, tanah Dayak suku yang hebat rasanya penasaran sudah hinggap dan menyelimuti kalbuku.

Setelah bekerja, aku menyempatkan diri satu hari mencoba menyusuri jalan menuju daerah Samalantan bersama sepupu-sepupuku.

Apa yang menarik di Samalantan? daerah setingkat kecamatan ini sebenarnya menyimpan sejuta misteri yang membuatku penasaran setengah mati.

Melewati Singkawang yang merupakan kota berpenduduk etnis cina terbesar di Indonesia mempunyai cerita sendiri nanti, karena jujur saja aku lebih tertarik dengan Samalantan.

Rumah betang Samalantan, inilah akhir cerita petualanganku di tanah Borneo. Rumah betang milik suku Dayak pedalaman yang mempunyai histoy yang hebat. Dulu, rumah ini dipakai sebagai tempat berkumpulnya orang-orang Dayak. Disana mereka dikumpulkan dalam satu rumah, lalu para dukun sakti membacakan mantra untuk orang-orang Dayak agar kesaktiannya bertambah. Hal itu dilakukan sebelum mereka pergi berperang.

Ada semacam wadah berupa mangkok dari tanah liat, mangkok ini diisikan oleh darah binatang dicampur darah manusia, sebagai lambang persatuan suku dayak.

Mangkok itu disebut mangkok merah. Apabila mangkok itu sudah berjalan dalam artian dibawa oleh orang ke perkampungan-perkampungan dayak maka itu adalah sebagai tanda ajakan untuk bersatu.

Bila isinya berupa korek api, maka ajakannya adalah untuk membakar apa saja milik musuh.

Bila berisi darah, maka harus ada darah yang ditumpahkan. Prinsip orang dayak, darah dibalas darah, nyawa dibalas nyawa.

Musuh yang aku maksud disini adalah ketika dayak berperang besar-besaran melawan madura.

Dayak yang saat itu seperti orang kesurupan melawan madura tanpa gentar sedikitpun. Mereka memang seperti orang kesurupan, karena sebelumnya mereka sudah dibacai mantra agar kesaktiannya bertambah.

Tidak ada manusia yang sampai tega membuat musuhnya benar-benar habis. Habis dalam artian, kepalanya dipotong (pengayauan), dagingnya ada yang dimakan, potongan kepala dipajang didepan rumah ditusuk dengan tombak besi.

Tidak ada yang mampu melakukan seperti itu di Indonesia kecuali orang Dayak yang mempunyai kesaktian tingkat tinggi.

Belum lagi dengan Panglima Burung yang senantiasa membantu orang-orang dayak menghabisi musuhnya.

Panglima Burung, bisa lelaki bisa perempuan. Kesaktiannya benar-benar tinggi. Bisa berdiri diatas daun pisang yang masih menempel di pohonnya.

Kita semua tahu, ilmu Dayak mampu menyebrangi lautan. Kesaktiannya tidak bisa diragukan lagi.

Aku yang menjejakkan kaki dirumah betang yang penuh sejarah itu, sempat merinding dan membayangkan kejadian dimasa lampau.

Benar-benar pengalaman yang sangat mengagumkan.





Ini adalah topeng burung enggang lambang orang dayak. aku begitu mengagumi karya pahat ini, begitu halus dan warnanya tidak memudar walau usia topeng ini sudah lebih tua dari aku.


n masih banyak cerita lagi yang ingin aku share disini, tapi berhubung si bos memanggil jadi aku tutup dulu sesi 1 cerita di Borneo ini..


Cao..

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...