Langsung ke konten utama

Merdeka kan Hati dan Jiwa

Pernikahan memang bukan hal yang sembarangan, saking sakral nya sampai sampai ada yang menganggap terlalu berlebihan. Memang sih mungkin niatnya baik tapi segala sesuatu kalau berlebihan dan kekurangan tentu gak akan baik jadinya...

Gw baru menjalani kehidupan pernikahan beberapa hari. Tapi kerepotan yang terjadi sudah banyak disusul dengan masalah masalah baru. Yah namanya juga hidup, pasti ada aja masalah yang muncul. Masalah satu belum kelar dateng masalah yang lain. Terus berulang hingga kita mati.

Mungkin perasaan yang gw alamin pernah dialamin oleh para istri yang tinggal di rumah sang suami, maksudnya di rumah orang tua suami. Rasanya seperti makan jeruk. Gambling, takut berasa asam, takut juga terlalu manis.

Ditambah lagi kehidupan masa lalu yang belum juga pudar dari ingatan. Selalu saja dijadikan pembanding diantara yang lama dan yang baru. Yah selalu ada kejadian seperti itu.. Kenapa yaah...

Belum lagi dengan keegoisan kedua orang tua masing masing yang saling berebut si bungsu untuk tinggal bersama mereka..Weleeh..pusing dah akika ngadepinnya..tapi dari jauh dari lubuk hati gw yg paling dalam (ceile...) kenyamanan itu nomor satu bukan? kalau sudah tidak merasa nyaman untuk apa dipaksakan?

Yah, memang sudah resikonya. Hadapi aja laah Deb...


BTW, hari kemerdekaan nih...pada ikut lomba apa tadi pagi?

gw mah masak aja laah dirumaah...


Sebelum berteriak merdeka, merdekakan dulu jiwa dan hati mu right ?

MERDEKAAA !!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...