Langsung ke konten utama

Sebelah hati gw bersinar, sebelahnya Redup

I want to be alone for a while
I want earth to breathe to me
I want the waves to grow loud
I want the sun to bleed down

See the waves go down
See the moon alone
See the world unshown
I raise my head and whisper

Rise and shine
Rise and shine my sister

I want to see the wounded moon
I want the sea to break through
I want it all to be gone tomorrow
So I've come too say goodbye...

---

Lirik lagu Rise n Shine dari band The Cardigans ini mampu membuat semangat gw terpacu hari ini. Siang2 tengah bolong pake kaus oblong, eh salah..siang2 tengah bolong untung ga ktemu sundel bolong gw dah keluyuran gak jelas di tengah rimba nya kantor gw yang gede n gersang ini. Panasnya mampu membuat kepala gw nyaris putus karena nahan panas n silaunya mentari. Ntah kenapa cuaca akhir2 ini makin tidak bersahabat. Gw denger2 seh pengaruh dari Global Warming.

Apaan tuh Global Warming?

Katanya seh artinya pemanasan global gitu deh, gw tau cuman dikit. Tapi kali ini gw lagi males ngebahas itu. Gw mau ngebahas yang lain.

Kmaren rame2 konvoi Hari Buruh Internasional. Gak kalah menarik konvoi (sengaja gw ga nyebut demo, males bahasanya gak bagus n bikin imej jelek) ini diikuti warga Polandia yang akhirnya ketangkep polisi setelah aksi si warga Polandia n temen2nya (orang Indonesia kali ini) mencoret2 salah satu gedung di Jakarta. Menurut pemberitaan tindakan itu sangat anarkis.. Hallah hiperbola amat neh media..

Gw pedih banget kalo ngeliat buruh. Kalo buruh diluar negeri sana mungkin masih ada perhatian dari pemerintah. Tapi kalo buruh Indonesia? hikz..gw gak kebayang deh dengan para pengusaha yang memperkerjakan mereka. Apa para pengusaha itu pada gak punya hati? Atau sengaja menyalahgunakan UU 13 Ketenagakerjaan (pasal 64 kalo gak salah)? Atau memang tidak mengerti perasaan para buruh yang mereka pekerjakan?

Memang tidak semua para pengusaha bertindak diluar batas perikemanusiaan terhadap para buruh. Ada juga yang memperhatikan seperti memberi jaminan keselamatan kerja, tunjangan kesehatan dan lain lain. Walau ujung2nya ada juga yang "memainkan" jaminan dan tunjangan tersebut. Oknumnya? Ya pengusaha itu juga. Capeee deeeh..

Gw punya temen yang kerja di salah satu perusahaan milik negara (BUMN). Perusahaan yang bergerak dibidang asuransi dan jaminan para pekerja swasta terutama buruh. Temen gw ini cara kerja paling gw gak suka.

Dia "mainin" uang jaminan para buruh. Kalo tata cara dia "mainin" uang itu gak perlu gw ceritain demi menjaga keetisan. Yang jelas intinya dia "makan" uang yang seharusnya untuk para buruh. Tapi dikala buruh itu butuh uang itu, si temen gw itu berdalih kalau buruh2 itu memang tidak dapat uang jaminan atau kalaupun dapat sudah disunat uangnya ama dia. Sadis !!

Dimana mana emang banyak oknum ya ! Oknum (sebutan gw untuk mereka yang mengambil/mencuri/menyembunyikan/memaksa hak orang lain) ini bukan hanya dilingkungan pemerintah aja adanya, dilingkungan swastapun ada.

Sadis emang sadis kalo gw bilang. Gw gak bisa berkata kata lagi. Cuman hati gw meringis. Pedih gw ama nasib bangsa ini.

Yang miskin akan semakin miskin
Yang kaya akan semakin kaya
Saling menusuk dan membunuh
Menyerang satu sama lain
Permusuhan dan amarah ada dimana mana
Gila !!!




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...