Langsung ke konten utama

Easy To Say

Hari ini adalah hari yang pertama gw berangkat kerja dari rumah baru gw. Tidur dikamar baru rasanya beda banget. Kamar gw yang baru ada jendela nya, 2 jendela mungil berwarna merah yang dihiasi dengan vertikal blind warna coklat. Pagi2 gw dibangunkan oleh sinar mentari yang masuk dari jendela gw.

Gw tersenyum. Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk memulai hari, mencoba menjadi lebih baik lagi dari hari kemarin, dan mencoba untuk menikmati karunia yang sudah diberikan oleh Allah.

Walau hati masih rapuh dan terluka, tapi gw coba jalanin hari ini dengan senyuman ikhlas. Toh semua pasti kan bermakna. Suatu saat pasti akan pulih kembali hati ini.

Disaat makan siang tadi, Resty my best friend bilang sesuatu hal yang gw gak sadarin.

"Jangan terlalu lama lo mengejar dia deb, kita sebagai cewe kudu harus punya harga diri..yang penting lo dah berusaha.."

"Ya Res...gw hanya memberi waktu 1 minggu untuk dia berpikir, dan berani mengutarakan apa maunya.. bukan gantungin gw n kabur tanpa alasan yang jelas.."

Ntah kenapa disaat seperti cobaan malah makin berat. Kisah2 lama malah datang dan mencari gw. Bukan gw gak mau mengulang cerita indah itu, tapi rasanya hati ini belum tuntas untuk melanjutkan hidup. Masih ada yang mengganjal tanpa kata katanya.

Mungkin benar kata Yudi. Gw pun harus melanjutkan hidup, gw pun harus menyudahi kesedihan, gw pun harus sekuat Henceu, Mbak Rose n Yudi. Tapi hati gw terlalu lemah dan rapuh saat ini..

Ada yang bilang ama gw..
"Kalo elo merasa diri lo rapuh n gak kuat, maka otak lo akan otomatis merasa elo tuh gak kuat.."
"Tapi kalo elo merasa lo bisa, maka akan timbul semangat yang bisa buat lo semakin kuat.."

Yang bilang itu siapa?

Sialnya, dia.
Yang kembali mengingatkan gw akan memori nya.

--

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korea oh Korea

Hi all ^^. Berhubung gue lagi suka banget sama yang berbau Korea gue mau copast beberapa hal yang lagi gue sukai. ^^ Lagu yang lagi gue suka. Lagu lama siih, tapi gue masih suka aja, lagu ini adalah original soundtrack dari film lama korea yang judulnya Full House. Dengan bintang kesukaan gue, yakni RAIN! ^^. Synopsis A story about love and heartbreak, sadness and self-preservation.A naive, cheerful albeit, somewhat of a recluse writer, Han Ji Eun (Song Hye Gyo) is swindled out of everything she owns. Not by strangers, but her best friends! Stranded in another country, she is determined to get home with the help of an actor, Lee Young Jae (Bi), only to find that all which is precious to her has been sold. In an attempt to get her possessions back, she has entered in a contract marriage with Young Jae. It is quite simple, until feelings start to develop. Everyone around them test the “love” Young Jae and Ji Eun have for one another, including Young Jae’s grandmother.In spite of it all, ...

Kutukan Maut Berantai

Dapat kutukan maut dari si RIU , yah mau gimana lagi.. Belum diselesaikan kutukannya eh dapat lagi kutukan dari YUDI dan TEBEH . Arh, sial -______-". Karena isi kutukannya harus membuka kartu 11 FACT ABOUT ME, okay here we go... 1. Gue sangat membenci KECOA. I hate you paparoach! Gue harap lo punah kayak dinosaurus. 2.Gue tipe orang yang berpikir nggak ada duit = dunia datar. Yah walau ada pepatah uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang bro. *Astajim, matre amat gue -______-" 3.Walau gue nggak begitu suka buku Twilight Saga, tapi sumpah gue suka banget sama si Edward Cullen, gue suka cowok romantis, ganteng, baik hati, tidak sombong, keren dan terutama RICH. *masih matre juga gue -____-" 4. Walau gue suka banget horror, uka-uka, adrenaline pumping, tapi gue penakut abis sama hal-hal ghaib. Gue mudah parnoan kalau ngeliat yang sekelebat nggak jelas. 5. Gue takut air yang banyak. Misalnya kolam renang, laut, danau,, sungai. Gue hanya berani di pinggir-...

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...