Langsung ke konten utama

Kenapa Ya?

Kulangkahkan kaki bersama resty menuju kantin yang terletak dibelakang kantor ku pagi ini. Cuaca cerah yang menyambut menyilaukan pandangan mataku.

"Sarapan apaan kita res ?"
"Mie goreng aja yuk.."

Akhirnya kami menuju rumah makan tempat kami berkumpul dipagi hari bersama teman teman kami yang lain.

Ditengah obrolan kami, tiba tiba ada sesosok pria yang muncul dihadapanku. Argh dia lagi. Kenapa dia selalu muncul tiba tiba. Jantung ku langsung berdegup kencang, ntah kenapa setiap aku bertemu dengan nya jantung ku jadi berdetak kencang. Aneh sekali pikirku.

Dia duduk disamping ku, karena datang seorang diri dia jadi ikut nimbrung dan mengobrol dengan aku dan Resty.

Ketika Resty menyebut nama mantan ku yang juga sahabat pria itu, aku jadi bingung sendiri. Duh pikirku, kenapa nama itu harus selalu disebut disetiap obrolan aku dengan nya. Karena ketika nama itu disebut, jantung ku langsung berdegup kencang dan penasaran pun melanda hatiku.

Apa yang terjadi dengan hati ku? Apakah aku masih menyimpan rasa terhadap mantan sehingga kalau aku bertemu dengan sahabatnya rasanya aku penasaran sekali menanti dia bercerita tentang mantanku. Tapi kenapa setiap aku bertemu pria itu aku juga deg2an? Rasanya aku harus kembali melihat dalam diriku. Mantan ku adalah masa lalu ku, seharusnya aku tidak boleh mengingatnya dan berusaha mencari tahu tentangnya.

Sudahlah, yang jelas pagi ini cerah. Dan pagi ini seperti pagi pagi sebelumnya.

BTW, salah satu sahabat ku sedang berulang tahun hari ini. Happy Birthday Ya....

---

Semalam ketemuan sama Henceu n Yudi..Bener kata mbak Abell hampir tiap minggu ketemuan..hehehehhe...Kali ini gak ada poto soalnya ketemuan di Mal Ambasador, malu aja kalo poto2 ditengah2 mal..Next kalo kita ktemuan lebih siangan ya ibu2..biar belanja nya puaaaaaaaaas....

Komentar

  1. cie cie ..

    ga takut ntar kalo tiba2 blognya dibaca ? hehe ..

    biasa tuh, biasanya orang pengen tau kabar mantannya . haha.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korea oh Korea

Hi all ^^. Berhubung gue lagi suka banget sama yang berbau Korea gue mau copast beberapa hal yang lagi gue sukai. ^^ Lagu yang lagi gue suka. Lagu lama siih, tapi gue masih suka aja, lagu ini adalah original soundtrack dari film lama korea yang judulnya Full House. Dengan bintang kesukaan gue, yakni RAIN! ^^. Synopsis A story about love and heartbreak, sadness and self-preservation.A naive, cheerful albeit, somewhat of a recluse writer, Han Ji Eun (Song Hye Gyo) is swindled out of everything she owns. Not by strangers, but her best friends! Stranded in another country, she is determined to get home with the help of an actor, Lee Young Jae (Bi), only to find that all which is precious to her has been sold. In an attempt to get her possessions back, she has entered in a contract marriage with Young Jae. It is quite simple, until feelings start to develop. Everyone around them test the “love” Young Jae and Ji Eun have for one another, including Young Jae’s grandmother.In spite of it all, ...

Kutukan Maut Berantai

Dapat kutukan maut dari si RIU , yah mau gimana lagi.. Belum diselesaikan kutukannya eh dapat lagi kutukan dari YUDI dan TEBEH . Arh, sial -______-". Karena isi kutukannya harus membuka kartu 11 FACT ABOUT ME, okay here we go... 1. Gue sangat membenci KECOA. I hate you paparoach! Gue harap lo punah kayak dinosaurus. 2.Gue tipe orang yang berpikir nggak ada duit = dunia datar. Yah walau ada pepatah uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang bro. *Astajim, matre amat gue -______-" 3.Walau gue nggak begitu suka buku Twilight Saga, tapi sumpah gue suka banget sama si Edward Cullen, gue suka cowok romantis, ganteng, baik hati, tidak sombong, keren dan terutama RICH. *masih matre juga gue -____-" 4. Walau gue suka banget horror, uka-uka, adrenaline pumping, tapi gue penakut abis sama hal-hal ghaib. Gue mudah parnoan kalau ngeliat yang sekelebat nggak jelas. 5. Gue takut air yang banyak. Misalnya kolam renang, laut, danau,, sungai. Gue hanya berani di pinggir-...

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...