Langsung ke konten utama

Hei, di mana manner mu?

Sudah seharusnya kita sebagai mahluk sosial mempunyai manner yang bagus kepada manusia lain ketika berinteraksi. Jika belum tahu apa itu manner, ini gue kutipkan manner adalah TATA KRAMA, atau biasa disebut adat sopan santun. 

Contoh simple, ketika diberi sesuatu ucapkan terima kasih, ketika butuh bantuan ucapkan tolong, ketika memulai komunikasi ucapkan selamat pagi, assallamualaikum atau salam sapa sesuai enaknya kita, lalu disambung apa kabar? dan diakhiri terima kasih, hati-hati di jalan, goodluck, have a nice day. Selain itu, buang sampah sembarangan, bersendawa, buang gas, itu juga bagian dari tata krama kepada lingkungan sekitar.

Simpel banget kan ya? Saking simpelnya banyak orang mengabaikan, alias meremehkan. Saking sudah kenal dan akrab sampe nggak ada mannersnya sama sekali. Ya gak gitu juga lah. Orang tua kita ngajarin kita cium tangan pamitan sebelum jalan itu kan manners, apa karena sudah akrab sama orang tua lalu seenaknya aja nggak cium tangan? Masuk kamar abang atau adik karena akrab seenaknya aja masuk kan ga bisa juga, pantesnya ngetuk dulu, itulah manners. Tapi sakiiiing banyaknya dianggap sepele sampe hal kecil seperti itu diabaikan, tapi ketika sudah keseringan, orang bisa jengah loh.

Gue pernah bahkan sering berhadapan orang yang nggak ada mannersnya. Aseli jengkelin abis, dan gue sangat tidak suka berhubungan ama orang itu lagi. Udah malaaaas...

Coba deh pikir, lo pasti jengkel dengan orang yang nggak sopan kan? Nah. Coba ngaca, apa kita sudah cukup sopan dengan kehidupan sosial kita?


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...