Langsung ke konten utama

Habis mati, lalu kemana?

Baca pelan-pelan, ini murni pembahasan tanpa iman. Artinya jangan memandang penulis tidak punya iman, ini hanya menulis dari sisi yang berbeda, sisi tanpa keimanan, alias no religion.


-

Pernah nggak berpikir kalau mahluk hidup mati lalu kemana perjalanan setelah kematian? Kalau dari sisi agama, banyak penjelasannya. Tapi dari sisi di luar agama? Apakah kita pernah membaca atau mendengarnya?

Untuk gampangnya mari kita pilah dulu, bahwa mahluk hidup terdiri dari jasad yaitu tubuh kita, dan suatu energi yang "menghidupkannya", jasad dan energi saling bekerja sama dalam kehidupan, jika itu terpisah maka jasad mati, namun energi yang sering disebut roh dalam agama itu perginya kemana? Kalau dalam agama sudah pasti tahu jawabannya, tapi jika dalam teori fisika jauh sebelum munculnya konsep relativitas, dunia dikenal sebagai suatu ragam (continuum) yang berdimensi tiga. Sir Isaac Newton mempunyai pendapat bahwa ruang dan waktu merupakan dua data mutlak terpisah dan bersifat "absolut", yaitu mutlak tidak bisa diubah dimacam-macami.   

Waktu mempunyai sifat yang mandiri, bergerak dengan mantap tanpa bertalian dengan sesuatu yang eksternal.  Di alam ini terdapat gerak, tapi gerak itu sendiri tidak bisa mempengaruhi ruang danw aktu, gerak hanya berpengaruh pada benda-benda material. Konsep di atas berbeda dengan konsep relativitas yang menentukan suatu koordinat untuk menentukan berbagai peristiwa alam dalam bentuk empat dimensi, artinya dimensi ruang dan waktu bukan dianggap dua data yang mutlak terpisah, namun merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi, dalam artian ruang dan waktu bisa diubah dari satu sistem ke sistem lain dan itu dipengaruhi oleh gerak yang relatif. Waktu tidak dapat dipisah dengan gerak dan ruang, suatu gerak relatif mendekati kecepatan cahaya akan membuat mempengaruhi penelitian seorang pengamat di mana mereka mencatat dalam waktu yang berbeda.

Pusing bacanya, simplenya setiap benda itu hanya gabungan dari sifat-sifatnya, dan karena sifat hanya ada dalam pikiran maka seluruh alam semesta ini objektif materi dan energi. Segala isi dalam semesta ini adalah penglihatan dari kesadaran mata indera penglihat, jika tidak terlihat maka hampir dipastikan tidak ada, namun tidak semua apa yang tidak terlihat itu tidak ada, seperti halnya oksigen, virus, bakteri yang tidak bisa dilihat oleh mata, begitu pun energi, energi dalam manusia, seperti halnya kita ketahui manusia mempunyai gelombang listrik, gelombang elektromagnet yang tidak terlihat bahkan dalam keseharian tidak terasa. Begitu pula waktu, arti satu menit, satu jam atau bahkan setahun perlu ada sesuatu periswa yang menandainya, pemikiran itulah yang menjadi landasan bagi ilmu pengetahuan modern, karena waktu adalah hitungan mutlak yang dibuat seperti hal nya gerak.

Jika ada manusia yang mampu bergerak mendekati kecepatan cahaya, bisa jadi dia mendekati apa yang disebut dengan kematian, dalam hal yang bergerak bukan fisiknya melainkan energi yang ada dalam tubuhnya, dalam konteks ini kematian itu merupakan peralihan ruang atau dimensi suatu energi, di mana ruang atau dimensi itu tidak terlihat oleh mata.

Jika dalam pemaparan agama, tentang akhirat adalah dunia yang kekal, maka ada dimensi waktu yang berlaku dalam akhirat, dimensi waktunya pasti berbeda dengan dimensi waktu kehidupan, dan ukuran waktunya sudah kita ketahui dalam penjelasan ilmu agama.

 -

Menurut hukum fisika, kematian berhubungan dengan hukum II termodinamika.
Ketika entropi sistem (manusia) menuju entropi terbesar maka manusia akan mati.
Keadaan hidup mempertahankan entropi kecil, sedangkan ketika mati , tubuhnya terurai, maka entropinya terbesar.  



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korea oh Korea

Hi all ^^. Berhubung gue lagi suka banget sama yang berbau Korea gue mau copast beberapa hal yang lagi gue sukai. ^^ Lagu yang lagi gue suka. Lagu lama siih, tapi gue masih suka aja, lagu ini adalah original soundtrack dari film lama korea yang judulnya Full House. Dengan bintang kesukaan gue, yakni RAIN! ^^. Synopsis A story about love and heartbreak, sadness and self-preservation.A naive, cheerful albeit, somewhat of a recluse writer, Han Ji Eun (Song Hye Gyo) is swindled out of everything she owns. Not by strangers, but her best friends! Stranded in another country, she is determined to get home with the help of an actor, Lee Young Jae (Bi), only to find that all which is precious to her has been sold. In an attempt to get her possessions back, she has entered in a contract marriage with Young Jae. It is quite simple, until feelings start to develop. Everyone around them test the “love” Young Jae and Ji Eun have for one another, including Young Jae’s grandmother.In spite of it all, ...

Kutukan Maut Berantai

Dapat kutukan maut dari si RIU , yah mau gimana lagi.. Belum diselesaikan kutukannya eh dapat lagi kutukan dari YUDI dan TEBEH . Arh, sial -______-". Karena isi kutukannya harus membuka kartu 11 FACT ABOUT ME, okay here we go... 1. Gue sangat membenci KECOA. I hate you paparoach! Gue harap lo punah kayak dinosaurus. 2.Gue tipe orang yang berpikir nggak ada duit = dunia datar. Yah walau ada pepatah uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang bro. *Astajim, matre amat gue -______-" 3.Walau gue nggak begitu suka buku Twilight Saga, tapi sumpah gue suka banget sama si Edward Cullen, gue suka cowok romantis, ganteng, baik hati, tidak sombong, keren dan terutama RICH. *masih matre juga gue -____-" 4. Walau gue suka banget horror, uka-uka, adrenaline pumping, tapi gue penakut abis sama hal-hal ghaib. Gue mudah parnoan kalau ngeliat yang sekelebat nggak jelas. 5. Gue takut air yang banyak. Misalnya kolam renang, laut, danau,, sungai. Gue hanya berani di pinggir-...

PERGI

Kemana perginya? Ada tanya dalam lara Hati hampa menanyakan penghuninya Kosong Biarlah berpura pura  Bahwa bahagia ada Kosong Pakai dulu topengnya agar mereka tak tahu bahwa itu hanya omong kosong Dan tersenyumlah bahwa semua akan aman saja Mungkin tak sama Bahwa hati ini miliknya, dan hatimu milikku..