Jin menurut
bahasa (Arab) berasal dari kata ijtinan, secara harfiah berarti sesuatu yang
berkonotasi “tersembunyi” atau “tidak terlihat”. Dalam Islam dan mitologi Arab
pra-Islam, jin adalah salah satu ras mahluk yang tidak terlihat dan diciptakan
dari api. Makhluk ciptaan Allah dapat dibedakan antara yang bernyawa dan tak
bernyawa, di antara yang bernyawa adalah jin. Jadi jin menurut bahasa berarti
sesuatu yang tersembunyi dan halus, sedangkan syetan ialah setiap yang durhaka
dari golongan jin, manusia atau hewan.
Dinamakan
jin, karena ia tersembunyi wujudnya dari pandangan mata manusia. Itulah
sebabnya jin dalam wujud aslinya tidak dapat dilihat mata manusia. Kalau ada
manusia yang dapat melihat jin, maka jin yang dilihatnya itu adalah jin yang
sedang menjelma dalam wujud makhluk yang dapat dilihat mata manusia biasa.
Tentang asal kejadian jin, Allah menjelaskan, kalau manusia pertama diciptakan
dari tanah, maka jin diciptakan dari api yang sangat panas.
Dalam
Alquran terdapat banyak ayat yang menceritakan tentang Jin. Diantaranya:
1.
Surah
Al-Hijr ayat 26 – 27:
Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari
tanah liat yang kering kerontang yang berasal dari lumpur hitam yang diberi
bentuk dan Kami telah ciptakan Jin sebelum di ciptakan manusia dari api yang
sangat panas.”
2.
Surah
Ar-Rahman ayat 15:
Artinya: “Dia (Allah) menciptakan Jann (Jin) dari nyala api (Pucuk
api yang menyala-nyala atau Maarij)”
3.
Surah
Al-’Araf ayat 12:
Artinya: “Engkau ciptakan aku (kata Iblis) dari api sedangkan
ciptakan dia (Adam) dari tanah.”
4.
Dari Hadis
Nabi saw yang telah diriwayatkan oleh Muslim ra:
“Malaikat diciptakan dari cahaya, Jaan diciptakan dari lidah api
sedangkan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan kepada kamu
(tanah).”
5.
Al-A’raf
Ayat 72:
“Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu
tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.”
Asal Mula Penciptaan Jin
-Qs Al-Hijr
: 26 – 27 :
“Dan
sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang
berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin
sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.”
– Qs
Al-Baqarah ayat 30 :
Yang
artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya
Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa
Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat
kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih
dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku
mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
– Qs
Ar-Rahman ayat 15 :
Yang artinya
: “dan Dia menciptakan jin dari nyala api.”
Menurut
suatu Hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud menyatakan bahwa angin Samuun yang dijadikan
Jaan itu hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian angin Samuun yang sangat
panas.
Dari api
yang sangat panas inilah Allah telah menciptakan Jin, yaitu dari sel atau atom
atau dari nukleas-nukleas api. Kemudian Allah masukkan roh atau nyawa padanya,
maka jadilah ia hidup seperti yang diinginkan oleh Allah. Jin juga di beri izin
oleh Allah merubah diri kebentuk yang disukai dan dikehendakinya kecuali bentuk
rupa Rasulullah SAW.
Jin juga
diperintahkan oleh Allah menerima syariat Islam sebagaimana yang diperintahkan
oleh Allah kepada manusia. Bentuk asal Jin setelah diciptakan dan ditiupkan roh
itu hanya Allah dan Rasulnya saja yang mengetahuinya. Menurut beberapa ulama
rupa, tabiat, kelakuan dan perangai Jin adalah 90 persen mirip ke manusia.
Asal
kejadian manusia adalah campuran dari Massa Kathif yaitu tanah dan air, Massa
Syafaf yaitu campuran api dan angin dan nurani, yaitu roh, akal, nafsu dan hati
yang dinamakan “Latifatur-Rabbaniah” sesuai dengan manusia sebagai sebaik-baik
kejadian yang diciptakan Allah dan sebagai Khalifah Allah di muka bumi ini.
Sedangkan kejadian Jin pula ialah campuran Massa Syafaf yaitu campuran api dan
angin dan Nurani yaitu roh, akal, nafsu dan hati yang sesuai dan cocok dengan
kejadian Jin.
Sedangkan
mahkluk-makluk lain pula Allah jadikan dari salah satu unsur tersebut,
misalnya, binatang yang dijadikan dari campuran Massa Ksayif dan Massa Syafaf
saja. Batu dan tumbuh-tumbuhan pula dijadikan dari Massa Kasyif semata-mata.
Sedangkan Malaikat pula dijadikan dari Nurani semata-mata.
Cara Reproduksi Jin
Manusia
membutuhkan waktu mengandung selama sembilan bulan untuk melahirkan dan anak
manusia juga membutuhkan waktu yang lama untuk matang dan menjadi baligh.
Berbeda dengan
Jin dimana bila di sentuhkan alat kelamin lelaki dengan alat kelamin perempuan,
maka Jin perempuan akan mengandung dan melahirkan, anak Jin yang baru lahir itu
terus mukallaf. Begitulah keadaannya sampai ke hari kiamat.
Iblis pula
apabila disentuhkan paha kanan dengan paha kiri akan mengeluarkan 33 biji
telur. Dalam setiap biji telur itu ada 33 pasang benih. Setiap pasang benih itu
apabila menyentuh paha kanan dengan paha kiri akan keluar seperti yang
terdahulu. Begitulah proses reproduksi Jin dan Iblis sampai pada hari kiamat.
Bunian atau
biasanya disebut juga orang Ghaib ialah hasil campuran laki-laki atau perempuan
Jin dengan laki-laki atau perempuan dari kalangan manusia. Anak yang dihasilkan
dari percampuran itu dikenal dengan nama Bunian. Perangai dan tingkah laku
serta bentuk rupa orang Bunian ini dalam beberapa hal mirip manusia dan juga
mirip Jin.
Jika nenek
moyang manusia adalah Nabi Adam, maka nenek moyang Jin juga ialah “Jaan” yang
asalnya adalah beriman kepada Allah dan melahirkan keturunan yang beriman.
Setelah itu terdapat juga keturunan Jaan yang kufur dan melahirkan keturunan
yang kufur. Anak cucu Jaan yang asalnya beriman itu ada yang kuat imannya, ada
pula yang kufur dan ada juga yang beriman kembali kepada Allah.
Bentuk dan Jenis Jin
– Bentuk Jin
Pada
dasarnya bentuk rupa Jin tidak banyak berbeda dari bentuk rupa manusia, yaitu
mereka memiliki jenis kelamin, memiliki hidung mata, tangan, kaki, telinga dan
sebagainya, sebagaimana yang di miliki oleh manusia. Pada dasarnya 80 hingga 90
persen Jin menyerupai manusia.
Hanya
perbedaan fisik Jin adalah lebih kecil dan halus dari manusia. Bentuk tubuh
mereka itu ada yang pendek, ada yang tinggi dan bermacam-macam warnanya, yaitu
putih, merah, biru, hitam dan sebagainya. Jin kafir dan Jin Islam yang fasik
itu memiliki rupa yang buruk dan menakutkan. Sedangkan Jin Islam yang saleh
memiliki paras yang elok.
Menurut
beberapa pendapat, tinggi Jin yang sebenarnya adalah sekitar tiga hasta saja.
Pengetahuan mereka lebih luas dan berumur sangat panjang sampai beribu-ribu
tahun umurnya. Kecepatan Jin bergerak melebihi kecepatan cahaya dalam suatu
waktu. Karena Jin terdiri dari mahkluk yang seni dan tersembunyi, tidak zahir
seperti manusia dan tidak sepenuhnya ghaib seperti Malaikat, maka ruang yang
kecil pun bisa di duduki oleh jutaan Jin dan juga dapat merasuki dan menghuni
tubuh manusia.
Jumlah Jin
terlalu banyak sehingga menurut beberapa pendapat mengatakan bahwa jika jumlah
semua manusia dari Nabi Adam sampai hari kiamat dikalikan dengan hewan-hewan,
dikalikan dengan batu-batu, dikalikan dengan pasir-pasir dan semua
tumbuh-tumbuhan. Itu pun hanya sepersepuluh dari total Jin.
Sedangkan
total Jin adalah sepersepuluh dari total Malaikat. Total Malaikat hanya Allah
dan Rasulnya saja yang mengetahuinya.
Alam tempat
berdiamnya Jin adalah di lautan, daratan, di udara dan di Alam Mithal yaitu
suatu alam yang terletak diantara alam manusia dan alam malaikat. Jika kita
diberikan oleh Allah kemampuan untuk melihat Jin, sudah tentu kita akan melihat
jarum yang jatuh dari atas tidak akan jatuh ke bumi, tetapi jatuh dibelakang
Jin, karena sangat banyaknya jumlah mereka.
Oleh sebab
itu orang tua kita selalu berpesan agar anak-anaknya segera kembali ke rumah
apabila tiba waktu maghrib dan pintu serta jendela rumah harus di tutup, agar
tidak dimasuki oleh setan dan Iblis.
Sebagaimana
sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Rasulullah:
“Bila kamu menghadapi malam atau kamu telah berada di sebagian malam maka tahanlah anak-anakmu karena sesungguhnya setan berkeliaran ketika itu dan apabila berlalu sesuatu ketika malam maka tahanlah mereka dan tutuplah pintu-pintu rumahmu serta sebutlah nama Allah, padamkan lampu-lampu mu serta sebutlah nama Allah, ikatlah minuman mu serta sebutlah nama Allah dan tutuplah sisa makanan mu serta sebutlah nama Allah (ketika menutupnya) “
Hadist di
atas berarti bahwa Jin dan setan tidur di waktu siang dan menjelang petang
mereka keluar untuk mencari rezeki dan makanan, baik laki-laki maupun
perempuan, baik yang dewasa atau anak-anak.
Jenis Jin
1.
Al-Jan
Jenis yang
pertama ini adalah pengertian jin secara umum, yaitu jenis jin yang berpotensi
seperti layaknya manusia. Jin ada yang laki-laki dan adapula yang perempuan,
ada jin yang muslim dan adapula yang non muslim, jin juga membutuhkan makan,
minum, tidur, bersenggama dan sebagainya. Walhasil jin pada kategori JAN tidak
banyak berbeda dengan manusia pada kategori al-insan
2.
Al-A’mir
Biasanya
disuatu tempat, dikamar mandi, dirumah atau dimanapun ada suara atau bunyian
yang menirukan perbuatan manusia. Seperti halnya ada suara orang wudhu atau
orang mandi, padahal dikamar mandi tersebut tidak ada siapa-siapa. Hal ini
boleh jadi adalah perbuatan jin pada kategori AL-A’MIR. Maka biasanya orang
menyebutnya sebagai setan tek-tek. Karena memang jenis jin ini suka menirukan
perbuatan atau kebiasaan manusia, dengan maksud menakut-nakuti.
Al-A’mir
juga terkadang mengikuti orang yang sedang membaca, bernyanyi dan sebagainya
atau mengikuti orang yang sedang shalat dibelakangnya. Meskipun demikian kita
tidak usah takut, karena bisa saja dia tidak jahat, hanya karena ingin menjadi
mak’mum atau ingin belajar membaca atau menyanyi.
3.
AL-Ifrit
Ifrit adalah
jenis jin yang berpotensi sebagai pembantu ataupun khodam bagi manusia. Dalam
hal ini ada ifrit yang muslim dan baik, yang tentunya bisa menjadi khodam pada
manusia yang muslim dan baik pula. Adapula ifrit yang berprilaku jahat dan
kafir yang dimanfaatkan oleh para tukang sihir dan dukun, seperti ifrit-ifrit
yang bekerjasama dengan pesihir.
4.
Al-Arwah
Jenis jin
yang keempat inilah yang sering dan biasa menggoda manusia, terkadang al-arwah
menjelma dirinya sebagai orang tua kita yang telah meninggal atau sebagai
dedemit dan sebagainya. Sehingga dapat mengelabuhi sebagian masyarakat kita dan
menakut-nakuti mereka yang mempercayainya. Sebenarnya jenis jin al-arwah ini
termasuk golongan jin yang sangat kuat dan sangat nakal. Disebutkan paling kuat
karena mereka dapat menjelma dirinya menjadi apa saja dengan mengerahkan
kekuatan ilmu yang dimilikinya dan disebut nakal karena sering menggoda dan
menakut-nakuti manusia. Jika diibaratkan manusia, maka jenis jin dari golongan
Al-arwah semacam preman yang suka usil terhadap masyarakat setempat dan
terutama kepada perempuan sendirian dijalanan.
5.
As-Syaiton
Berbeda
dengan al-arwah, as-syaiton adalah jenis jin yang selalu menggoda manusia dari
segi keimanan, kerohanian dan kejiwaan. As-syaiton sangat berbahaya
dibandingkan jenis jin lainya, karena as-syaiton merasuk kedalam hati
manusia untuk membisikan kekafiran, keingkaran dan kejahatan. Dalam surat
an-naas dijelaskan bahwa bukan hanya jin jahat dan ingkar yang termasuk dalam
golongan as-syaiton, manusia yang yang berprilaku dzalim dan lalai termasuk
dalam kategori ini. Mengenai hal ini ada sebagaian ulama yang berpendapat bahwa
setan adalah sebuah sifat jahat dari manusia dan jin. Jadi kesimpulanya adalah
setan bukan berupa wujud atau benda, melainkan sebuah sifat atau perbuatan.
Kelompok Jin
Jin juga
seperti manusia yang ingin melanjutkan keturunan dan hidup
berkelompok-kelompok. Suku dan kelompok Jin sangat banyak dan berbicara dalam
berbagai dialek dan bahasa. Ada beberapa ulama membagi Jin ke beberapa
kelompok, diantara adalah kelompok yang menunggu kubur, kelompok yang menunggu
gua, kelompok yang menunggu mayat manusia, kelompok yang menunggu hutan,
kelompok yang menunggu bukit tinggi, kelompok yang menunggu air, mata air, grup
yang menunggu danau, kolam, teluk, kuala, pulau dan sebagainya.
– Jin, Ifrit, Setan dan Iblis
Jin, Ifrit,
setan dan Iblis adalah merupakan bagian dari golongan Jin, hanya saja tugas dan
fungsi mereka yang berbeda. Jin sebagaimana yang telah dijelaskan di atas
adalah sejenis mahkluk Allah yang tersembunyi dan tidak terlihat oleh manusia.
Pengetahuan mereka lebih luas dan sangat panjang usianya.
Sedangkan
Ifrit adalah golongan Jin yang sangat kuat dan pandai menipu serta sangat busuk
hati terhadap manusia. Golongan ini sangat sombong dan durhaka kepada Allah.
Iblis dan
setan juga terdiri dari golongan Jin dan mereka adalah kaum Jin yang sangat
sombong lagi durhaka, pengacau dan menjadi musuh utama manusia dan mendapat
kutukan Allah hingga hari kiamat.
Sebagaimana
Firman Allah:
“Iblis
menjawab: Sebab engkau telah menghukum saya dengan tersesat, saya akan mencegah
halangi mereka dari jalan Mu yang lurus. Kemudian saya akan mendatangani mereka
dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Engkau tak
akan menemukan kebanyakan dari mereka bersyukur (taat).”
Beberapa
ulama berpendapat bahwa Azazil itu bukanlah nenek moyang Jin, sebenarnya ia
adalah Jin yang paling abid dan alim di kalangan Jin yang diangkat menjadi
ketua ahli-ahli ibadah kepada Jin dan Malaikat. Dia menjadi angkuh dan diri di
atas keilmuan, ketakwaan dan banyak beribadat serta asal usul kejadiannya
dibandingkan dengan manusia (Adam).
Maka dengan
sifatnya yang sombong itu Allah telah melaknatnya menjadi kafir dengan nama
Iblis. Mulai dari saat itulah Iblis melancarkan gerakan permusuhan dengan
manusia sampai hari kiamat.
Allah telah
menjelaskan bahwa ada tiga jenis permusuhan dilakukan oleh Jin ke atas manusia
yaitu:
1.
Dalam Kejahatan (As-Suu’): yaitu gemar membuat dosa-dosa dan maksiat hati dan
segala anggota tubuh.
2.
Kekejian (Al-Fahsyaa ‘): yaitu kejahatan yang lebih buruk dan jahat. Kekejian
ini adalah bagian dari hal yang membawa kepada kedurhakaan dan maksiat kepada
Allah.
3.
Dalam kebohongan dan menipu Allah dalam perbuatan, kata dan nawaitu.
– Khadam
Khadam
adalah pembantu atau suruhan yang akan membantu tuannya apabila di minta.
Khadam terbagi atas dua golongan, yaitu:
1.
Khadam Asal.
Khadam asal adalah terdiri dari rohani Malaikat dan Jin Islam
peringkat tinggi yang nama mereka adalah nama malaikat. Ia tidak meminta syarat
apapun kepada tuannya. Khadam jenis ini diharuskan oleh syarak.
2.
Khadam
Bersyarat.
Khadam jenis ini adalah terdiri dari Jin alam rendah terdiri dari
Jin Islam atau Jin kafir. Golongan ini datang ke tuannya dengan perjanjian dan
beberapa syarat khusus dan umum, baik yang bertepatan dengan hukum syariah atau
yang diharamkan oleh syarak. Khadam jenis ini diharamkan oleh Islam.
Khadam
bersyarat ini akan datang menolong melalui salah satu cara berikut:
A.
Dampingan
Luar.
Khadam ini akan mendampingi dan menolong tuannya melalui eksternal
saja, yaitu hanya dalam perbuatan, ucapan atau qasad hati.
B.
Dampingan
Internal.
Khadam jenis ini juga dikenal sebagai Tanasakhul aruah atau
penjelmaan khadam atau Jin dalam diri seseorang (menurun) dengan menamakan diri
mereka, saat menurun dengan nama-nama tertentu seperti Nabi Khidhir, Panglima
Hitam, Wali Songo dan sebagainya.
Jin yang
meresap dalam cara ini memungkinkan orang yang diresapi itu menunjukkan
keajaiban dan hal-hal yang luar biasa seperti berbicara dalam bahasa Jawa,
Arab, Inggris dan sebagainya, padahal sebelumnya orang tersebut tidak
mengetahui sedikit pun bahasa-bahasa tersebut.
Kehidupan Jin
– Pemerintah-Pemerintah Jin
Jin juga
memiliki pemimpin dan kerajaannya yang tersendiri. Raja Jin alam bawah yang
kafir adalah seperti Mazhab, Marrah, Ahmar, Burkhan, Syamhurash, Zubai’ah dan
Maimon. Empat raja Jin Ifrit (Jin yang paling jahat) yang memiliki pemerintah
besar yang menjadi menteri pada Nabi Allah Sulaiman as adalah Thamrith,
Munaliq, Hadlabaajin dan Shughal.
Sedangkan
Raja Jin Alam atas yang Islam adalah Rukiyaail, Jibriyaail, Samsamaail,
Mikiyaail, Sarifiyaail, ‘Ainyaail dan Kasfiyaail. Raja Jin yang menguasai Teman
Jin tersebut bernama THOTHAMGHI YAM YA LI. Sedangkan Malaikat yang mengontrol
seluruh Jin-Jin di atas bernama Maithotorun yang bergelar QUTBUL Jalalah.
Anak-anak
Iblis juga memiliki pemerintah yang besar antaranya:
1.
Thubar Merasuk manusia yang di timpa musibah dan bala
2.
Daasim Merasuk manusia untuk menceraikan ikatan silatulrahim, rumah tangga,
keluarga, sahabat handai, jemaah dan sebagainya.
3.
Al-’Awar Merasuk manusia untuk meruntuhkan akhlak, berzina, minum arak, berjudi
dan sebagainya.
4.
Zalanbuur Merasuk manusia dengan api permusuhan dan pembunuhan.
– Agama Suku-suku Jin
Jin Juga
seperti manusia, yaitu ada yang baik, ada yang jahat, ada yang saleh, ada yang
tidak saleh, ada yang alim lagi mukmim, ada ada yang kufur, ada yang murtad,
fasik dan zalim, ada yang masuk surga dan ada yang disiksa oleh Allah ke neraka
di akhirat.
Mayoritas
suku-suku Jin terdiri dari golongan Jin kafir. Golongan Jin kafir ini
kebanyakanya beragama Yahudi, Kristen, Komunis dan sangat sedikit dari mereka
yang beragama Buddha dan Majusi. Ada juga golongan Jin yang tidak beragama.
Golongan Jin yang memeluk Islam hanyalah sedikit dan terdiri dari kaum
minoritas jika di bandingkan dengan keseluruhan jumlah Jin.
Seperti juga
manusia biasa, Jin juga mempunyai tingkat-tingkat iman, ilmu dan praktik
tertentu yang berdasarkan iman dan amal mereka kepada Allah. Walaupun Jin Islam
yang paling tinggi imannya dan paling saleh amalannya serta paling luas serta
banyak ilmunya, tetapi masih ada pada diri mereka sifat-sifat madzmumah seperti
menyombongkan diri, riak dan sebagainya, tetapi mereka mudah menerima teguran
dan pengajaran.
Mungkin
inilah yang sering dikatakan bahwa “sebaik-baik Jin itu adalah sejahat-jahat
manusia yang fasik.” Tetapi perbedaannya manusia yang paling jahat susah
menerima pengajaran dan teguran yang baik.
Golongan Jin
Islam yang umum dan Jin kafir suka merasuk manusia yang awam dengan berbagai
cara, karena pada pandangan mereka manusia-manusia yang umum itu bukanlah
manusia sebenarnya, sebaliknya adalah rupa seekor binatang. Manusia yang Khawas
dan Khawasil-Khawas tidak dapat di rasuk oleh Jin, bahkan Jin pula akan datang
kepada mereka untuk bersahabat.
Interaksi Antara Manusia dan Jin
– Melihat Jin
Pada
prinsipnya Jin tidak dapat di lihat, di sentuh dan di dengar oleh manusia dalam
bentuk yang asal sebagaimana saat diciptakan, kecuali dalam kondisi-kondisi
tertentu, Jin dapat di lihat dalam bentuk rupa yang diingininya.
Jin juga
bisa di lihat oleh manusia dalam keadaan dibuka mata batinnya atau ketika
meminum air yang sudah dido’akan atau kemauan Jin itu sendiri untuk
memperlihatkan dirinya kepada manusia.
Di dunia
semua Jin dapat melihat manusia sedangkan manusia yang Khawas dan
Khawasil-Khawas saja yang dapat melihat Jin selain para Nabi dan Rasul.
Sedangkan di akhirat semua manusia mukmin yang ahli surga dapat melihat Jin
sedangkan Jin yang Khawas dan Khawasil-Khawas saja yang dapat melihat manusia.
Adapun
kelebihan Jin yang telah diberikan oleh Allah adalah kemampuannya untuk mengubah
dirinya dalam berbagai bentuk. Misalnya dalam perang Badar, Iblis telah
menampakkan dirinya dalam bentuk seorang lelaki dari Bani Mudlij dan setan juga
dalam rupa Suraqah bin Malik yang datang membantu tentara musrikin memerangi
tentara Islam. (Iblis dan setan adalah juga merupakan bagian dari golongan
Jin).
Dalam Sahih
Bukhari juga ada meriwayatkan bahwa adanya Jin yang menampakkan dirinya dalam
bentuk ular dan membunuh seorang pemuda yang mencoba membunuh ular tersebut.
Selain itu Jin juga bisa menampakkan dirinya dalam bentuk rupa hewan lain
seperti bentuk rupa kucing, anjing dan sebagainya.
– Bersahabat dengan Jin
Banyak di
kalangan orang-orang Indonesia yang bersahabat dan menjadikan Jin sebagai
pembantu dan Khadam mereka untuk membantu mereka melaksanakan tugas-tugas
tertentu. Misalnya seperti dukun, pesulap, pengobatan alternatif dan
sebagainya.
Namun tidak
semua kaum di atas yang menggunakan Jin dalam kerja harian mereka. Ada juga
golongan tersebut yang benar-benar memiliki keterampilan alami tanpa
pertolongan dari Jin.
Singkatnya
kita sebagai seorang Islam yang bersahabat dengan para Jin Islam maupun Jin
kafir akan lebih banyak mendapatkan keburukannya dibanding kebaikan yang akan
kita peroleh. Jin akan selalu merasuk dan mendorong manusia supaya melakukan
kejahatan dan maksiat tanpa kita sadari.
– Masuknya Jin Kedalam Tubuh
Manusia
Jin bisa
merasuk dan masuk ke dalam diri manusia dengan berbagai cara dan manusia yang
mengunakan layanan Jin untuk melakukan pengkhianatan kepada manusia lain pun
melalui berbagai cara.
Sebagaimana
sebuah hadis Rasulullah saw yang telah diriwayatkan oleh Sayidah Syafiyyah
binti Huyay, bahwa Rasulullah pernah bersabda yang maksudnya:
“Sesungguhnya
setan (Jin) itu berjalan dalam tubuh anak Adam sebagaimana darah yang mengalir
dalam tubuhnya”.
Dari hadis
di atas jelaslah bahwa Jin dapat masuk kedalam tubuh manusia dan berjalan
melalui urat nadi dan darah manusia. Jin dapat berjalan dalam tubuh manusia
seperti arus listrik yang mengalir dalam kabel. Jin juga dapat menguasai
manusia sehingga ia dapat menyebabkan perkelahian antar sesama manusia, manusia
hilang ingatan, hilang kesadaran dan lain-lain lagi.
Jin bisa
merasuki tubuh manusia baik diminta sendiri oleh manusia atau tanpa di sadari
oleh manusia itu sendiri. Jin mendampingi dan merasuki manusia melalui salah
satu cara berikut.
Diantaranya Melalui
Khadam atau manusia itu sendiri yang menjadikan Jin sebagai sahabatnya.
1.
Melalui “saka Baka”.
2.
Melalui Mantra-mantra yang di lakukan oleh manusia lain.
3. Karena manusia itu sendiri lupa terhadap Allah atau melakukan hal-hal yang
dilarang oleh Allah, berarti mendekatkan diri untuk diperdaya oleh jin dan
syaithan.
4.
Melakukan kejahatan terhadap Jin, seperti menjatuhkan benda berat ditempat yang
ada Jinnya,tanpa menyebut nama Allah sehingga menyebabkan kematian anak Jin.
5.
Karena ada Jin laki-laki yang jatuh cinta kepada perempuan yang suka bersolek
atau perempuan yang suka keluar rumah untuk memperlihatkan kecantikannya dan
tidak memakai kerudung serta suka menunjukkan auratnya.
6.
Membaca jampi-jampi, doa atau ayat-ayat tertentu yang dapat mendatangkan Jin.
Apabila Jin
telah merasuki raga manusia, walaupun dengan cara apapun Jin tersebut akan
mendiami salah satu dari tempat berikut di anggota tubuh manusia. (mekipun
sebenarnya mereka bebas bergerak kemanapun dalam raga manusia) Diantara
tempat-tempat tersebut adalah:
1.
Mereka berkumpul di mata kanan dan kiri. Oleh sebabitu jika seseorang telah
dirasuki Jin didalam badan mereka, mereka tidak akan berani berhadapan mata
dengan orang lain.
2.
Berada di telinga kanan dan kiri, oleh karena itu manusia yang telah dirasuki
Jin tidak suka mendengar nasehat dan teguran yang baik dan sangat suka
mendengar hal-hal maksiat seperti musik yang melalaikan dan sebagainya.
3.
Berada di mulut manusia, oleh sebab itu manusia yang telah dirasuki Jin sangat
suka berbicara hal-hal yang tidak berguna dan mendatangkan dosa seperti
mengumpat, mencela, menghina manusia lainnya dan sebagainya.
4.
Berada di hidung manusia, sehingga menyebabkan manusia suka menghirup hal-hal
yang tidak tidak dan dapat merusak diri manusia sendiri.
5.
Berada dipusar, sehingga menyebabkan orang tersebut selalu mengalami sakit
perut dan berbagai penyakit yang tidak dapat dideteksi oleh dokter.
6.
Berada di kemaluan manusia, sehingga menyebabkan manusia suka melakukan hal-hal
maksiat seperti berzina dan sebagainya.
Manusia yang
selamat dari ganguaan Jin, Iblis dan setan adalah manusia yang selalu berada
dalam Tauhid dan jalan Allah, melalui lidah, anggota badan dan hati, mereka
juga berakhlak seperti akhlak Rasulullah serta rajin beramal dan menjalankan
syariat Islam.
Jalan
terdekat untuk berada dalam tauhid Allah adalah dengan kita mengambil contoh
perbuatan dan akhlak orang-orang yang berada dalam tauhid Allah, seperti Nabi
Muhammad, sahabat-sahabat beliau, para ulama dan sebagainya.
Dengan
mengikuti segala ajaran yang telah di ajarkan oleh rasulullah, melaksanakan
semua perintah Allah dan menjauhi larangannya kita akan aman dari gangguan para
Jin, Iblis, setan atau sejenisnya.
Seperti kata
para Ulama:
“Kun
Ma’Allah fain lam Takun ma’Allah, fakun ma’a man ma’Allah fainnahu yusiluka
illallaah”
Maksudnya
adalah:
“Hendaklah
jadikan diri kamu bersama Allah, maka jika kamu tidak dapat menjadikan diri kamu
bersama Allah hendaklah kamu jadikan diri kamu bersama dengan mereka yang telah
beserta dengan Allah, maka sesungguhnya yang demikian itu akan menyampaikan
diri kamu kepada Allah”
Hubungan Raja Sulaiman dengan Jin
Menurut
riwayat, jin bekerja di istana nabi Sulaiman, seorang nabi dan raja yang
dianugerahi Allah banyak ilmu pengetahuan, jin dengan tertibnya
mengabdi kepada nabi Sulaiman. Jin tetap tunduk dan berada di bawah
kendali raja Sulaiman, mereka diperintahkan untuk melakukan berbagai
pekerjaan.
“... Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya
(di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. (QS Saba’ 34:12)
“Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan
burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).” (QS an-Naml
27:17]
Al-Qur'an
menceritakan bahwa nabi Sulaiman meninggal ketika ia sedang bersandar pada
tongkatnya. Ia nampak oleh jin tetap tegak bersandar pada tongkatnya, jin
mengira bahwa nabi Sulaiman masih hidup dan mengawasi mereka, sehingga mereka
terus bekerja. Mereka menyadari keadaan sebenarnya ketika Allah memerintahkan
kepada rayap untuk menggerogoti tongkat nabi Sulaiman sampai tubuhnya jatuh ke
lantai. Al-Qur'an kemudian menjelaskan bahwa jika jin mengetahui yang
gaib, mereka tidak akan tinggal dalam siksa yang menghinakan karena diperbudak.
“Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada
yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan
tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau
sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa
yang menghinakan.” [QS Saba’34:14)
Keberadaan dan Penggunaan jin dalam Budaya Lainnya
Pada suku
Guanche (penduduk asli di Kepulauan Canary) mitologi dari Tenerife, di sana ada
kepercayaan kepada makhluk yang sama dengan jin, seperti maxios (dewa kecil
kebajikan atau jin) atau paredros dioses (‘dewa penolong’, penjaga rumah dan
sejenis ruh) dan tibicenas (jin jahat), serta setan Guayota (dewa kejahatan
aborigin), seperti Iblis di kalangan Arab, kadang-kadang diidentifikasi dengan
jin.
Jin Dalam Bibel
Dalam
tradisi Yahudi - Kristen, kata atau konsep jin seperti itu tidak terdapat dalam
teks Bibel Ibrani asli, tetapi jin dari kata bahasa Arab sering digunakan dalam
terjemahan kuno bahasa Persia dan bahasa Arab.
Dalam
beberapa ayat pada terjemahan bahasa Parsi dan Arab, kata Jin yang disebutkan
dalam terjemahan adalah ruh yang dikenal atau (obe) untuk Jin dan setan untuk
Iblis.
Dalam Bibel
terjemahan bahasa Arab Van Dyck, kata-kata ini disebutkan dalam Lev 19:31, Lev
20:06, 1Sa 28:3, 1Sa 28:9, 1Sa 28:7, 1CH 10:13, Mat 4:1, Mat12: 22, Luk
4:5, Luk 8:12, Joh 8:44 dan ayat-ayat lainnya juga. Selain itu, dalam
buku apocryphal Perjanjian Sulaiman, ia menggambarkan jin tertentu yang
diperbudak untuk membantu membangun kuil, Sulaiman mengajukan pertanyaan
kepada jin mengenai tingkah-lakunya serta bagaimana mereka bisa bertahan
menjaganya?, dan jawaban yang diberikan adalah semacam petunjuk self-help terhadap aktivitas
setan.
Jin Dalam Okult
Dalam
buku-buku sihir, Jin dikelompokkan ke dalam empat garis silsilah menurut
unsur-unsur klasik, yaitu Bumi, Udara, Api; (Ifrit) dan Air, (Marid) dan
tinggal di dalamnya. Mereka berkumpul dalam satu keluarga, biasanya
terdiri dari tujuh orang, masing-masing dengan seorang raja. Setiap raja
mengontrol sukunya dan dikontrol oleh seorang Malaikat. Nama Malaikat ini
sangat ditakuti karena bisa menimbulkan penderitaan yang luar biasa, baik
kepada raja jin maupun kepada anggota sukunya.
Tidak
seperti penyihir putih dan penyihir jahat, jin memiliki kehendak bebas, namun
mereka bisa dipaksa untuk melakukan kedua perbuatan sihir yang baik dan yang
jahat. Sebaliknya iblis hanya akan menyakiti makhluk hidup, dan seorang
malaikat hanya akan memiliki niat baik hati (sihir putih). Mengetahui apa
yang harus diminta kepada ruh untuk melakukan sesuatu adalah kunci,
seperti meminta kepada ruh untuk melakukan tugas yang berlawanan dengan
kecenderungan alaminya mungkin bisa mengundang kemarahan ruh dan membalas
dendam terhadap tukang sihir.
Hikmah adanya bangsa Jin (diambil dari postingan lama Kiyudi di Kaskus)
Mengapa
Allah membiarkan manusia hidup berdampingan dengan jin, iblis dll????
Hanya Allah yang Maha Mengetahui.
Hanya Allah yang Maha Mengetahui.
Hikmah adanya bangsa Jin:
1. Agar
Manusia mau belajar instropeksi diri. Godaan, gangguan dan tipuan dari para
syetan tentu akan membawa dampak bagi manusia. Ada dampak positif dan tentu ada
dampak negatif.Dampak positifnya, agar tak terlena bujukan oleh bujukan syetan
paling tidak manusia jadi semakin berhati-hati dalam berpikir dan bertindak.
Dampak negatifnya: Manusia akan mudah terbujuk oleh rayuan syetan tersebut dan
ikut dalam permainan/jebakan syetan.
2. Agar
Manusia tidak menjadi sombong. Bukan hanya manusia yang diberi beban kehidupan
di dunia ini dan diminta pertanggung jawabannya. Tetapi juga bangsa Jin.
3. Agar
manusia pantang putus asa. Godaan syetan yang lahir dari keinginan mereka untuk
menggaet manusia sebagai kawan di neraka, akan menjadi tantangan bagi manusia
untuk mengasah kepekaan ruhaninya.
4. Agar
manusia selalu belajar menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Dengan hadirnya setan penggoda, maka manusia mau tak mau harus berpegang teguh
pada kunci-kunci kehidupan yg Allah telah beri, agar manusia selalu selamat.
5. Agar
manusia belajar lebih khusyuk dalam beribadah kepada Allah. Syetan selalu memunculkan
rasa waswas dan bisikan-bisikan halus yang ditujukan untuk mengganggu
kosentrasi manusia dalam beribadah dan membujuk manusia agar melebih-lebihkan
atau mengurangi ibadahnya.
6. Agar
manusia selalu belajar mencermati lingkungan dan setiap kejadian yg ada di
sekitarnya. Dengan menyadari terhadap kegigihan iblis dan para pengikutnya
dalam menyeret manusia kepada kemusyrikan, diharapkan manusia akan lebih
memperhatikan gejala’’ atau kejadian aneh yg muncul di sekitarnya. Sebab, gejala
atau kejadian aneh yang muncul disekitar manusia boleh jadi merupakan bagian
syetan dalam memperdaya umat manusia.
7. Agar
manusia selalu belajar Ingat kepada Allah. Selalu meminta perlindungan kepada
Allah SWT.
8. Agar manusia selalu ingat untuk mohon ampun kepada Allah. Kasih sayang Allah yang begitu besar kepada Manusia, menyebabkan penyesalan dan istighfar manusia itu menjadi ‘Garansi keselamatan’ bagi manusia di dunia ini. Terutama setelah bertobat lantaran telah tergoda oleh bujuk-rayu setan dan hawa nafsunya sendiri.
8. Agar manusia selalu ingat untuk mohon ampun kepada Allah. Kasih sayang Allah yang begitu besar kepada Manusia, menyebabkan penyesalan dan istighfar manusia itu menjadi ‘Garansi keselamatan’ bagi manusia di dunia ini. Terutama setelah bertobat lantaran telah tergoda oleh bujuk-rayu setan dan hawa nafsunya sendiri.
9. Agar
manusia punya kesempatan yang luas untuk belajar bersyukur kepada Allah. Segala
sesuatu ang diciptakan Allah di muka bumi tidak ada yang sia-sia. Semuanya
pasti sudah memiliki takdir atau ukurannya masing-masing. Kehadiran setan dan
para pengikutnya itu, sesungguhnya justru dapat membuat manusia makhluk
‘terpilih’. Godaannya justru membuat manusia bisa makin ingin berjuang dan
belajar untuk lebih dekat dengan Allah. Tipu muslihatnya membuat manusia
terpacu untuk mengasah kepekaan dan mengendalikan hawa nafsunya.
10. Agar manusia selalu belajar untuk bertakwa
kepada Allah. Penciptaan bangsa Jin dan setan kerap memunculkan mitos di tengah
masyarakat. Karena itu berbagai kepercayaan dan keyakinan tentang kekuatan
dunia ghaib hadir dan berkembang dengan maraknya. Pengalaman” mistik, terkadang
menjadi acuan bagi manusia untuk menjalani hidupnya. Bisa ke arah spiritual,
supranatural atau kedua-duanya beriringan. Pada saat itu, kepada siapa hati
kita terpaut dan kepada siapa kita pantas untuk takut? Semuanya tergantung pada
seberapa jauh kita mengenal dunia ghaib sendiri. Orang yang sering bersentuhan
dengan dunia ghaib belum tentu bisa mengenal dengan baik tentang dunia ghaib
sebenarnya. Sebab, mereka yang diberi pengetahuan tentang dunia ghaib itu
hanyalah mutlak atas ijin Allah. Adapun orang yang betul-betul mengerti akan
dunia ghaib, Insya Allah hal itu justru akan menjadi pemicu baginya, untuk
senantiasa meningkatkan ketakwaannya Kepada Allah SWT.
--
Sumber:
Wikipedia
http://www.akhirzaman.info/allien-a-ufo/75-alien/2029-jin-dalam-perspektif-berbagai-kepercayaan.html
Gambar : Google image.



20161017 junda
BalasHapusreplica watches
michael kors handbags
beats by dr dre
longchamp handbag
nike blazer pas cher
oakley sunglasses
ralph lauren polo
rolex watches for sale
michael kors outlet clearance
ugg boots
toms outlet store
BalasHapusadidas yeezy boost
http://www.oakley-sunglass.in.net
reebok outlet
nike air huarache
adidas stan smith
fitflops outlet
michael kors handbags
tiffany and co uk
Cheap Jordans For Sale
nike blazer pas cher
BalasHapusmichael kors outlet online
browns jerseys
canada goose outlet
nike air huarache
michael kors handbags
san antonio spurs jerseys
tiffany and co
coach outlet
ray ban sunglasses