Pemberitaan media massa sedang gencar-gencarnya
membahas kasus partai yang terlibat skandal sapi impor. Nggak ketinggalan sapi
yang dibahas, para wanita dan uang yang terkait di dalamnya pun ikut dibahas
ramai-ramai di berbagai forum. Nggak percaya? Silahkan googling.
Saya bukan mau membahas masalah sapi dan partai.
Tapi sedikit mengulas tentang sex.
Aw.. Tabu, Deb.. Jangan ah..
Hellow, hari gini bahas sex itu nggak tabu,
justru ini pendidikan supaya nggak 'kudet' (kurang update).. Asal bahasnya
nggak vulgar kayak kama sutra atau stensilan.
Menyindir sedikit soal skandal wanita dan sapi
impor sering jadi pertanyaan, tersangka AF yang diduga mengalirkan dana ke 45
wanita dari yang tua hingga yang muda. Kata-kata ‘fustun’ pun mengalir hingga
banyak menimbulkan berbagai komentar di publik.
Tersangka AF ini sebenarnya sudah mempunyai istri
yang menurut saya masih muda dan cantik pula. Tapi kenapa masih menggaet wanita
cantik? Bahkan saat tertangkap si tersangka ini bersama dengan mahasiswi yang
diduga sedang di ‘sewa’ untuk melayaninya dan dibayar dengan rupiah yang tidak
sedikit. Tidak ketinggalan pengakuan model cantik yang menerima sejumlah uang
dan mobil dari tersangka.
Nah, jadi ngegosip kan.. Back to sex.
Seorang pria dewasa yang sudah menikah,
berdasarkan hukum kebutuhan biologis manusia sudah pasti membutuhkan sex
sebagai kebahagiaan lahir dan batinnya. Begitu pun seorang wanita dewasa yang
sudah menikah juga membutuhkan sex untuk kebahagiaan lahir dan batinnya. Tapi
seringkali asumsi masyakarat atau pola pikir atau bahkan penanaman pemikiran
sejak dulu bahwa wanita tidak terlalu membutuhkan sex dibanding pria.
Menurut saya itu salah. Karena menurut biologi,
wanita dan pria adalah sama-sama manusia yang membutuhkan sex. Karena semua
manusia mempunyai hormon testoteron dan bagian otak hipotalamus, namun kadarnya
berbeda.
Tapi kenapa yang sering diberitakan tentang sex
pasti pria? Ya mungkin karena si wanita belum banyak terungkap oleh khalayak
ramai.
Ambil contoh, kasus poliandri belum banyak
terdengar dibanding poligami (apa memang tidak ada saya tidak tahu). Kasus
poligami seperti dukun terkenal yang mempunyai 32 istri, kasus Eyang Subur yang
mempunyai 8 istri, kasus sapi LHI yang mempunyai 4 istri salah satunya adalah
anak yang baru lulus sekolah dan yang baru terdengar adalah kasus bupati yang
memberi mahar 5 miliar untuk istri kelimanya. Nah dari situ saja sudah banyak,
membuat orang bertanya, 1 saja rasanya tak habis-habis masa sudah nyari
lain?
Saya nggak mau bahas soal poligami, karena pasti nyangkutnya ke agama, saya bahas di bawah ini mengapa banyak pria merasa kurang dengan 1 wanita, ini baik yang sudah menikah atau belum. Artinya entah si pria berselingkuh dari istrinya atau mempunyai banyak pacar. Karena bukan hal aneh bila jaman sekarang seks itu dilakukan oleh orang di luar nikah.
Berikut beberapa kemungkinan analisa saya:
Saya nggak mau bahas soal poligami, karena pasti nyangkutnya ke agama, saya bahas di bawah ini mengapa banyak pria merasa kurang dengan 1 wanita, ini baik yang sudah menikah atau belum. Artinya entah si pria berselingkuh dari istrinya atau mempunyai banyak pacar. Karena bukan hal aneh bila jaman sekarang seks itu dilakukan oleh orang di luar nikah.
Berikut beberapa kemungkinan analisa saya:
1. Si
pria menganut gaya hidup hedonis mengadaptasi dari sistem kerajaan jaman dulu.
2. Si
pria tidak terpuaskan nafsu sex nya oleh sang istri sehingga mencari di wanita
lain.
3. Si
pria merasa bosan dengan 1 wanita sehingga ingin mengusir bosan dengan wanita
lain.
4. Si
pria baru belajar nakal sehingga demi mengikuti trend pergaulan lalu dia mencari
selir sebanyak-banyaknya.
5. Wanita
lebih cepat menua sementara pria ada puber ke 2.
6. Si
pria mempunyai kelainan sex
Berikut saya jabarkan satu persatu ya.
1. Si
pria menganut gaya hidup hedonis mengadaptasi dari sistem kerajaan jaman dulu.
Jaman dulu sebelum adanya
agama masuk ke Indonesia mungkin (mungkin niih) dimana agama asli Indonesia
yang percaya leluhur dan menghargai alam tidak mengajarkan tentang hukum nikah.
Jaman dahulu kala, para raja yang berkuasa seperti yang kita simak di dongeng,
cerita dll bahwa sang raja mempunyai 1 istri yang bertugas memberi keturunan
untuk pewarisnya kelak. Namun sang raja tidak hanya didampingi satu wanita
yaitu istri itu saja. Sang raja mempunyai istri ke 2 dst alias selir-selir yang
mendampingi dan bertugas melayani raja bergiliran tergantung mood sang raja.
Nggak bisa dipungkiri jaman
sekarang gaya hidup hedonis makin menggila, dimana uang banyak maka kekuasaan (tahta)
pun harus luas. Orang yang punya kekuasaan sudah pasti beruang banyak, orang
yang punya uang banyak juga bisa dipastikan mempunyai kekuasaan yang luas.
Bukan hanya bidang kenegaraan seperti politik dan pemerintahan, tapi menjulur
hingga ke kasta bawah sampai ke rakyat.
Hedonis itu menurut
pengertiannya adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi
bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin
menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau
pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan
manusia (sumber wikipedia).
Untuk meraih kesenangan dan
kenikmatan hidup itu manusia yang menganut hedonisme tidak memikirkan cara
meraih kesenangan tersebut, entah dengan halal atau tidak. Karena halal dan
haram ada dalam hukum agama, bukan hukum hedonisme.
Maka dari itu, sejalan dengan
waktu hedonisme ini sering dipahamkan menjadi orang yang mencari kesenangan
atau kenikmatan tanpa memikirkan efek jangka panjang yang ada dalam hukum agama
(dosa, neraka dll) karena kesenangan atau kenikmatan yang dimaksud adalah
kesenangan duniawi, tidak masuk kesenangan pasca duniawi (kehidupan sesudah
mati), makanya bisa dibilang orang yang menganut hedonisme tidak mempercayai
bahwa adanya kehidupan sesudah mati, tidak mempercayai hukum agama yang
melarang tindakan yang melanggar hukum agama. Asal mendapat kesenangan atau
kenikmatan mereka sudah merasa itulah tujuan hidup mereka.
Atau bisa jadi orang ini
sebenarnya sudah mengetahui hukum agama, tapi demi gaya hidup hedonis si pelaku
mengabaikannya.
2.
Si pria tidak terpuaskan nafsu sex nya oleh sang istri
sehingga mencari di wanita lain.
Sudah sejatinya pria itu
memang lebih banyak nafsu sexnya dibanding wanita. Nggak percaya? Penelitian
banyak mengungkapkan bahwa otak pria dan wanita berbeda, jika pria tidak dapat
melakukan pekerjaan yang banyak dalam waktu bersamaan (sekaligus), sementara wanita
bisa. Begitu pun sex, banyak penelitian mengungkapkan bahwa pusat kehidupan sex
manusia adalah bagian otak yang disebut hipotalamus. Selain mengatur kehidupan
sex, hipotalamus juga mengatus emosi, denyut jantung, dan tekanan darah. Dan
pemilik hipotalamus terbesar adalah kaum pria. Dan bukti lain yang menunjukkan bahwa
hormon testoteron yang dimiliki pria 20x lebih besar dibanding wanita, makanya
tidak heran kalau pria nafsu sexnya lebih besar dibanding wanita. Konon pria
mampu bercinta kapan saja dimana saja dia mau, tak salah hasil survey Kinsey
Institute menyimpulkan bahwa 37% pria di dunia memikirkan sex setiap 30 menit.
Karena nafsu yang besar
sementara sang istri mempunyai keterbatasan yang menyebabkan si pria mencari di
wanita lain yang bisa disalurkan kebutuhannya itu menyebabkan banyak
perselingkuhan dalam rumah tangga. Saya nggak munafik, memang benar kok sebab
dari perselingkuhan sedikit banyak dipengaruhi dari sex. Selain unsur-unsur
lain tentunya yang menyebabkan si pria ‘hengkang’ dari wanita. Jadi jika ada
perselingkuhan jangan langsung menyalahkan pria, coba instrospeksi dulu siapa
tahu kita wanita juga ada salah. Mungkin dari sex yang tak terpenuhi, atau
faktor lainnya. Tapi bukan lantas jadi senjata kaum pria lalu menjadikan si
wanita kambing hitam, ya sama-sama instrospeksi diri lah.
3. Si
pria merasa bosan dengan 1 wanita sehingga ingin mengusir bosan dengan wanita
lain.
Pernikahan adalah suatu ikatan
dimana pria dan wanita bersatu dalam rumah tangga. Kita semua sudah mengetahui
bahwa normalnya suatu pernikahan adalah dimana hanya ada satu pria dan satu
wanita. Tapi mengapa pria banyak melakukan poligami? Atau mengapa pria banyak
selingkuh?
Karena menurut survey, pria
merasa cepat bosan dengan rutinitas pernikahan yang monoton, makanya dia
mencari kesegaran baru pada wanita lain. Tapi pernikahan monoton juga tak bisa
disalahkan dari si pria. Bisa jadi dalam pernikahannya si pria merasa bosan
diatur, dikekang, atau tak dihormati hak-haknya sebagai kepala rumah tangga
oleh si istri. Jadi harus dilihat lebih ke dalam lagi sebab musabab timbulnya
rasa bosan terhadap pernikahan.
4. Si
pria baru belajar nakal sehingga demi mengikuti trend pergaulan lalu dia mencari
selir sebanyak-banyaknya.
Nggak bisa dipungkiri bahwa
pergaulan masa kini makin menggila. Ada saja yang didewakan oleh pergaulan demi
mendapat predikat hebat atau keren. Gank motor yang sekarang ini marak
ditangkapi polisi ada yang mengungkapkan bahwa diwajibkan merampok minimarket
agar bisa masuk gank motor dan dibilang keren. Padahal prilaku seperti itu
tidak mencerminkan kehebatan seseorang. Tak beda dengan si pria yang baru
mendalami dunia pergaulan yang dia belum kenal sebelumnya. Bukan hanya di dalam
dunia politik dan pemerintahan, dunia pekerjaan negeri dan swasta pun seperti
itu. Untuk dianggap hebat dan keren oleh seseorang si pria yang bergabung dalam
komunitas/kelompok tertentu melakukan mengumpulkan wanita sebanyak-banyaknya
untuk dijadikan selirnya. Si pria ini saya bilang baru belajar nakal, untuk
dibilang hebat dan berkuasa dia harus terlihat seperti ‘bajingan’ yang mampu
menaklukkan banyak wanita.
5. Wanita
lebih cepat menua sementara pria ada puber ke 2.
Ilmu kedokteran membuktikan
bahwa wanita mempunyai masa menopouse sementara pria tidak. Seorang kakek tua
pernah diberitakan menikahi anak gadis belia, seorang yang usia 50an menikahi
anak di bawah umur, dll. Ini membuktikan bahwa pria tak pernah tua dan pria
mempunyai masa puber ke 2. Tak heran banyak pria dewasa yang sudah tua
berselingkuh atau jajan di luar, mungkin istrinya sudah menopouse. Tapi
seharusnya ini tak dijadikan alasan si pria untuk berselingkuh atau jajan di
luar. Menopouse itu bukan berarti si wanita tidak mempunyai nafsu sex sama
sekali, hanya saja kadarnya berkurang dibanding saat belum menopouse.
6. Si
pria mempunyai kelainan sex
Kalau ini saya tidak tahu
detailnya seperti apa, saya hanya menduga bahwa seorang pria yang tak puas pada
satu wanita atau beberapa wanita berarti mempunyai kelainan sex.
Sekali lagi ini semua pendapat pribadi saya ya. Nggak menyalahkan pria juga wanita, hanya analisa sendiri. Kalau ada kesalahan mohon dimaafkan dan dikoreksi. Terima kasih.
Nah, next time saya akan bahas
soal perselingkuhan ya..

Pembahasan yang menarik :-P
BalasHapus