Langsung ke konten utama

Biblical Archaeology, Quranic Archeology


Beberapa waktu lalu saya menghadiri diskusi Bencana dan Peradaban beserta peluncuran buku Plato Tidak Bohong, Atlantis Ada di Indonesia karya DR Dani Hilman Natawidjaya Phd.


DR Danny Hilman adalah seorang geologi yang bekerja di LIPI. Dan merupakan salah satu anggota tim Mandiri penelitian Gunung Padang yang dibentuk oleh pemerintah. Tim Mandiri ini terdiri dari beberapa arkeolog senior, dan geolog senior.

Dalam seminar tersebut, mengundang para pakar seperti Prof Ali Akbar yang juga tergabung dalam Tim Mandiri, Staf Khusus Kepresidenan bidang Bencana Bpk Andi Arief, budayawan dan peneliti lepas seperti Sudjiwo Tedjo, Dicky Zainal Arifin, dll.

Begitu banyak materi yang disampaikan dalam waktu hanya kurang lebih 4 jam, sehingga yang hadir dan mendengarkan diskusi tersebut merasa kurang puas dan ingin lebih mendengarkan diskusi tersebut.

Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan suatu hal yang menarik minat saya yaitu Quranic archaeolgy. Dalam seminar kemarin, prof Ali Akbar memperkenalkan Quranic archaeology, kalau di luar negeri disebutnya biblical archaeology.

Apa itu?

Menurut wikipedia "Biblical archaeology is the discipline occupied with the scientific investigation and recovery of the material remains of past cultures that can illuminate the times and descriptions of the bible"

Pengertian simplenya yaitu suatu data-data sejarah yang didapat dari kitab suci. Dan yang disebut kitab itu bukan hanya Al Quran dan Injil. Bahkan manuskrip kuno peninggalan suku tertentu yang diduga sebagai kitab suci suku itu pun masuk ke dalam kategori biblical archeology.




Dalam pengertian kelanjutannya juga disebutkan bahwa biblical archaeology nggak hanya meneliti kitab lalu ambil kesimpulan, melainkan ada kelanjutannya, menggunakan teknik-teknik seperti arkeologi pada umumnya seperti eksvakasi, radiocarbon, dll.


"The scientific techniques used are the same as those used in general archaeology, such as excavation and radiocarbon dating among others."

Dan tentunya nggak ketinggalan dengan memperhatikan dari faktor sejarah, geologi, geografi, antropologi, georadar, geofisika, mitologi, mitos, manuskrip-manuskrip yang terkait dengan bible, dll.

Itulah mengapa biblical archaeology nggak hanya berhenti prosesnya dari menafsirkan isi kitab lalu mengkait-kaitkan situs yang terlihat cocok dengan isi, dan lalu menyimpulkan bahwa itu benar adanya situs yang disebut dalam kitab. Perlu ada tindak lanjut dan pihak-pihak yang ahli dalam bidang terkait untuk dapat terlibat dalam penelitian dimaksud.

Untuk contoh gampangnya nonton acara America Unearthed di History Channel.

Makanya kembali dalam Wikipedia dijelaskan "In order to understand the significance of biblical archaeology it is first necessary to understand two basic concepts: archaeology as a scientific framework and the Bible as an object for research."


Salah satu lukisan yang menggambarkan Solomon dan Ratu Sheba memberikan pentacle




-

dari berbagai sumber

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...