Langsung ke konten utama

Belanda tidak menjajah Indonesia selama 350 tahun

Pertama kali VOC masuk ke Indonesia tahun 1610 saat itu Belanda masih berupa kerajaan di bawah kepemimpinan Karel V (kaisar Romawi Suci dan raja Spanyol) daerah kekuasaannya meliputi tanah yang kini disebut Belanda, meliputi sebagian besar kawasan yang dikenal hari ini sebagai Belgia, Luxemburg dan Utara Perancis.

Baru setelah mendapat kemerdekaan dari Phillip II (anak lelaki Karel V) pada 1648, Belanda menjadi sebuah negara republik yang dinamakan Republik Tujuh Propinsi (Republiek der Zeven Provinciƫn).

Lalu VOC berkuasa di Nusantara sampai tahun 1799. Lalu Republik Tujuh Provinsi dijajah oleh Perancis tahun 1800 yang secara tidak langsung Nusantara juga dibawah Jajahan Perancis. Dan pada saat itu juga sarikat dagang bernama VOC itu bangkrut. Perancis mendirikan negara boneka jajahannya di Nusantara bernama Hindia Belanda (Netherlands Hindhie), lalu pada tahun 1811 Perancis membebaskan Republik Tujuh Provinsi.

Namun Republik Tujuh Provinsi tidak serta merta merdeka, dirinya masuk cengkraman Inggris pada tahun 1811 hingga tahun 1816. Namun Inggris memberikan kebebasan pada Republik Tujuh Provinsi untuk merdeka dan merubah nama menjadi Kerajaan Belanda pada tahun 1815. Namun kemerdekaan Kerajaan Belanda baru diakui pada tahun 1648.

Lalu daerah Belgia lepas dari Kerajaan Belanda dan memerdekakan dirinya tahun 1830. Sementara Luxemburg berpisah semenjak kematian raja Wilem III tahun 1890.


Kalau dihitung sejak kekalahan Belanda dengan Jepang tahun 1942 lalu dikurang 350 tahun masa mereka menjajah Indonesia hasilnya tahun 1592, sementara VOC baru masuk tahun 1610, dan Belanda baru diakui kemerdekaannya tahun 1648.


Jadi sebenarnya Belanda itu tidak menjajah Indonesia selama 350 tahun kan??



--
 

Kesimpulan dari beberapa data:

Tentang masa penjajahan Belanda, berikut link yang cukup menarik tulisan Prof. Nina Herlina Lubis (guru besar Ilmu Sejarah Unpad). Yang menarik dari artikel tersebut adalah bahwa kata-kata `Indonesia dijajah selama 350 tahun’ juga dikumandangkan oleh Bung Karno, untuk tujuan mengobarkan semangat perlawanan bangsa Indonesia.
 


http://binhakim.blogspot.co.uk/2011/01/berapa-lama-sebenarnya-indonesia.html 


Kesimpulan Prof Nina (dari artikel di atas):

"Tidak benar Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun. Kalau dihitung dari 1596 sampai 1942, jumlahnya 346 tahun. Namun, tahun 1596 itu Belanda baru datang sebagai pedagang. Itu pun gagal mendapat izin dagang. Tahun 1613-1645, Sultan Agung dari Mataram, adalah raja besar yang menguasai seluruh Jawa, kecuali Banten, Batavia, dan Blambangan. Jadi, tidak bisa dikatakan Belanda sudah menjajah Pulau Jawa (yang menjadi bagian Indonesia kemudian)."

"Selama seratus tahun dari mulai terbentuknya Hindia Belanda pasca keruntuhan VOC (dengan dipotong masa penjajahan Inggris selama 5 tahun), Belanda harus berusaha keras menaklukkan berbagai wilayah di Nusantara hingga terciptanya Pax Neerlandica. Namun, demikian hingga akhir abad ke-19, beberapa kerajaan di Bali, dan awal abad ke-20, beberapa kerajaan di Nusa Tenggara Timur, masih mengadakan perjanjian sebagai negara bebas (secara hukum internasional) dengan Belanda. Jangan pula dilupakan hingga sekarang Aceh menolak disamakan dengan Jawa karena hingga 1912 Aceh adalah kerajaan yang masih berdaulat. Orang Aceh hanya mau mengakui mereka dijajah 33 tahun saja."

  

“Kesimpulannya, tidak benar kita dijajah Belanda selama 350 tahun. Yang benar adalah, Belanda memerlukan waktu 300 tahun untuk menguasai seluruh Nusantara.”



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...