Langsung ke konten utama

Time Travelling

Kita semua tahu, bahwa waktu tidak akan bisa kembali. Masa lalu akan tetap menjadi kenangan, tak akan bisa diputar kembali ke saat itu.

Gw sependapat dengan itu. Dan dari hasil disccuss gw dengan Kamandaka, dia juga sependapat dengan itu.

Tapi, dapatkah kita meng-skip waktu disaat ini? Dan menuju ke waktu yang akan datang? Sementara masa depan saja masih absurd. Para peramal mungkin mampu mengetahui rahasia rahasia masa depan seperti apa. Baik secara logic maupun unlogic. Dan ramalannya pun beragam. Ada yang mendekati tepat, dan ada yang sama sekali tidak.

Tapi sekali lagi, mampukah kita meng-skip waktu saat ini dan menuju ke waktu yang akan datang?

Ijinin gw membahas sedikit dari buah pembelajaran dan pemikiran gw beberapa waktu ini.


Lets begin ..


Plato mengatakan bahwa "Waktu adalah sebuah gambar keabadian yang bergerak."

Beberapa pendapat dari hasil googling yang nyambung dengan statement Plato di atas adalah :

Kita cenderung percaya bahwa takdir tidak atau belum ditetapkan dan bahwa seluruh waktu yang telah berlalu menghilang dan terlupakan, tetapi mungkinkah gerakan sesungguhnya hanyalah ilusi belaka? Seorang fisikawan Inggris terkenal menjelaskan bahwa dalam dimensi khusus, waktu sesungguhnya tidak eksis.

"Jika Anda mencoba untuk memegang waktu dengan tangan Anda, ia akan selalu terlepas dari jari-jari Anda," kata Julian Barbour, ahli fisika Inggris dan pengarang "The End of Time: The Next Revolution in Physics," dalam sebuah wawancara dengan Edge Foundation. Ketika pernyataan puitis itu masih bergema di dalam ruangan, Barbour dan para wartawan tersebut mungkin tidak memiliki hubungan sama sekali dengan diri mereka 1 detik sebelumnya.

Barbour percaya bahwa manusia tidak bisa menangkap waktu karena waktu tidak eksis. Meskipun ini bukan teori baru, tapi teori ini tidak pernah sepopuler teori relativitas Einstein atau String Theory.

Konsep alam semesta yang abadi tidak hanya menarik bagi beberapa ilmuwan, tetapi model seperti itu juga mungkin dapat membuka jalan untuk menjelaskan banyak paradoks yg dialami fisika modern dalam menjelaskan alam semesta.

Barbour juga menyatakan : Dalam ruang kosmos, masa depan (masa depan kita) sudah ada, disebarkan, dan setiap detik masa lalu kita juga masih ada, bukan sekedar sebagai memori tetapi sebagai sesuatu yang nyata. Hal yang paling menyakitkan bagi manusia, seperti yang dikatakan filosofi Timur, bagaimana caranya untuk memecahkan cetakan tersebut.

Sebagian besar dari kita sangat yakin bahwa pada alam bawah sadar, sebuah jam besar terus berdetak setiap detiknya di ruang besar yang disebut alam semesta ini. Namun, di awal abad yang lalu, Albert Einstein telah menunjukkan bahwa realitas temporal relatif terhadap setiap objek di alam semesta, dan bahwa waktu adalah sebuah "subyek" tidak bisa dipisahkan dari ruang angkasa. Bahkan spesialis yang melakukan sinkronisasi waktu di dunia sadar bahwa dunia ini ditangani oleh satuan detik yang penuh keterbatasan, karenanya jam tidak dapat mengukur waktu sama sekali.

Tampaknya, satu-satunya alternatif adalah tenggelam dalam "ilusi sementara" yang tak terhingga ini, menyadari bahwa poin di mana masa lalu kita masih ada dan apa yang kita lakukan tidak berubah. Atau seperti Einstein sendiri berkata, "Orang-orang seperti kita, yang percaya pada fisika, mengetahui bahwa perbedaan antara masa lalu, sekarang, dan masa depan hanyalah sebuah ilusi yang sulit dihilangkan."

Dari statement-statement diatas, bisa disimpulkan ilusi yang dimaksud mereka adalah apa yang kita rasakan sebagai masa lalu dan masa yang akan datang sebenarnya sama2 saja dengan masa kini, sama2 eksis saat ini, namun kita tidak bisa mendeteksinya. Mungkin saja masa depan sudah ada saat ini, namun tidak bisa kita lihat atau rasakan. Kalau kita salah meramal masa depan, mungkin kita salah mengambil jalur.

Asyik kan? *Apa gw aja yang merasa asyik yah.. wkkkkk*


--


Gw langsung membayangkan, seandainya bisa mengetahui masa depan seperti apa gw nggak bakal memikirkan sepusing ini untuk merencanakan dan menata masa depan gw..

Dan dari apa yang gw alamin dalam petualangan gw bersama Kamandaka, banyak banget kejadian-kejadian unlogic yang membuat gw hampir sependapat dengan Einstein dan si Barbour itu. Misalnya ketika gw melihat "lorong-lorong" waktu menuju masa depan, yang bisa meng-skip waktu saat ini dan menuju ke waktu yang akan datang tapi nggak bisa menuju ke masa lalu membuat gw berpikir.. Mungkin nggak sih suatu saatu nanti, "lorong" waktu yang unlogic ini akan di kembangkan dalam dunia science(logic) dan diperdagangkan, mungkinkah kita bisa melompati waktu saat ini dan berjalan-jalan mengskip waktu yang akan datang? *teori kapitalis banget, wkkk*

Dan itu juga membuat gw berpikir, kalau sebenarnya kehidupan ini hanya begitu-begitu aja. Dari dulu sampai sekarang yang siklusnya gitu-gitu aja.. Big bang-evolusi-kehancuran-kebangkitan-ketenangan-penghancuran-evolusi lagi.. Terus menerus seperti itu. Seperti teori alam semesta abadi yang dikemukakan ilmuwan-ilmuwa fisika tersebut.

Tapi balik lagi.. Pemikiran manusia adalah Tuhan manusia itu sendiri (Lenin). Pemikiran kita lah yang menguasai diri kita sendiri dan semua kembali kepada individu masing-masing. Percaya nggak percaya, inilah dunia dalam sudut pandang quantum mechanics.

Mau mikir simple ?

Nonton the Matrix aja.. :D




Aristoteles menyebutkan ada 4 jalan kebenaran.

1. Agama
2. Filsafat
3. Sains
4. Sastra

Dan keempat-empatnya bisa saling mengkambing hitamkan, lalu jika ditanya kenapa gw mempelajari sains, gw menjawab gw mencoba menempuh jalan ke-3. Bersama-sama dengan ke-3 jalan yang lain. Dengan kerangka acuan yg gw percayai sebagai kebenaran absolut.


Kalau kamu, milih jalan yang mana??
  

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korea oh Korea

Hi all ^^. Berhubung gue lagi suka banget sama yang berbau Korea gue mau copast beberapa hal yang lagi gue sukai. ^^ Lagu yang lagi gue suka. Lagu lama siih, tapi gue masih suka aja, lagu ini adalah original soundtrack dari film lama korea yang judulnya Full House. Dengan bintang kesukaan gue, yakni RAIN! ^^. Synopsis A story about love and heartbreak, sadness and self-preservation.A naive, cheerful albeit, somewhat of a recluse writer, Han Ji Eun (Song Hye Gyo) is swindled out of everything she owns. Not by strangers, but her best friends! Stranded in another country, she is determined to get home with the help of an actor, Lee Young Jae (Bi), only to find that all which is precious to her has been sold. In an attempt to get her possessions back, she has entered in a contract marriage with Young Jae. It is quite simple, until feelings start to develop. Everyone around them test the “love” Young Jae and Ji Eun have for one another, including Young Jae’s grandmother.In spite of it all, ...

Kutukan Maut Berantai

Dapat kutukan maut dari si RIU , yah mau gimana lagi.. Belum diselesaikan kutukannya eh dapat lagi kutukan dari YUDI dan TEBEH . Arh, sial -______-". Karena isi kutukannya harus membuka kartu 11 FACT ABOUT ME, okay here we go... 1. Gue sangat membenci KECOA. I hate you paparoach! Gue harap lo punah kayak dinosaurus. 2.Gue tipe orang yang berpikir nggak ada duit = dunia datar. Yah walau ada pepatah uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang bro. *Astajim, matre amat gue -______-" 3.Walau gue nggak begitu suka buku Twilight Saga, tapi sumpah gue suka banget sama si Edward Cullen, gue suka cowok romantis, ganteng, baik hati, tidak sombong, keren dan terutama RICH. *masih matre juga gue -____-" 4. Walau gue suka banget horror, uka-uka, adrenaline pumping, tapi gue penakut abis sama hal-hal ghaib. Gue mudah parnoan kalau ngeliat yang sekelebat nggak jelas. 5. Gue takut air yang banyak. Misalnya kolam renang, laut, danau,, sungai. Gue hanya berani di pinggir-...

PERGI

Kemana perginya? Ada tanya dalam lara Hati hampa menanyakan penghuninya Kosong Biarlah berpura pura  Bahwa bahagia ada Kosong Pakai dulu topengnya agar mereka tak tahu bahwa itu hanya omong kosong Dan tersenyumlah bahwa semua akan aman saja Mungkin tak sama Bahwa hati ini miliknya, dan hatimu milikku..