Langsung ke konten utama

Susahnya jadi Istri sekaligus ibu dan wanita karir

Judul di atas adalah celetukan saya saat sedang merasa lelah menjalani rutinitas sehari-hari. Suatu ketika saat sarapan di kantor, saya bertemu dengan teman satu angkatan saya yang baru saja menikah. Maklum pengantin baru, tampangnya akan sangat mengantuk saat pagi hari, bukannya ngeres tapi sesuai dengan curhatannya, kalau dia capek sekali mengurusi rumah tangga.

"Capek gue, Deb. Biasanya main lempar sana sini, biasanya disediain ama nyokap, sekarang semua serba sendiri.." katanya sembari menghela napas.
Saya hanya tersenyum, karena saya ingat sewaktu saya baru menikah, mengalami hal yang serupa dengannya.

"Belajar, say. Adaptasi dulu, nanti lama-lama juga biasa.." jawab saya santai.

"Gimana kayak elo yah, udah punya baby yang bangun tiap malem.. Bisa makin kurus nih gue.." tambahnya.

Saya hanya tertawa kecil, rasanya wajar saja setiap orang yang baru mengalami proses awal pastinya akan mengeluh. Entah kelelahan, kerepotan, dan merasa nggak bahagia. Contohnya ketika saya baru pindah ke Bekasi, saya mengeluh dengan jarak rumah - kantor - rumah setiap hari menempuh waktu perjalanan 3-4 jam. Rasanya seperti tua di jalan, belum lagi dengan kemacetan yang menambah stres pikiran. Saat baru 3-4 hari menjalani proses seperti itu saya menangis ketika tiba di rumah sore hari. 'Pergi matahari belum terbit, pulang matahari udah menghilang', bathin saya berteriak. Tapi apa mau dikata, saya bukan orang kaya yang mampu beli rumah di Jakarta, juga nggak mampu menyewa baby sitter untuk menjaga baby saya sehingga saya harus ngontrak di dekat rumah orang tua  saya di Bekasi agar ibu saya dapat menjaga baby saya.

Sesaat jika mengingat hal itu saya merasa menjalani ini semua dengan terpaksa. Rasanya jadi nggak bahagia, ditambah dengan beban pekerjaan di kantor yang menumpuk, kelelahan itu makin berlipat dan semakin membuat nggak bahagia.

Lalu saya berpikir ulang, kenapa harus dipikir negatifnya? Kenapa harus dikeluhkan? Dan saya membuat list, apa keuntungan dan kerugian yang saya jalani tinggal di Bekasi.

Kelebihan :
  1. Saya lebih dekat dengan keluarga
  2. Baby saya dijaga oleh orang terpercaya yaitu ibu saya
  3. Jika ada apa-apa dengan baby saya misalnya sakit dsb, tentu ada ibu yang senantiasa sigap mengurusnya
  4. Biaya hidup lebih murah dibanding tinggal di apartemen seperti sebelumnya.
  5. Saya bisa belajar adaptasi dengan orang lain
  6. Saat di perjalanan di bus menuju kantor dan pulang kantor saya jadi banyak berpikir, timbul ide-ide menulis.
  7. Dan mungkin kelebihan lain yang belum saya temukan.
Kekurangan :
  1. Jauh dari kantor, lelah dalam perjalanan
  2. Nggak bisa jalan-jalan sehabis pulang kantor karena jarak jauh dan ada baby harus pulang cepat
  3. Sering mengantuk karena harus bangun lebih pagi dari biasanya.
  4. Dan mungkin kekurangan lain yang belum saya temukan.

Jika dinilai dari jumlahnya tentu lebih banyak kelebihannya daripada kekurangannya. So, apalagi yang dikeluhkan? Jalani saja semua dengan ikhlas, insya Allah akan menemukan kebahagiaan. Buktinya sekarang saya merasa bahagia, saya menikmati perjalanan di bus menuju dan pulang kantor, saya bisa ada waktu berpikir tentang hari sebelumnya apakah saya sudah melakukan yang terbaik kemarin. Jika belum maka hari ini saya harus lebih baik lagi dari hari kemarin. Ini kan hanya proses, nggak akan selamanya gelap, nggak akan selamanya terang, nggak akan selamanya saya tinggal di Jakarta, nggak akan selamanya saya di Bekasi. Karena semua itu siklus hidup, pasti ada perubahan jika kita menginginkan hidup dinamis, makanya sebaiknya kita ambil hikmah dari segala proses yang ada. Because life is an adventure ;) Enjoy it.

  Karena setiap proses pasti ada hikmah..

Komentar

  1. Hmmm.... nanti aku kalo jadi suami galamin hal kayak gini gak ya....
    byk yg bilang, hidup bermah tangga lbh enak. tapi kalo liat fakta, kok kayaknya jadi mikir ya...
    Hmm.... mulai mikir baik dan buruknya deh!

    BalasHapus
  2. yang jelas berumah tangga itu sama aja lo udah naik level, akan ngalamin hal yg lebih berat tapi juga nerima hal menyenangkan lebih dari sebelum nikah.. Contohnya adalah anak. Anak adalah kebahagiaan terbesar dalam hidup.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...