Langsung ke konten utama

Finally i finish it.

Setelah sempat tertunda 1 tahun, akhirnya gue nyelesain juga editan terakhir novel gue. Udah ah, gue nggak mau ngedit lagi ini udah yang terakhir setelah berkali-kali dirombak, dan kalau pun di edit ya sama editor, bukan sama gue.

Gue copast sedikit ah  :)


---


H
ai. Nama gue Debby. Sejak kecil gue suka banget sama komik dan film.  Komik dan film itu sangat mempengaruhi hidup gue. Dulu gue sering nonton Sailor Moon, hasilnya gue kepingin jadi Luna si kucing ajaib yang  punya tanda bulan sabit di keningnya. Lalu gue nonton Candy Candy, gue jadi kepingin kayak Anthony si ganteng yang pendiam itu. Baca komik Rose of Versailles tentang sejarah revolusi Perancis, gue jadi kepingin kayak Oscar si tomboy ksatria hebat. Baca Goosbumps tentang Mesir, jadi kepingin punya mumi. Hingga akhirnya baca serial Trio Detektif dan Detektif Conan gue kepingin jadi detektif.
            Akhirnya gue menetapkan hati gue, meneguhkan keinginan gue, gue bercita-cita jadi detektif jika besar nanti. Gue pengen kayak Sinichi Kudo, dia itu cerdik banget, cool dan banyak disukai cewek-cewek tapi tetap setia sama Ran.
            Seiring berjalannya waktu, Tuhan berkehendak lain. Gue nggak jadi detektif saat ini. Bahkan dari sekian sering gue berganti pekerjaan nggak ada satu pun pekerjaan gue yang nyerempet dikit jadi detektif, yah minimal menginvestigasi orang pun nggak.
             Keinginan hanya tinggal sekeping harapan yang terpendam dalam hati, terkunci rapat dalam peti yang berada dalam ruang hati yang terdalam. Peti itu berdebu, tak terurus dan tak terusik sekian lamanya. Hingga pada suatu hari, di saat iseng-iseng gabung dalam komunitas Forum Supranatural (Forsup) di Kaskus, karena rasa penasaran tinggi, gue kenalan sama sosok ajaib bernama Kamandaka.
            Saat kenalan dengannya, gue sempet shock. Image-nya di mata anak-anak Forsup itu rada mengerikan. Hobbynya nangkepin kuntilanak dan ngoleksi jin untuk bala tentaranya. Dan sesuai dengan hobbynya, profesi Kamandaka adalah paranormal. Walau image-nya horror, tapi penampilannya nggak ada menampakkan kalau dia dukun seperti dukun-dukun umum lainnya yang bertampang angker. Rambutnya mohawk, jimat-jimat yang dia percayai tersimpan rapi di balik bajunya, pakaiannya kayak anak muda banget walau umurnya udah hampir setengah abad, motornya motor jadul yang dimodifikasinya sendiri, jaketnya panjang bak Sherlock Holmes. Makanya gue men-cap dia sebagai paranormal gaul.
            Akhirnya gue jadi dekat sama dia, karena saat itu gue sedang dalam pelarian hebat yang membuat gue hampir depresi. Kehadiran Kamandaka dalam hidup gue merubah gue yang pendiam dan pemurung jadi aktif dan banyak ketawa. Begitu banyak petualangan yang gue alami sama dia. Dan akhirnya, keinginan yang sebelumnya terkunci rapat dalam peti yang tersimpan dalam ruangan terdalam di hati itu terbuka tiba-tiba. Berontak hebat, menyeruak dan meledak. Gue langsung bilang ke Kamandaka, gimana kalau kita pergi ke suatu daerah yang hampir belum ter-expose orang dan kita menyelidikinya? Menyelidiki hal-hal ghaib yang punya nilai sejarah dan orang belum banyak tahu? Dan Kamandaka menjawab, iya.
            Yes! Kini gue resmi jadi detektif, partner gue adalah Kamandaka. Gue dan Kamandaka mengajak teman-teman lain untuk ikutan petualangan kami, yah walau dibilang para prakteknya semuanya kebalik. Kamandaka lebih banyak nge-boss dibanding jadi partnernya, dan herannya gue nurut-nurut aja kayak kebo dicucuk hidungnya sama petani.
            Tapi semua itu nggak merugikan gue, karena nurutnya gue sama dia emang untuk kebaikan gue. Dia berhasil merecovery hati gue, dan kini gue berasa lahir kembali, menjadi Debby si detektif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...