Langsung ke konten utama

Proaktif

Sudah hampir 2 bulan saya cuti bersalin. Dan sudah banyak pula kejadian yang saya alami. Setelah baby blues, dd Hafidz masuk rumah sakit, dan sekarang saya mengalami perasaan aneh lagi.

Beberapa waktu lalu tanpa sebab (menurut suami saya), saya sedang uring-uringan nggak jelas. Saya menangis lagi tanpa alasan. Sebenarnya ada alasannya, hanya saja dia tidak mengetahui.

Pasalnya saya sudah terlalu lama cuti, terlalu lama di rumah tanpa kegiatan berarti. Bukan berarti saya tidak menikmati menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak saya, hanya saja saya perempuan yang biasa bekerja. Biasa beraktivitas, biasa sibuk, biasa dibutuhkan, biasa keluar kota. Namun sekarang, stuck di rumah.

Dan yang paling pahitnya lagi, saya tanpa penghasilan. Yah, sebab gaji pokok saya sudah dipotong cicilan hutang yang harus dibayar tiap bulannya, walhasil saya nyaris tidak ada penghasilan sendiri.

Untuk orang yang biasa memegang uang walau jumlahnya sedikit, tetap tidak nyaman dalam kondisi seperti ini. Walau suami saya memberi nafkah, dan itu memang sudah kewajibannya, dan saya sebagai istri harusnya menerima dengan senang hati, namun ada perasaan yang timbul setelah menerima uang nafkah suami. Saya merasa useless.

Rasanya saya seperti ibu-ibu dharma wanita atau ibu-ibu PKK yang kerjanya menghabiskan uang suami untuk shopping dan ke salon. Padahal suami saja jugga nggak complain jika saya menggunakan uang itu untuk kesenangan pribadi saya seperti ke salon, akhirnya saya yang merasa aneh sendiri.

Karena perasaan itulah saya jadi takut menggunakan uang suami, walau untuk keperluan rumah tangga sekali pun. Karena di situ tidak ada campur tangan dari jerih payah saya (baca: penghasilan saya). Saya benar-benar tak enak hati pada suami. Apalagi dia sering pulang pagi demi bertemu klien-kliennya untuk mendapatkan uang untuk saya dan dd Hafidz.

Dan saya akhirnya menumpahkan perasaan ke  Twitter. Lalu account kacruters me-RT twit saya dengan kata-kata : Ini baru Proaktif.

Yah, mungkin karena saya proaktiflah jadi ada perasaan seperti itu.

Dan terakhir sahabat saya berpesan lewat Twitternya : Don't worry. Itu hanya perasaan karena kelamaan cuti.. Nanti kerja juga hilang kok, yang ada nanti kepingin cepat pulang karena kangen dd Hafidz. Nikmatin aja dulu jadi ibu rumah tangga.

Yups, saya percaya.


Komentar

  1. makanya pake clear yuk, mengandung enzim proaktif loh deb #apeu

    BalasHapus
  2. Yoi sepakat! bahwa ini yg loe rasakan mungkin hanya kelamaan cuti.. siklus hidup loe yang berubah total 180 derajat jelas bikin ngga nyaman dibeberapa sisi hidup loe debz.. * ya ampunn knp gw bisa ngetik seperti ini..?? * hihih

    semangkaaa debz.. *ngasih semangka* :D

    BalasHapus
  3. Perempuan yang biasa mandiri, sepertinya akan mengalami post-power syndrome ketika harus diam di rumah dan hanya "menerima" jatah dari suami. Aku juga sempet gitu, Deb. Maklum, jadi single parent 6,5 tahun dulu mbuwat aku gak bisa menggantungkan hidup sama siapapun. Ketika akhirnya married, trus suami ngasih jatah bulanan, malah kagok. Tapi lama-lama sih terbiasa. hehehe..

    It takes time untuk membiasakan diri. Gapapa kok. Namanya proses kan selalu butuh waktu. (siapa yang suka ngomong begitu hayoooo?) :D

    BalasHapus
  4. iyah mbak Nin :) butuh waktu, hehehehhe..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korea oh Korea

Hi all ^^. Berhubung gue lagi suka banget sama yang berbau Korea gue mau copast beberapa hal yang lagi gue sukai. ^^ Lagu yang lagi gue suka. Lagu lama siih, tapi gue masih suka aja, lagu ini adalah original soundtrack dari film lama korea yang judulnya Full House. Dengan bintang kesukaan gue, yakni RAIN! ^^. Synopsis A story about love and heartbreak, sadness and self-preservation.A naive, cheerful albeit, somewhat of a recluse writer, Han Ji Eun (Song Hye Gyo) is swindled out of everything she owns. Not by strangers, but her best friends! Stranded in another country, she is determined to get home with the help of an actor, Lee Young Jae (Bi), only to find that all which is precious to her has been sold. In an attempt to get her possessions back, she has entered in a contract marriage with Young Jae. It is quite simple, until feelings start to develop. Everyone around them test the “love” Young Jae and Ji Eun have for one another, including Young Jae’s grandmother.In spite of it all, ...

Kutukan Maut Berantai

Dapat kutukan maut dari si RIU , yah mau gimana lagi.. Belum diselesaikan kutukannya eh dapat lagi kutukan dari YUDI dan TEBEH . Arh, sial -______-". Karena isi kutukannya harus membuka kartu 11 FACT ABOUT ME, okay here we go... 1. Gue sangat membenci KECOA. I hate you paparoach! Gue harap lo punah kayak dinosaurus. 2.Gue tipe orang yang berpikir nggak ada duit = dunia datar. Yah walau ada pepatah uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang bro. *Astajim, matre amat gue -______-" 3.Walau gue nggak begitu suka buku Twilight Saga, tapi sumpah gue suka banget sama si Edward Cullen, gue suka cowok romantis, ganteng, baik hati, tidak sombong, keren dan terutama RICH. *masih matre juga gue -____-" 4. Walau gue suka banget horror, uka-uka, adrenaline pumping, tapi gue penakut abis sama hal-hal ghaib. Gue mudah parnoan kalau ngeliat yang sekelebat nggak jelas. 5. Gue takut air yang banyak. Misalnya kolam renang, laut, danau,, sungai. Gue hanya berani di pinggir-...

PERGI

Kemana perginya? Ada tanya dalam lara Hati hampa menanyakan penghuninya Kosong Biarlah berpura pura  Bahwa bahagia ada Kosong Pakai dulu topengnya agar mereka tak tahu bahwa itu hanya omong kosong Dan tersenyumlah bahwa semua akan aman saja Mungkin tak sama Bahwa hati ini miliknya, dan hatimu milikku..