Langsung ke konten utama

Bertengkar dengan pasangan? Ini tipsnya !!

Akhirnya.. Saya menikah.. Syukur alhamdulillah pada tanggal 25 Februari 2011 lalu saya telah melangsungkan pernikahan. Walau dengan jalan berliku, pernikahan itu berlangsung dengan lancar dan khidmat. Begitu banyak iringan doa dan ucapan selamat dari keluarga, teman dekat dan para sahabat. Terima kasih semuanya.

Dan sekarang, saya positif hamil. Semoga kehamilan ini dapat berjalan lancar, tak ada halangan berarti, dan dapat lahir dengan sehat dan selamat tanpa cacat.


Beberapa waktu lalu saya menerima sebuah curhatan, dari teman angkatan saya. Dia adalah seorang pria, yang sedang mengeluhkan tentang cobaan dalam rumah tangganya. Saya memang pernah gagal dalam pernikahan, dan dari situlah saya banyak belajar. Dan saya mencoba memberi beberapa tips untuk teman saya ini agar mampu mengatasi masalah dalam rumah tangganya, berikut adalah beberapa tips saya semoga bisa dipakai oleh para pembaca yang sedang mengalami hal yang sama :

1. Jika sedang bertengkar dengan pasangan, cukup tarik napas tahan napas dan hembuskan napas sembari mengucapkan mohon ampun kepada Tuhan. Dalam Islam bisa sembari istighfar.

2. Setelah itu katakan pada pasangan yang sedang meracau marah-marah, STOP sayang, aku cinta kamu aku tak ingin bertengkar lagi. Tolong beri waktu untuk kita saling menenangkan diri. Tentu katakan dengan penuh kelembutan. Dan hindarilah bertengkar di depan anak. Anak ibarat kertas putih, dia akan mencontoh orang tuanya. Dan juga jangan di depan orang lain sekali pun itu orang tua sendiri.

3. Setelah itu, pergilah berdoa. Habiskan beberapa waktu untuk berdoa, tenangkan diri dalam kamar sendirian, atau dalam ruangan tertentu di dalam rumah, tenangkan hati serahkan segala persoalan kepada Tuhan, mohon petunjuk Nya agar mendapat solusi terbaik. Dan sarankan pada pasangan melakukan hal yang sama.

4. Setelah selesai, ajak berbicara pelan-pelan, jika pasangan masih emosi, ajak dia beribadah bersama-sama. Tanyakan atas segala pertanyaan di pikiran kepada Tuhan, tumpahkan segala gundah kepada Tuhan, mulailah berkomunikasi dengan Sang Pencipta, karena hanya Dia lah yang mampu memberi solusi terbaik untuk kita.

5. Jangan mengira-ngira apa yang ada dalam isi pikiran pasangan, apalagi berburuk sangka. Cobalah berpikir positif, tanyakan langsung padanya apa maksudnya dan minta penjelasan dengan cara yang tenang, tanpa nada bentak, tanpa nada tinggi apalagi emosi. Katakan saja kita tak mengerti dan butuh penjelasan, daripada kita berusaha menerka-nerka yang ada malah hasutan syetan yang menggoda agar kita berburuk sangka padanya.

6. Dalam pertengkaran, tak ada kalah tak menang, itu bukan pertandingan yang kita tanpa sadari ingin menang lalu mencari pembenaran, merasa benar lalu mencari cara agar kita tampil sebagai pemenang. Cukup mengalah saja, mengalahlah dengan bijak, agar pasangan yang tadinya ingin tampil sebagai pemenang dia akan berpikir ulang, mengapa saya malah seperti bertanding dengan pasangan saya sendiri...

7. Jika sudah berbaikan kembali, sebaiknya saling memaafkan, meminta maaf duluan tidak ada salahnya. Peluklah dia, katakanlah betapa kamu mencintainya, dan jangan mengungkit kembali masalah yang telah lalu dikemudian hari, dan sering-seringlah beribadah bersama. Ajak pasangan ke majlis-majlis untuk pengajian, shalawatan dan mendengar tausyiah (jika Islam), atau ajak ke gereja, vihara, atau pura. Intinya melakukan ibadah bersama sesering mungkin.

Semoga bermanfaat sharing ini. Jika ada yang ingin menambahkan, silahkan :)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...