Langsung ke konten utama

Gue mau berubah, asal...

Lucu sekali pagi ini, ketika saya hendak sarapan ada curhatan teman tentang pasangannya. Teman saya berbicara dengan emosi, lubang hidungnya kembang kempis seperti balon yang ditiup tapi anginnya keluar terus. Rupanya, dia sedang bertengkar hebat dengan pacarnya. Berikut percakapan saya dengannya.



Teman : Wajar dong gue sebagai perempuan ingin mencari pasangan yang terbaik. Yang menerima gue apa adanya dan nggak neko-neko.

Saya : Yah wajar aja jeng, toh gue juga nyari yang terbaik kok. Tapi, kalau nyari yang terbaik, kan nggak habis-habis jeng, di atas langit ada langit lagi..



Teman : Nah makanya sama yang ini gue mau konsen jeng. Pokoknya dia yang terakhir buat gue. Tapi gue herannya dia selalu meminta gue menjadi apa yang dia mau, gue kan pengennya dia nerima gue apa adanya.

Saya : Apa adanya gimana maksud lo?

Teman : Ya apa adanya gue. Gue adanya begini ya udah.

Saya : Tapi kan bukan berarti apa adanya itu elo jadi nggak berubah jadi lebih baik jeng.

Teman : Ah, gue udah lebih baik kok dibanding dulu.

Saya : Yang menilai diri kita bukan kita sendiri jeng, tapi adalah orang terdekat kita.

Teman : Nah itu dia jeng, cowok gue ini selalu menuntut apa yang dia mau.

Saya : Emang apa tuntutannya jeng?

Teman : Ya dia selalu membandingkan gue dengan mantannya. Mantannya inilah itulah, pokoknya seakan mantannya lebih baik dari gue. Kalo dia nggak nerima gue apa adanya kenapa dia mau sama gue..

Saya : Sudah lo tanyain hal itu belum? Emang ngebandingin gimana sih jeng? Menurut gue, kalo soal banding-bandingan sih udah nggak baik yah, tapi siapa tahu apa yang dia lakukan untuk merubah lo jadi lebih baik. Mungkin ada dari diri lo yang dia nggak suka dan mengharapkan lo berubah.

Teman : Gue sih selalu berubah jadi lebih baik jeng, asal dia juga berubah jadi lebih baik juga.

Saya : Loh, berubah kok pake syarat segala sih jeng? Kalau pun lo berubah jadi lebih baik, kan elonya nggak rugi. Ngapain pake syarat segala sih?

Teman : Ya kan biar adil dong jeng.

Saya : Gue rasa, jika kita sudah menjadi yang terbaik untuk pasangan, pasangan akan sadar diri dan akan merubah dirinya menjadi lebih baik lagi. Dia akan segera introspeksi diri dan melakukan yang terbaik buat lo. Tak perlu menunggu orang lain berubah untuk kita, kenapa nggak kita duluan berubah lebih baik untuk diri kita sendiri. Dan jika pasangan tidak kunjung berubah, maka kita yang harus berpikir ulang, apakah perubahan itu sudah cukup baik untuk diri kita dan pasangan, atau hanya keegoisan kita karena ingin kesempurnaan? Atau mungkin pasangan memang bukan untuk kita. Berarti kita harus open mind dan open heart lagi..


--




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...