Langsung ke konten utama

Happy Iedul Fitri

Hi All.. Lama banget gw gak ngeblog, karena kesibukan atau gw yang sok sibuk kali yah...

Puasa dan Lebaran tahun ini bener2 berat banget. Karena gw melalui semuanya serba sendiri. Tapi syukur alhamdulillah begitu banyak sahabat2 yang senantiasa membantu dan memback up gw hingga gw agak kuatan dalam melangkah di kehidupan yang sesat ini..


Hari ini Lebaran ke 3. Tapi artinya Fitri yang sebenarnya sampe detik ini belum gw dapetin. Udah 28x gw mengalami hari Lebaran, tapi gw masih gak ngerti2 juga makna sesungguhnya kenapa Lebaran itu diadain. Kenapa harus ada puasa? Kenapa harus ada Lebaran? Aseli gw gak tau..

Kalo soal asal usul n sejarahnya sih gw ngerti, tapi makna sesungguhnya yang membuat gw mendapat fitrah kembali itu belum dapet.

Lalu kenapa harus ada malam Lailatul Qadar di bulan ramadhan, kenapa gak di bulan lain?

Kenapa Nuzul Quran juga di bulan ramadhan, kenapa ga dibulan lain?

Jadi kenapa harus bulan Ramadhan?

Bukan sekedar teori, atau pelajaran agama yang bisa memuaskan pertanyaan2 membludak gw, tapi soal pemahaman tingkat tinggi dan soal meresapnya semua makna ke dalam hati gw.

Yah.. Mudah2an pertanyaan2 itu terjawab dikemudian hari, mudah2an gw bisa mendapatkan apa yang gw cari, dan mendapatkan apa yang gw mau.. i wish..

Balik lagi ke hari yang fitrah, entah kenapa hari ini bawaan gw emosi mulu.. Rasanya hati ingin meledak dan otak gw udah over limit dengan pikiran2. Sampe2 gw pengen pergi kesuatu tempat yang tenang, dimana gw bisa istirahat total dari segala rutinitas dan kejenuhan. Gw bisa tidur sepuasnya, lalu makan n tidur lagi.. (kaya lagu mbah surip ya.. huehehehe...)

Panjang lebar ga jelas seakan ada yang baca blog ini padahal gak ada selain gw, mending gw tutup aja..

Sekali lagi untuk semuanya..




MINAL AIDIN WAL FA IDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...