Langsung ke konten utama

Lihatlah bulan yang sama, agar kita merasa dekat

“Katakan padaku, katakan padaku.. perasaaan itu cintaaaa…”

Alunan suara Widi sang vocalist Vierra bergema menjadi ringtone blackberry Nadia.

Daniel

Nama yang tertera di layar blackberry Nadia menyebabkan Nadia enggan mengangkat panggilan telepon itu.

Ringtone itu kembali bergema dan memecahkan konsentrasi Nadia yang sedang berusaha menyelesaikan skripsinya.

Dengan terpaksa Nadia mengangkat panggilan itu.

“Halo..” jawabnya

“Assallamualaikum Nad…” sapa Daniel ramah. Sesaat suaranya seperti meluluhkan hati Nadia yang sedang kesal

“Walaikumsallam Niel.. Ada apa?” tanya Nadia dengan nada BETE, yang padahal dalam hati Nadia sesungguhnya adalah perasaan senang karena di telepon Daniel

“Nggak apa-apa Nad. Aku cuma ingin dengar suara kamu aja. Kamu lagi sibuk ya? Maaf ya kalau ganggu..” jawab Daniel sedih

“No Niel.. Aku senang kamu telepon aku.. Maaf ya.. Aku cuma lagi mumet aja ngerjain skripsi yang nggak selesai-selesai ini..” jawab Nadia mengiba

“Ada yang bisa aku bantu Nad?” tanya Daniel khawatir

“No Niel. Aku nggak mau ngerepotin kamu..”

“Nad, kamu tahu.. Aku perduli sama kamu.. walau..”

“Daniel… Aku nggak bisa menerima bantuan kamu terus. Bantuan kamu melebih apa yang suami ku kasih..”

“Nad. Itu karena aku sayang sama kamu.. Setiap kamu butuh bantuan, aku ingin selalu ada di samping kamu dan membantu meringankan beban kamu.. Walau itu tidak seberapa…”

“Daniel… Apa yang sudah kamu bantu itu sangat berlebihan. Contohnya waktu kamu membantuku mencari dokter yang tepat untuk penyakitku ini, hingga akhirnya aku sembuh sekarang.. Itu sudah sangat besar.. Aku.. Aku merasa bersalah karena tidak bisa membalas kebaikan kamu Niel..”

Nadia diam. Menahan tangis.

Hatinya hancur. Mengapa dia harus mengalami kejadian buruk bertubi-tubi. Dia teringat akan penyakitnya yang sudah dideritanya bertahun-tahun sejak dia kecil itu. Yang baru dua mingguan lalu sembuh berkat bantuan Daniel.
Hatinya hampa. Karena selama dia berumah tangga. Suaminya tak menunjukkan kepedulian terhadapnya, rasanya dia ingin berlari jauh namun kakinya terbelenggu oleh rantai-rantai ikatan yang tidak bisa dia putuskan.

Hatinya pun seperti padang pasir yang gersang yang kini ditengah pengembaraannya dia telah menemukan oase yang tampak seperti fatamorgana.
Daniel lah fatamorgana itu. Nadia masih belum percaya bahwa Daniel lah penyelamatnya.

Namun Perang pikiran terus berkecamuk dalam hati Nadia. Seperti dua kubu yang saling bertentangan dan merasa paling berhak menang.
Namun Nadia diam. Walau dia tahu kebenaran pahit.

Walau kini dia paham bahwa dirinya telah disia-siakan, namun dia tetap berusaha membohongi hati bahwa dia baik-baik saja, bahwa dia selalu di sayangi dan dilindungi suaminya sendiri.

Prahara rumah tangga nya kian memanas ketika hatinya terpecah. Ketika dia tersadarkan bahwa ada sosok laki-laki yang membuatnya semakin kuat untuk meninggalkan suaminya.

“Nad.. Kenapa diam? Jangan menangis Nad…”

“Niel.. Aku udah bilang. Bukan kemauanku untuk menjauhimu, tapi..”

“Nad. Kalau itu maumu, tolong ijin kan aku satu hal..”

“Apa itu Niel?”

“Biarkan aku mencintaimu. Biarkan aku mengawasi mu dari jauh, biarkan aku melihatmu walau hatiku ingin sekali dekat dengan mu. Biarkan aku melindungimu walau hanya dalam bayangan semu.. Tolong ijinkan aku Nad…”

“Daniel…”

Tangis Nadia pecah. Rasanya jarak antara mereka semakin dekat walau terpisah ribuan mil jauhnya.

“Nad, ingat nggak kata Raditya dika?”

“Lihatlah bulan yang sama agar kita merasa dekat…” gumam Nadia berbarengan dengan Daniel

“Aku cinta kamu Nad.. Jaga diri baik-baik..”

Klick.

Telepon terputus. Nadia mengusap air matanya. Berdiri melangkah ke arah jendela. Melihat purnama yang bersinar indah. Walau dirinya kini masih di penjara, dia tetap merasa bebas. Hatinya lah yang bebas. Karena tak ada satupun manusia yang bisa memiliki hati nya kecuali Nadia sendiri yang menentukan. Dan karena manusia bebas memilih dimana hatinya akan berlabuh.

“Aku percaya tidak ada yang kebetulan Niel.. Mungkin suatu saat nanti.. Atau mungkin dikehidupan yang lain…” gumam Nadia meneguhkan hatinya.





09.06.09.15.50

Komentar

  1. "...Sungguh..tiada yang sia-sia dan kebetulan belaka dalam dunia ini..semua sudah menjadi cara dan ditentukan oleh-Nya..semua telah menjadi ketetapanNya..jalani dg Ikhlas dan tawakan..insyaAllah setiap jalan kita menjadi terang dan ringan :) "

    :D tambahan bu

    BalasHapus
  2. wew.. speechless deh gw ma komen lo...


    :)

    BalasHapus
  3. nice story.. bagus.. suka bgt.. ;)

    BalasHapus
  4. makasih pipiew.. :)


    -debby

    BalasHapus
  5. INI CRITA PRIBADI YAA.HEHEHEHEHE2...kebaca......dari gaya akur critanya.mnjiwainya ktika akhir crita :)



    KAMANDAKA AJI HARI / HARY PAMUNGKAS...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...