Langsung ke konten utama

Budaya ABS

Met pagi smuanyaaa..

Kmaren gw berdebat hebat sama salah satu rekan kerja di kantor. Awalnya sih debatan biasa, lama2 rame sampe salah satu atasan ikut turun tangan. Gw sering sekali menghadapi konflik2 seperti ini. Mungkin karena idealism gw yang begitu tinggi hingga menyerempet bahkan menabrak sistem yang sudah terpola dan berjalan puluhan tahun lamanya. Dimana pun kita berada, mau tidak mau suka atau tidak suka, selama kita menyelam dalam suatu dunia kita harus beradaptasi dan mengikuti sistem, juga untuk orang2 yang berteriak anti kemapanan toh tanpa mereka sadari mereka sebenarnya pelaku kapitalism.

Itu yang gw gak suka.

Dimana kebebasan kita mempunyai pikiran, kalau di tempat kita hidup saja sudah diatur pola pikirnya.

Dimana kebebasan kita berbicara dan mengemukakan pendapat, kalau suara saja terus dibungkam dan harus mengikuti kemauan penguasa.

Dan dimana hak asasi kita sebagai manusia yang mempunyai kebebasan berprinsip, jika prinsip saja sudah harus mengikuti sistem.

U tidak suka U keluar.

jenuh gw.

Bagi gw persatuan dan kesatuan sepertinya udah bullshit aja. Buktinya orang2 yang teriak2 nasionalism toh dia juga yang mengkotak2an dunia.

Mis : di instansi pemerintah jika ada yang korupsi, kalau atasan pengen nya korupsi berjamaah yah semua anak buah harus ngikut, gak usah belaga sok suci lalu menolak jatah uang korup. alasannya : " namanya juga sistem buu..ngikut aja lah jadi anak buah, ABS (Asal Bos Senang..).."

Nah inilah yang gw perdebatkan kemarin.

Yang akhirnya menyerempet keproduk hukum pemerintah terbaru.

Yaitu UU Pornografi.

Disalah satu pasal melarang orang melakukan pornoaksi atau menyebarluaskan pornografi dalam bentuk wadah apapun. Tapi disalah satu pasal mengijinkan jika a,n seni dan budaya.

Temen kantor gw nyeletuk ketika gw bilang nanti atlit2 renang, voli, bulu tangkis atau atlit manapun yang pake baju minim harus dirubah bajunya walau akan mengganggu segi kenyamanan dan keflesikbelan dalam bergerak, celetukannya " kalo gitu kalo mau renang pake baju renang muslim aja, trus yang main voli n dsb.."

What? emangnya para olahragawan itu orang muslim smua? lalu yang non muslim kita paksa memakai baju muslim? *jadi terkesan negara ini negara Islam. Saya orang Islam, tapi tidak mendukung pemaksaan prinsip.

N dia tambahin celetukannya
"N jangan sampe ada orang melakukan pornoaksi lalu berdalih dengan a.n seni dan budaya.."

Dan gw pun berkesimpulan berdasarkan omongan panjang lebar si temen kantor gw ini..

Ini birokrasi, ini negara hukum, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, jalanin aja kalau tidak suka jangan jadi WNI..

*andai bisa milih waktu lahir mau jadi warga negara apa..


siapa yang membuat peraturan, toh dia juga yang banyak melanggar..
*peraturan dibuat untuk dilanggar? bener pa gaaak?


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...