Langsung ke konten utama

Jangan saat ini..

Semalam saya dilanda khawatir yang amat sangat, saya takut sekali. Saking takutnya saya sampai menangis. Semalam sehabis dari kampus untuk ujian HER, saya langsung pulang. Ntah kenapa perasaan saya sedang tidak enak. Ternyata perasaan saya benar. Mama saya sedang sakit. Dia tidak cerita kepada saya, karena takut saya tidak konsen ujian. Saya sedih melihatnya sakit, saya takut sekali. Mama saya pernah sakit stroke sekitar tahun 97. Ketika saya masih dibangku SMU. Semalam dia berkata takut strokenya kumat. Dari tahun 97 mama saya selalu menjaga makanan. Saya selalu mengawasinya, kalau dia makan, garamnya saya kurangi sekali. Melarangnya menyantap makanan kolesterol tinggi seperti kambing, durian, kepiting dan lemak2 lainnya. Stroke selain dari makanan, bisa juga dari pikiran. Saya semalam mengira, apa lagi yang saya pikirkan? beberapa waktu terakhir ini dia memang sering menanyakan tentang pernikahan. Saya bukan menunda pernikahan, hanya saja hati saya belum siap menerima itu semua. Saya baru saja kehilangan sosok yang paling dekat dengan saya, yaitu abang saya. Saya bermaksud ingin menunggu sampai abang saya satu tahun. Tapi saya tidak boleh egois. Dan saya akhirnya menanyakan tentang pernikahan kepada si dia. Adakah niatnya untuk menikahi saya.
Ya ALLAH, tolong jangan sekarang. Saya tahu semua akan berpulang pada MU, tapi tolong jangan sekarang ya ALLAH. tidak untuk tahun ini, juga tahun depan. Tolong perpanjang waktu itu ya ALLAH.. tolong jangan ambil dulu mama saya. Saya tidak kuat, saya belum pulih dari yang lalu, saya tidak berani menghadapi lagi cobaan yang KAU berikan.. Ya ALLAH, tolong saya.. jangan saat ini ketika saya masih rapuh dan terjatuh.. amin..

Komentar

  1. Tuhan pasti punya jalan buat kamu. Saya tahu persis Debby pernah baca The Secret. Rahasia-rahasia Tuhan itulah yang akan membuat hati dan jiwamu besar. Kuatlah wahai sahabatku.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...